383 Guru Profesional Dikukuhkan di Lombok Timur : Gelar "Gr." Adalah Amanah Profesionalisme

Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd, (Jas Hitam Kacamata) ketika acara pengukuhan guru Profesional di Lombok Timur Rabu (29/7/2026)

BidikNews.net,Lombok Timur
– Suasana haru, bangga, dan penuh semangat menyelimuti Gedung Olahraga (GOR) Gedung Serba Guna Dasan Lekong, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (29/7/2026). Sebanyak 383 guru profesional peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) resmi dikukuhkan setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan profesi yang menjadi pintu masuk lahirnya guru-guru profesional Indonesia.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum istimewa, bukan sekadar seremoni penyerahan sertifikat pendidik, tetapi juga peneguhan komitmen para guru untuk terus mengabdikan diri dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Di hadapan ratusan guru yang hadir dengan penuh kebanggaan, Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd, mengingatkan bahwa keberhasilan memperoleh gelar Gr. (Guru Profesional) bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan awal dari amanah besar yang harus dijaga sepanjang hayat.

Dalam sambutan dan pembinaannya, Prof. Maimun menegaskan bahwa gelar Gr. tidak boleh dipandang sekadar tambahan di belakang nama. Gelar tersebut merupakan simbol kompetensi, integritas, sekaligus identitas profesional yang harus tercermin dalam perilaku sehari-hari seorang pendidik.

"Jangan hanya bangga menuliskan gelar Gr. di belakang nama. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat melihat bahwa pemilik gelar tersebut benar-benar menunjukkan kualitas sebagai guru profesional melalui sikap, keteladanan, dan kinerjanya," pesannya.

Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd,
Lebih lanjut Prof. Maimun menjelaskan  bahwa kualitas pembelajaran harus menjadi perhatian utama setiap guru profesional. Menurutnya, guru harus terus mengembangkan empat kompetensi utama sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pendidikan nasional, yaitu kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

Kompetensi profesional menjadi dasar bagi guru dalam menguasai materi pembelajaran secara mendalam. Kompetensi pedagogik mengarahkan guru agar mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara efektif. Kompetensi kepribadian menjadikan guru sebagai figur yang berintegritas, berwibawa, dan layak diteladani. Sedangkan kompetensi sosial mendorong guru untuk mampu membangun komunikasi dan kerja sama yang harmonis dengan peserta didik, sesama guru, orang tua, maupun masyarakat.

Namun demikian, menurut Prof. Maimun, keempat kompetensi tersebut akan menjadi lebih kuat apabila ditopang oleh karakter kinerja dan karakter moral. Kombinasi antara kompetensi dan karakter inilah yang akan melahirkan guru-guru hebat yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital sekaligus membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Sebagai penguat, beliau menyampaikan tiga prinsip sederhana namun sangat relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan.

"Buat diri Anda menarik, buat materi Anda menarik, dan buat kelas Anda menyenangkan."

Guru Profesional yang dikukuhkan di Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB
Pesan tersebut mengandung makna yang mendalam. Guru harus terus meningkatkan kualitas diri sehingga menjadi pribadi yang inspiratif. Materi pembelajaran harus dikemas secara kreatif agar mudah dipahami dan mampu membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik. Sementara suasana kelas harus dibangun menjadi ruang belajar yang nyaman, interaktif, dan menyenangkan sehingga peserta didik merasa bahagia dalam belajar.

Menurutnya, pembelajaran yang berkualitas bukan lagi berpusat pada guru, tetapi berorientasi pada pengalaman belajar peserta didik. Guru harus mampu menjadi fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi PPG UIN Mataram, Prof. Dr. H. Fathul Maujud, M.A., turut memberikan arahan kepada seluruh guru profesional yang baru dikukuhkan. Ia mengingatkan bahwa sertifikat pendidik yang diterima merupakan dokumen negara yang memiliki nilai administratif sekaligus nilai profesional yang sangat tinggi.

Dengan gaya penyampaian yang hangat dan diselingi humor, Prof. Fathul berpesan agar seluruh guru menjaga sertifikat pendidiknya dengan sebaik-baiknya.

"Jangan sampai sertifikat ini hilang, karena tidak bisa dicetak dua kali," ujarnya yang langsung disambut senyum dan tawa para peserta.

Suasana semakin cair ketika beliau melanjutkan dengan sebuah kelakar, "Kata guru kita, supaya aman, simpan saja di bank."

Candaan tersebut sontak mengundang gelak tawa seluruh peserta yang memenuhi GOR Dasan Lekong. Meski disampaikan dengan nada ringan, pesan tersebut mengandung makna penting bahwa sertifikat pendidik merupakan dokumen yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab karena menjadi bukti resmi profesionalisme seorang guru.

ibu-ibu Guru Profesional yang dikukuhkan di Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB
Rangkaian kegiatan pengukuhan kemudian ditutup dengan momen yang paling dinanti, yakni pembagian Sertifikat Pendidik kepada seluruh peserta. Satu per satu guru maju menerima sertifikat dengan wajah penuh rasa syukur dan kebanggaan. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen tersebut bersama keluarga, rekan sejawat, dan para dosen pendamping sebagai bentuk penghargaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui selama mengikuti Pendidikan Profesi Guru.

Pengukuhan 383 guru profesional ini menjadi bukti nyata komitmen LPTK UIN Mataram dalam menyiapkan sumber daya manusia pendidikan yang unggul, profesional, dan berkarakter. Lebih dari sekadar melahirkan guru yang kompeten, LPTK UIN Mataram terus berupaya membangun budaya profesionalisme yang berpijak pada ilmu pengetahuan, integritas, dan nilai-nilai moral.

Kini, gelar Gr. telah resmi melekat di belakang nama mereka. Namun sesungguhnya, pengakuan terbesar bukanlah tulisan itu sendiri, melainkan ketika masyarakat, orang tua, dan peserta didik merasakan kehadiran guru yang mampu mengajar dengan ilmu, mendidik dengan hati, serta menginspirasi melalui keteladanan. 

Itulah makna sejati seorang guru profesional—mengubah ruang kelas menjadi ruang tumbuhnya harapan, membangun karakter generasi penerus bangsa, dan menjadikan pendidikan sebagai jalan menghadirkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Pewarta: TIM


0 Komentar