![]() |
| Ketua Tim Periset MoRA The AIR Funds UIN Mataram Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag berpose bersam Anggota tim. |
Buku yang akan dihasilkan ini merupakan buku teoretik yang memayungi model Qur’an Smart Learning (QSL) yang sedang diimplementasikan di pondok pesantren. QSL itu sendiri merupakan riset pengembangan sebagai metode akselaratif dalam pembelajaran Bahasa Arab berbasis pada Al-Qur’an.
Setelah peserta hadir, Ahmad Nurjihadi, M.Ag anggota periset selaku pembawa acara mulai membuka forum yang dikemas secara santai namun serius itu.
Selanjutnya, MC mempersilahkan kepada Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag selaku ketua tim, untuk menyampaikan pengantar materi perihal pentingnya buku yang akan ditulis dalam konteks pengembangan studi Al-Qur’an dan juga dalam kaitan menghasilkan produk yang diharapkan dapat mengubah cara pandang terhadap Al-Qur’an sebagai Kalam Allah yang fungsional dalam proses transformasi sosial.
Penulisan buku Komunukasi Al-Qur’an ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa Al-Qur’an selama ini sangat sering diperlakukan sebagai teks yang dibaca, ditafsirkan, dan dikaji, tetapi dimensi komunikatif-transformatifnya sebagai khiṭāb Ilahi kurang mendapat penekanan. Padahal interaksi kaum muslimin terhadap Al-Qur’an itu ada beberapa tahap, yaitu: tilāwah, qirā’ah, tadabbur, dan istijābah/‘amal.
Melalui tahapan interaksi tersebut, Prof. Amir menekankan bahwa gagasan utama dari penulisan buku ini adalah untuk menjembatani teks suci dengan realitas sosial yang berkembang di masyarakat.
Al-Qur'an tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai dokumen masa lalu yang statis, melainkan sebuah instrumen komunikasi aktif yang mampu menggerakkan perubahan.
Luaran dari penulisan buku Komunikasi Al-Qur'an ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah literatur akademik, tetapi juga menjadi panduan metodologis bagi para pembaca dalam mengaktualisasikan nilai-nilai khiṭāb Ilahi menjadi aksi transformasi sosial yang nyata.
Selanjutnya Dr. M. Firdaus, M.SI mempresentasikan outline buku yang akan ditulis oleh tim. Ada 3 bagian buku yang akan disusun. Bagian Pertama membahas Struktur Komunikasi Al-Qur’an, yang akan mencakup: pergeserahn nasi nash menjadi khitab, anatomi medan komunikasi Al-Qur’an, dan struktur partisipasi dan address Al-Qur’an.
Dengan memperkenalkan konsep seperti represented speech, medan komunikasi resepsi, al-Mukhāṭab al-Mutajaddid, dan re-anchoring, tim periset berusaha menjawab tantangan terbesar dalam studi pragmatik al-Qur'an: bagaimana teks abad ke-7 secara sah dan objektif memosisikan manusia abad ke-21 sebagai mitra tutur langsung.
Bagian Kedua membicarakan Pola Komunikasi Al-Qur’an. Bagian ini berfokus pada transisi analisis dari struktur menuju pola komunikasi berulang di dalam Al-Qur’an melalui penerapan model S–H–R (Sender–Hearer–Referent) serta dinamika wacana linguistik.
Pembahasan diawali dengan memetakan secara tegas batas antara penerima pesan (al-mukhāṭab) dan referen pembicaraan melalui empat variasi pola relasi subjek. Karakteristik komunikatif Al-Qur'an dipetakan ke dalam berbagai kategori seperti al-Ikhbār (pemberitaan), al-Taujīh (pengarahan), hingga al-Wa‘d dan al-Wa‘īd (janji dan ancaman).
Bab ini melakukan komparasi kritis dengan teori tindak tutur kontemporer Barat tanpa harus mengorbankan originalitas kaidah linguistik serta tradisi ilmu balagah Arab yang kaya.
Adapun bagian ketiga akan membahas Fungsi Komunikasi Al-Qur’an. Pada bagian ini antara lain dipusatkan perhatian pada tindakan komunikatif al-Mutakallim.
Al-Qur’an tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga melakukan berbagai tindakan seperti: menginformasikan, mengorientasikan, mengarahkan, mengevaluasi, memberikan komitmen, dan mengekspresikan.
![]() |
| Suasana FGD Berlangsung |
Pada sesi diskusi, muncul banyak komentar, saran dan input-input posisitf dari peserta FGD. Beberapa mengapresiasi konsep outline yang telah dipaparkan tim periset.
Ada yang mengkritisi dengan pertanyaan, bagaimana mengindari bias subyektif dalam mamahami pesan Al-Qur’an dengan pendekatan pragmatic tersebut? Ada yang memberi masukan agar judul buku lebih memantik minat calon pembaca. Ada yang memberi catatan agar penulisan buku hasil riset ini jangan hanya berhenti sebatas kognifif.
Di akhir sesi, tim periset memberikan tanggapan balek atas kritik dan saran dari audience. Pada akhirnya, tim menyampaikan terima kasih atas seluruh sumbangsih gagasan dan saran konstruktif.
Pewarta: TIM


0 Komentar