Pesan Istimewa dari Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag, Jangan Biarkan Setan Membajak Ramadhan-Mu !


Ketika memberikan ceramah subuh di masjid Al Achwan Griya Pagutan Indah Mataram pada Hari Senin, 01 April 2024 bertepatan dengan hari ke-21 puasa Ramadhan 1445 Hijriyah, Prof. DR. H. Ahmad Amir Aziz, M. Ag menyampaikan pesan yang sangat istimewa kepada seluruh ummat mukmin yang melaksanakan ibadah puasa agar senantiasa menjaga jangan sampai setan laknatullah membajak Ramadhan yang sedang dijalani.

Bagaimana pesan istimewa yang disampaikan Guru Besar UIN Mataram itu? Berikut BidikNews.net melaporkan selengkapnya.

Kita tahu, setan merupakan musuh utama, namun kadang kita lupa tipudayanya. Setan seringkali membujuk dan menggoda manusia untuk tersesat dari jalan yang benar. 

Dengan siasatnya yang licik, setan membujuk manusia agar melakukan perbuatan dosa dan meninggalkan ketaatan kepada Allah. Tidak hanya itu, setan juga membajak pikiran dan perasaan manusia, membuat mereka merasa tergoda untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama. 

Setan memiliki berbagai cara untuk mempengaruhi dan membajak pikiran manusia, salah satunya adalah melalui kelalaian dalam aktifitas sehari-hari. Contohnya, ketika seorang mukmin hendak menyantap makanan tetapi lupa untuk menyebut nama Allah sebelum mulai makan, setan dapat ikut menikmati hidangan tersebut. 

Dengan kelalaian ini, manusia memberikan kesempatan bagi setan untuk hadir dan turut serta dalam aktivitas yang seharusnya diawali dengan menyebut nama Allah Swt. Rasulullah yang memberitahu kita demikian: 

“Sesungguhnya setan akan menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah saat memulainya" (Hadist riwayat Abu Dawud).

Setan menggunakan berbagai cara untuk menciptakan ketidaknyamanan dan gangguan dalam tidur manusia yang tidak diawali dengan doa. Gangguan ini bisa berupa mimpi buruk, rasa gelisah, atau bahkan perasaan terjaga secara tiba-tiba di tengah malam. Hal ini mempengaruhi kualitas istirahat seseorang dan dapat mengganggu kesehatan mental dan fisik. 

Sebagai hamba Allah yang sedang menjalankan ibadah puasa, kita harus sadar bahwa setan tidak pernah berhenti mencoba menggoda dan menghalangi dari mencapai kebaikan. 

Padahal kebaikan di bulan suci Ramadhan sangat melimpah, pahala amal ibadah dilipatgandakan, namun kadang manusia masih lengah dan santai tidak merebut bonus-bonus Istimewa Ramadhan.

Bahkan acapkali kita melampaui batas dalam hal berbuka puasa, aneka makanan dan minuman semua tersedia, seolah berbuka merupakan pelampiasan dari seharian puasa. Di sinilah setan mudah masuk melalui sikap berbuka secara berlebihan, seseorang akan malas untuk shalat taraweh, apalagi qiyamul lail di sepertiga malam akhir.


Disisnilah setan menyelinap masuk, hendak membonceng Ramadhan kita, membuat kita tidak fokus untuk meraih puasa ruhani, puasa level khawas (khusus). Setan menggiring kita untuk tetap berbicara tanpa kendali sehingga akan mudah bohong, mengumbar umpatan dan cacian, serta menebar hoax sehingga membuat suasana menjadi tidak kondusif. Jika ini terjadi maka setan telah berhasil membajak Ramadhan kita.

Di tengah kebaikan dan berkah yang melimpah pada bulan suci Ramadhan, setan selalu berusaha keras untuk mempengaruhi dan menggoda umat Islam agar lupa dan focus pada 10 hari terakhir Ramadhan yang amat penting itu. 

Salah satu strategi setan adalah dengan membuat manusia lalai dalam menjaga kualitas ibadah mereka, terutama dalam menjaga kesucian dan keutamaan bulan Ramadhan.

Dengan siasatnya yang licik, setan berusaha memanfaatkan kelemahan dan ketidaktahuan manusia untuk menjauhkan mereka dari kebaikan. Misalnya, saat seseorang lalai dalam menjaga kesempurnaan ibadah puasa dengan melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan seperti berbohong, berdusta, atau bahkan berbuat dosa lainnya, setan merayakan kemenangannya. Ia berusaha untuk membajak Ramadhan kita.

Selama 10 hari terakhir Ramadhan, setan meningkatkan upayanya untuk mengganggu umat Islam agar terhambat dalam menunaikan ibadah dengan baik. Dengan berbagai tipu daya dan godaannya yang merayu, setan berusaha memalingkan perhatian manusia dari kebaikan dan memperlemah keteguhan iman dan upaya menjemput malam lailatul qadar. 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap waspada dan menjaga kesucian spiritual agar tidak terjerumus dalam godaan setan yang melemahkan semangat pada hari-hari akhir Ramadhan yang sangat mulia ini.

* Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag  adalah : GURU BESAR UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM


0 Komentar