BidikNews.net,NTB - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, meminta kepala Perangkat Daerah agar tidak hanya berorientasi pada capaian kinerja. Seorang pemimpin juga dituntut mampu menciptakan rasa nyaman dan menjaga semangat jajaran yang dipimpinnya.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada para kepala perangkat daerah yang menjadi peserta Workshop Manajemen Risiko Pemerintah Provinsi NTB di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (8/8).
"Menjadi pemimpin tidak hanya membanggakan diri dengan sejumlah prestasi yang dicapai. Tetapi yang lebih utama, Bapak/Ibu sebagai pemimpin bisa memberikan rasa nyaman bagi seluruh bawahan, memastikan semangat mereka tetap terjaga, dan tidak ada ketakutan berlebihan ketika dipercayai menempati jabatan, terutama dalam pengelolaan keuangan," ujar pejabat yang akrab disapa Ummi Dinda itu.
Menurut Ummi Dinda, pembekalan melalui workshop manajemen risiko sangat penting untuk membantu pimpinan perangkat daerah memahami potensi persoalan dalam pelaksanaan tugas. Langkah ini sekaligus bertujuan mengantisipasi temuan pemeriksaan di kemudian hari.
"Dengan hadirnya narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI dan Kementerian Dalam Negeri, diharapkan dapat memperkuat kemampuan pimpinan perangkat daerah dalam mengidentifikasi celah risiko serta melakukan langkah pencegahan sejak awal," jelasnya.
Ia menegaskan, target bersama Pemprov NTB saat ini adalah mengubah pola kerja dari pendekatan reaktif menjadi lebih antisipatif dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub NTB juga memberikan apresiasi kepada pimpinan OPD, Inspektorat, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB. 
Para Kepala OPD Pemprov NTB
Pihaknya menilai jajaran terkait telah bekerja keras menyelesaikan tindak lanjut atas catatan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk pelaksanaan program kegiatan Tahun Anggaran 2025.
"Bagi kami yang memberikan perintah dan arahan terlihat lebih mudah, tetapi Bapak/Ibu sekalian yang bekerja langsung di lapangan mengordinasikan tentunya memiliki beban tugas yang cukup berat. Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya," kata Wagub.
Kendati demikian, ia tetap menginstruksikan perangkat daerah yang belum tuntas agar segera mempercepat tindak lanjut terhadap catatan BPK RI.
Pimpinan OPD juga diminta memperketat evaluasi guna memastikan persoalan serupa tidak terulang pada tahun berikutnya.
Mengakhiri arahannya, Ummi Dinda memotivasi jajaran birokrasi agar terus bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa harus dihantui kekhawatiran berlebihan dalam menjalankan tugas.
"Kerja sungguh-sungguh yang Bapak/Ibu tunjukkan tidak pernah akan bisa tertukar dengan pihak lain," pungkasnya. Sumber: Biro Kesra Pemprov ntb)
Pewarta: TIM
0 Komentar