Boy Arnez Arabi adalah salah satu bintang bola voli paling bersinar di Indonesia. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Indonesia ini Lahir pada 22 Oktober 2003 di Sumatra Utara, atlet muda berbakat ini bermain sebagai opposite hitter dan outside hitter untuk klub papan atas.
BidikNews.net,Bekasi – Boy mencatatkan sejarah luar biasa di kancah internasional sebagai pevoli Indonesia pertama yang sukses meraih 4 gelar MVP (Most Valuable Player) bergengsi, termasuk prestasi terbarunya saat membawa Timnas Voli Putra Indonesia menjuarai AVC Men's Volleyball Cup di Amdavad, India
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI), Boy Arnez Arabi. Atlet bola voli nasional yang akrab disapa Boy tersebut dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) pada ajang AVC Men’s Cup 2026 setelah membawa Tim Nasional Indonesia menaklukkan Korea Selatan di partai final yang berlangsung di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India, Ahad (28/6). Demikian rilis Muhammadiyah.or.id (30/6)
Penghargaan individu bergengsi tersebut menjadi pelengkap keberhasilan Indonesia meraih gelar juara setelah menang meyakinkan atas Korea Selatan dengan skor 3-0 (34-32, 25-16, dan 25-23). Penampilan impresif Boy sepanjang turnamen menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan skuad Merah Putih mengukir sejarah di kancah Internasional.
Dalam keterangannya Boy mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap olahraga bola voli telah tumbuh sejak usia dini berkat dukungan keluarga. Meski demikian, ia baru memulai karier profesionalnya ketika berusia 18 tahun setelah bergabung dengan klub bola voli LavAni.
“Umur 18 tahun saya masuk ke klub bola voli LavAni. Saya direkrut di klub bola voli LavAni milik Pak SBY dan dari situ saya beralih ke profesional,” ungkap Boy.
Bagi putra kebanggaan Rantauprapat, Sumatera Utara tersebut, perjalanan sebagai atlet nasional menghadirkan banyak pengalaman berharga. Berbagai kompetisi nasional maupun internasional telah ia ikuti, termasuk memperkuat Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.
Menurut Boy, salah satu tantangan terbesar dalam pertandingan adalah menghadapi situasi-situasi krusial yang menuntut ketenangan dan tanggung jawab yang lebih besar.
“Kalau soal kesan, mungkin di poin-poin krusial yang mana kita harus punya lebih tanggung jawab, harus berpikir bagaimana caranya mencetak poin,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional, Boy juga tetap menjalankan perannya sebagai mahasiswa. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Indonesia yang terus memberikan dukungan bagi para mahasiswa berprestasi, termasuk mereka yang berkiprah di dunia olahraga.
“UMI adalah institusi pendidikan yang mau mendukung atletnya untuk terus berkembang. Pastinya mengatur waktu sebagai mahasiswa dan atlet itu tidak mudah, tetapi bisa dijalani selama mendapat dukungan dan mampu mengatur waktu antara kuliah dan bekerja sebagai atlet,” tuturnya.
Keberhasilan Indonesia menjuarai AVC Men’s Cup 2026 sekaligus mengantarkan Boy meraih predikat MVP menjadi bukti bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan.
Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia, tetapi juga bagi keluarga besar Muhammadiyah yang terus berkomitmen melahirkan generasi unggul, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat global.
Prestasi Boy di kompetisi Internasional ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Muhammadiyah untuk terus mengembangkan potensi diri, berani bermimpi besar, serta mengharumkan nama bangsa melalui bidang yang mereka tekuni.
Pewarta: TIM

0 Komentar