Mengenang Samaun Bakri, Wartawan Pejuang Lewat Pena dan Darah Dekat dengan Soekarno

Samaun Bakri, Wartawan pejuang
BidikNews.net - Samaun Bakri (28 April 1908 – 10 Oktober 1948) adalah sosok jurnalis sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia yang namanya terpatri dalam sejarah. 

Ia bukan hanya seorang wartawan tajam yang berani menentang kolonialisme lewat tulisan, tetapi juga sahabat dekat sekaligus utusan kepercayaan Presiden Soekarno. Perjalanan hidupnya penuh liku, dari ranah Minang hingga berakhir di peristiwa tragis jatuhnya pesawat Dakota RI 002.

Lahir di Kurai Taji, Padang Pariaman, Samaun muda menolak tunduk pada keangkuhan Belanda. Ia memilih jalan perlawanan dengan aktif di PNI, PSII, dan PERMI, lalu bergabung dengan Muhammadiyah ketika partai-partai pergerakan dibubarkan kolonial. 

Di dunia pers, ia mengasah pena perlawanan lewat surat kabar Persamaan, Sasaran, hingga mendirikan Penabur. Pandangannya yang tajam membuatnya diusir dari tanah kelahiran, namun justru membuka jalan menuju pengabdian yang lebih luas.

Perantauan membawanya ke Bengkulu, tempat ia bertemu Soekarno yang sedang diasingkan. Dari sinilah kedekatan mereka terjalin. 

Samaun bukan hanya rekan, tetapi juga orang kepercayaan yang turut mengurus pernikahan Bung Karno dengan Fatmawati pada 1943, bahkan mengawal rombongan keluarga Fatmawati ke Jakarta. 

Saat Jepang berkuasa, ia ikut dalam organisasi Putera dan Jawa Hokokai, serta menjadi saksi perumusan naskah proklamasi bersama para tokoh muda lainnya.

Pasca kemerdekaan, Samaun aktif dalam KNIP, terlibat dalam keputusan bersejarah Bandung Lautan Api, hingga menjabat Wakil Residen Banten. Namun, pengabdian terakhirnya membawa ia ke misi rahasia: mengangkut emas untuk membeli pesawat ke India. 

Pesawat Dakota RI 002 yang ditumpanginya jatuh di hutan Lampung pada 1 Oktober 1948, menutup hidupnya di usia 40 tahun. Jenazahnya baru ditemukan tiga dekade kemudian, dan ia akhirnya dimakamkan dengan penghormatan sebagai pahlawan.

Pada 2002, pemerintah Indonesia menganugerahinya Bintang Mahaputra Utama, sebuah pengakuan atas dedikasi dan pengorbanannya. 

Kisah hidup Samaun Bakri, sang wartawan-pejuang, kini dikenang bukan hanya lewat buku yang ditulis putranya, tetapi juga melalui sejarah bangsa yang ia bela dengan pena dan darah. (dihimpun dari beberapa sumber)

Pewarta: TIm


0 Komentar