FTK UIN Mataram Perkuat Kapasitas Prodi dan Jejaring Akademik Bersama FPMIPA UPI Bandung

Dekan FTK, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd.,dan rombongan berpose bersama di depan Kampus Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Kamis (8/10/2026).
BidikNews,Bandung - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram terus memperkuat kapasitas program studi dan memperluas jejaring akademik melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi unggulan. Salah satunya diwujudkan melalui kunjungan akademik FTK UIN Mataram ke Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Kamis (8/10/2026).

Kunjungan tersebut membawa dua agenda utama, yakni pengembangan kapasitas program studi dan Visiting Lecture, sekaligus menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan program studi, peningkatan mutu akademik, inovasi pembelajaran, serta persiapan akreditasi internasional.

Rombongan FTK UIN Mataram dipimpin Dekan FTK, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., bersama Kaprodi Tadris IPA Biologi Dr. Harja Effendi, M.Pd., Kaprodi Tadris Fisika Lalu Didik Melliadi, MS, Kaprodi Tadris Kimia Yuli Kusuma Dewi, M.Pd., Sekprodi Tadris Fisika Rima Buana Prahastiwi, M.Pd., dan Sekprodi Tadris IPA Biologi Ali Harris, M.Pd.

Rombongan diterima langsung oleh Wakil Dekan I FPMIPA UPI Bandung, Prof. Al Jufri, M.Pd., Ph.D. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka, dengan fokus utama pada penguatan mutu program studi dan peluang pengembangan kerja sama akademik yang lebih konkret.

Dalam sambutannya, Dekan FTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas penerimaan FPMIPA UPI Bandung terhadap rombongan FTK UIN Mataram.

Menurutnya, UPI memiliki reputasi dan pengalaman yang kuat dalam bidang pendidikan, keguruan, pengembangan program studi, mutu akademik, serta inovasi pembelajaran. Karena itu, kunjungan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi FTK UIN Mataram untuk belajar sekaligus membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Serah terima cenderamata antara Dekan FTK, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd.,(kiri) dan Wakil Dekan I FPMIPA UPI Bandung, Prof. Al Jufri, M.Pd., Ph.D. (kanan)
Kunjungan silaturahmi ini membawa dua agenda besar, yakni pengembangan kapasitas program studi dan Visiting Lecture. Substansinya adalah kerja sama dan harapan agar ada tindak lanjut yang konkret setelah pertemuan ini, ujar Prof. Maimun.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi akademik, tetapi bagian dari ikhtiar FTK UIN Mataram dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan program studi. 

“Kami datang bukan sekadar untuk berkunjung, tetapi untuk belajar dari pengalaman UPI, khususnya bagaimana mengelola program studi, menjaga mutu akademik, mengembangkan SDM, memperkuat pembelajaran, dan membangun jejaring internasional,” jelasnya.

Hal tersebut menjadi semakin relevan karena FTK UIN Mataram saat ini terus melakukan transformasi kelembagaan untuk meningkatkan mutu akademik dan daya saing program studi.

Sejumlah program studi di lingkungan FTK juga sedang berproses menuju akreditasi internasional ACQUIN.

Karena itu, pengalaman FPMIPA UPI Bandung dalam menghadapi proses akreditasi ACQUIN menjadi salah satu fokus penting dalam dialog akademik tersebut.

Wakil Dekan I FPMIPA UPI Bandung, Prof. Al Jufri, M.Pd., Ph.D., menyambut baik kunjungan FTK UIN Mataram. Ia menyampaikan bahwa kehadiran rombongan dari Mataram merupakan suatu kehormatan bagi FPMIPA UPI. “Kami berterima kasih karena Bapak dan Ibu telah datang dari tempat yang sangat jauh, dari Mataram, NTB. Bagi kami, ini merupakan suatu kehormatan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan salam dari Dekan FPMIPA UPI yang pada saat bersamaan sedang mengikuti rapat bersama jajaran rektorat. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Al Jufri berbagi pengalaman FPMIPA UPI dalam menghadapi proses akreditasi internasional ACQUIN.

Pertemuan antara rombongan TFK UIN Mataram dengan FPMIPA UPI Bandung, berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka, dengan fokus utama pada penguatan mutu program studi dan peluang pengembangan kerja sama akademik yang lebih konkret.
Menurutnya, kesiapan menghadapi akreditasi internasional harus dibangun secara komprehensif, bukan hanya melalui kelengkapan dokumen, tetapi juga melalui kesiapan seluruh ekosistem akademik.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah ketersediaan laboratorium yang lengkap dan representatif. Peralatan laboratorium juga harus mendukung kebutuhan pembelajaran dan penelitian serta mengikuti perkembangan teknologi.

“Laboratorium harus siap, lengkap, dan alat-alat yang digunakan juga harus mendukung proses pembelajaran pada program studi,” jelasnya.

Selain laboratorium, aspek kurikulum menjadi perhatian penting. Dalam konteks bidang ilmu pengetahuan alam, proporsi SKS antara Kimia, Fisika, Biologi, dan Matematika harus disusun secara proporsional sehingga mencerminkan kompetensi keilmuan yang dibutuhkan mahasiswa.

FPMIPA UPI juga menekankan pentingnya kesiapan laboratorium microteaching, khususnya untuk mendukung pembentukan kompetensi pedagogis calon guru.

Menariknya, aspek layanan mahasiswa juga menjadi bagian dari perhatian dalam proses akreditasi. Fasilitas perkuliahan perlu memperhatikan prinsip inklusivitas, termasuk menyediakan kursi kuliah yang dapat digunakan mahasiswa yang menulis dengan tangan kiri.

Selanjutnya menurut WD1 FPMIPA bahwa keselamatan Mahasiswa Menjadi Prioritas dalam kegiatan praktikum.

Prof. Al Jufri menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas P3K dan prosedur penanganan keadaan darurat harus dipastikan, terutama bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan praktikum di laboratorium.

Termasuk di dalamnya adalah kesiapan menghadapi risiko ketika mahasiswa bersentuhan dengan bahan atau zat kimia.

Pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bahwa mutu program studi tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga dari kemampuan institusi menyediakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, nyaman, dan mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa.

Selain pengembangan kapasitas program studi, agenda Visiting Lecture menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Prof. Maimun menegaskan bahwa Visiting Lecture tidak boleh berhenti sebagai kegiatan kuliah tamu yang bersifat seremonial.

“Visiting Lecture jangan hanya diposisikan sebagai kegiatan kuliah tamu, tetapi menjadi pintu masuk bagi academic collaboration yang lebih luas,” tegasnya.

Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk pertukaran gagasan akademik, joint research, publikasi bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan inovasi pembelajaran, hingga penguatan jejaring akademik nasional dan internasional.

Dekan FTK, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd.,dan Wakil Dekan I FPMIPA UPI Bandung, Prof. Al Jufri, M.Pd., Ph.D. 
Dengan demikian, kunjungan FTK UIN Mataram ke FPMIPA UPI Bandung diharapkan tidak berhenti pada pertemuan satu hari. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Kunjungan FTK UIN Mataram ke FPMIPA UPI Bandung menunjukkan bahwa penguatan mutu perguruan tinggi membutuhkan keterbukaan untuk belajar dari pengalaman institusi lain.

Bagi FTK UIN Mataram, pengalaman FPMIPA UPI dalam mengembangkan program studi dan menghadapi akreditasi internasional menjadi referensi penting dalam memperkuat transformasi kelembagaan yang sedang berlangsung.

Lebih dari itu, pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa jarak geografis bukanlah batas bagi kerja sama akademik.

Dari Mataram menuju Bandung, yang dibawa bukan sekadar agenda kunjungan, tetapi semangat untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama.

Melalui penguatan kapasitas program studi dan pengembangan Visiting Lecture, FTK UIN Mataram terus membuka ruang bagi lahirnya kolaborasi akademik yang lebih luas—sebuah langkah menuju program studi yang semakin bermutu, adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. []

Pewarta: TIM

0 Komentar