The MoRA AIR Funds UIN Mataram Gelar "FGD PHEDEVI EduTech" Untuk Riset Berdampak

Tim Peneliti, antara lain : Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.Si (ahli Pendidikan Sains), Prof. Dr. Maimun, M.Pd (ahli Teknologi Pendidikan), Dr. Muhammad Zohri, M.Sc (ahli Energi Terbarukan), Ibrahim, M.Pd (ahli Pendidikan Sains dan Etnopedagogi.)
Komitmen UIN Mataram dalam menghadirkan riset yang berkualitas, kolaboratif, dan berdampak kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Bahan Ajar Digital PHEDEVI EduTech (Physics Energy Digital Virtual). 

BidikNews.net,Mataram - Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 27–28 Juli 2026, di Grand Madani Hotel Mataram, menjadi salah satu tahapan penting dalam penelitian pengembangan bahan ajar digital berbasis Virtual Laboratory dan Project Based Learning (PjBL) bernuansa etnopedagogi untuk mengintegrasikan konsep Photovoltaic Thermal (PVT) sebagai inovasi pembelajaran fisika yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan isu energi terbarukan.

Penelitian yang didanai melalui skema The MoRA AIR Funds tersebut tidak hanya menawarkan inovasi media pembelajaran digital, tetapi juga menghadirkan paradigma baru dalam pembelajaran fisika yang memadukan teknologi digital, pembelajaran berbasis proyek, laboratorium virtual, serta nilai-nilai kearifan lokal. 

Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami konsep-konsep ilmiah, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan realitas kehidupan masyarakat dan tantangan global menuju transisi energi berkelanjutan.

Agenda hari pertama, diawali dengan pembukaan, dan sambutan Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.Si.  Dalam pengantarnya, beliau memperkenalkan tim peneliti yang memiliki kompetensi lintas disiplin sebagai fondasi utama keberhasilan penelitian ini. 

Para Tim Peneliti, Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.Si (ahli Pendidikan Sains), Prof. Dr. Maimun, M.Pd (ahli Teknologi Pendidikan), Dr. Muhammad Zohri, M.Sc (ahli Energi Terbarukan), Ibrahim, M.Pd (ahli Pendidikan Sains dan Etnopedagogi.)
Tim tersebut terdiri atas Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.Si sebagai ahli Pendidikan Sains, Prof. Dr. Maimun, M.Pd sebagai ahli Teknologi Pendidikan, Dr. Muhammad Zohri, M.Sc sebagai ahli Energi Terbarukan, serta Ibrahim, M.Pd sebagai ahli Pendidikan Sains dan Etnopedagogi.

Menurut Prof. Bahtiar, kolaborasi berbagai bidang keilmuan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan produk pembelajaran yang komprehensif, inovatif, sekaligus relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.

"Penelitian ini tidak dibangun oleh satu disiplin ilmu saja, tetapi merupakan perpaduan antara pendidikan sains, teknologi pendidikan, energi terbarukan, dan etnopedagogi. Sinergi inilah yang kami yakini mampu menghasilkan inovasi pembelajaran yang benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penelitian PHEDEVI EduTech merupakan hasil kolaborasi dengan tiga perguruan tinggi melalui nota kesepahaman (MoU), yaitu UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengembangan inovasi pendidikan membutuhkan jejaring akademik yang kuat agar hasil penelitian memiliki daya jangkau dan manfaat yang lebih luas.

Lebih lanjut, Prof. Bahtiar memaparkan bahwa penelitian ini merupakan penelitian multiyears yang dirancang selama dua tahun. Meski demikian, dalam kurun waktu sekitar enam bulan, tim peneliti telah berhasil menyelesaikan sekitar 70 persen produk luaran yang siap memasuki tahap validasi dan implementasi.

"Perkembangan ini menunjukkan bahwa kerja kolaboratif yang terencana mampu mempercepat proses inovasi. Produk yang kami kembangkan kini sudah memasuki tahap penyempurnaan melalui forum FGD bersama para pakar," jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penelitian ini menargetkan tujuh luaran utama, yakni publikasi ilmiah bereputasi, buku ajar, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), implementasi model PHEDEVI EduTech, penyusunan policy brief, pengembangan model tata kelola beserta naskah akademik, serta penyusunan infografis sebagai media diseminasi hasil penelitian. 


Ketujuh luaran tersebut dirancang agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam dunia pendidikan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram, Prof. Dr. H. Kadri, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa LP2M memiliki tanggung jawab untuk mendampingi seluruh proses penelitian dosen sejak tahap perencanaan hingga hilirisasi hasil riset.

"LP2M berkewajiban hadir dalam setiap proses penelitian dosen. Pengajuan penelitian dilakukan melalui LP2M, demikian pula kontrak penelitian yang secara kelembagaan ditandatangani bersama LP2M. Pendampingan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga mutu penelitian di UIN Mataram," tegasnya.

Prof. Kadri memberikan apresiasi kepada tim peneliti PHEDEVI EduTech yang dinilainya konsisten mempublikasikan setiap tahapan penelitian. Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud transparansi sekaligus implementasi prinsip keterbukaan informasi dalam pengelolaan riset.

"Setiap tahapan penelitian yang dipublikasikan menunjukkan bahwa proses akademik berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. FGD hari ini adalah bagian penting dari proses pengembangan produk penelitian," ujarnya.

Ia juga menceritakan bahwa beberapa hari sebelumnya dirinya menghadiri penelitian MoRA lainnya yang mengangkat tema pola pengasuhan anak berbasis kearifan lokal. Hal tersebut menunjukkan bahwa LP2M senantiasa hadir mendampingi berbagai fokus penelitian dosen dengan ragam tema yang berbeda.

Menurutnya, keragaman tema penelitian di UIN Mataram memiliki satu orientasi yang sama, yaitu mendukung arah kebijakan Kementerian Agama dalam menghadirkan riset yang berdampak bagi masyarakat.

"Apapun bidang penelitiannya, orientasinya harus jelas, yaitu memberikan manfaat nyata. 

Penelitian PHEDEVI EduTech sangat relevan karena menjawab kebutuhan inovasi pembelajaran fisika berbasis teknologi digital sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan," katanya.

Lebih jauh, Prof. Kadri menekankan pentingnya hilirisasi hasil penelitian. Ia berharap setiap inovasi yang dihasilkan dosen tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dimanfaatkan oleh sekolah, dunia industri, pemerintah, maupun masyarakat luas.

"Saya berharap hasil penelitian ini dapat dihilirisasi sehingga benar-benar menjadi solusi yang digunakan dalam praktik pendidikan. Kolaborasi dengan dunia industri juga perlu terus diperkuat agar inovasi yang lahir dari kampus memiliki daya guna yang tinggi," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Prof. Kadri menyampaikan optimisme terhadap kemampuan tim peneliti.

"Saya percaya kepada tim periset ini. Mereka adalah tim yang handal dan memiliki komitmen kuat. Teruslah menjaga semangat dan konsistensi dalam setiap tahapan pengembangan, karena kontribusi riset seperti ini akan menjadi salah satu pengungkit utama dalam meningkatkan marwah dan reputasi penelitian UIN Mataram," pesannya sebelum secara resmi membuka kegiatan FGD.

Nara Sumber FGD PHEDEVI EduTech, antara lain, Prof. Dr. Hj. Susilawati, M.Si, Prof. Saiful Prayogi, M.Pd dan Dr. Nanang Rahman, M.Pd 
Usai pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sesi utama berupa pemaparan tiga narasumber sesuai bidang keahlian masing-masing. Prof. Dr. Hj. Susilawati, M.Si memaparkan peran pendidikan fisika sebagai pilar inovasi teknologi Photovoltaic Thermal (PVT) menuju kemandirian energi terbarukan. 

Selanjutnya  Prof. Saiful Prayogi, M.Pd mengulas inovasi teknologi pembelajaran untuk mendukung transformasi pembelajaran digital. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Nanang Rahman, M.Pd yang membahas strategi pengembangan media dan desain pembelajaran digital yang efektif, interaktif, dan berorientasi pada pengalaman belajar peserta didik.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta mengenai penyempurnaan konsep, desain media, integrasi laboratorium virtual, serta implementasi Project Based Learning yang diperkaya dengan nilai-nilai etnopedagogi. Berbagai gagasan yang muncul pada hari pertama FGD menjadi bekal penting untuk penyempurnaan produk pada tahapan berikutnya.

Melalui forum ini, UIN Mataram kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan. 

PHEDEVI EduTech diharapkan menjadi model pembelajaran fisika yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berpijak pada kearifan lokal, dan berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan energi masa depan serta mendukung terwujudnya riset berdampak sebagaimana menjadi arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia.(Humas UIN Mataram)

Pewarta: TIM


0 Komentar