RKB Pulau Lombok Adakan Halal Bihalal dan Pelepasan JCH 2024, Hadirkan Qori Kelas Dunia dan Penceramah Terkemuka


Salah satu tradisi yang selalu hadir saat Idulfitri yakni Halalbihalal. Biasanya Halalbihalal dilakukan dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga, saudara, dan kerabat.Tradisi ini memiliki akar sejarah yang mendalam, sekaligus menegaskan betapa pentingnya halal bihalal dalam memelihara relasi sosial yang harmonis.

BidikNews.net,Mataram,NTB – Berangkat dari hal itu Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBP) pada Kamis, 9 Mei 2024 akan melaksanakan acara Halal Bihalal yang bertempat di Gedung Sekretariat RKBPL Jln.KH. Ahmad Dahlan Pagesangan Mataram.

Panitia pelaksana halal bihalal yang diketuai Muslim, ST, M.Si (Kadis Perikanan Provinsi NTB) bersama Sekretaris Panitia Firmansyah,S.Hut,M.Si itu telah bekerja mempersiapkan acara dengan maksimal dan dikhabarkan akan dihadiri ribuan warga Bima dan dirangkai dengan pelepasan JCH asal Bima yang berdomisili di Pulau Lombok. 

Acara Halal bihalal yang mengangkat Tema “Pererat Silaturrahmi Wujudkan Kebersamaan Dalam Bingkai Kasama Weki, Kaneo Matani” tahun 2024 ini Panitia Pelaksana akan menghadirkan Penceramah terkemuka, Prof.DR.H.Abdul Fattah, S.Ag.M.Fil.I serta Qori Internasional Ustadz Syamsuri Firdaus.

Halal Bihalal menjadi suatu Tradisi yang penting bagi Keluarga Besar Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL). Dimana kegiatan tersebut merupakan momentum untuk saling memaafkan sekaligus sebagai forum silaturahmi bagi keluarga besar warga Bima yang berdomisili di Pulau Lombok. Hal tersebut di ungkapkan Ketua Umum RKBPL, DR. H. Muhammad Irwan, Husain, M.P kepada media ini.

Melalui Halal Bihalal juga diharapkan dapat mengurai hubungan yang tersumbat agar mengalir kembali ibarat air menjadi jernih, sekaligus berharap pengampunan dan penyelesaian kesalahpahaman masa lalu,” ujar DR.H.Muhammad Irwan.

Halal Bihalal bertujuan memperbaiki dan untuk menyambung kembali hubungan yang terputus, mendekatkan yang jauh, menciptakan harmoni, dan menularkan perbuatan baik. Ini bukan hanya tradisi religius tetapi juga simbol dari kebersamaan dan kesatuan.” Lanjut Muhammad Irwan.

Tradisi ini tidak hanya menjadi waktu untuk membersihkan hati dari dendam atau prasangka tetapi juga sebagai momen untuk memulai kembali dengan hati yang bersih dan niat yang baik.” Tutur Pria yang murah senyum itu.

Pewarta: Dae Ompu



0 Komentar