
Gubernur NTB, DR.HL.Muhammad Iqbal
Sekda adalah pimpinan tertinggi di Sekretariat Daerah (Setda) sebagai tangan kanan Kepala Daerah, yang memastikan semua program dan tugas pemerintahan daerah berjalan teratur dan sesuai aturan.
BidikNews.net,NTB - Sejak diumumkan kepada publik oleh Panitia Seleksi Terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, terus berproses. 10 orang telah dinyatakan lengkap administrasi. Dari sepuluh oarng pendaftar terdapat dua orang dari luar ASN pemerintah Provinsi NTB.
Dengan munculnya dua pejabat dari luar tersebut, para pejabat eselon II pemprov NTB yang mendaftar mulai “was-was” karena dengan sistem seleksi yang terbuka (open bidding), maka peluang pejabat dari luar Pemprov untuk terpilih sama besarnya.
Berhembus kahabr masuknya dua pejabat dari luar pemprov NTB itu menjadikan proses seleksi terbuka calon sekda NTB makin berat untuk para pejabat pemprov sendiri, mengingat sebelumnya sebagai contoh nyata dari sebuah proses seleksi terbuka Inspektur Pemprov NTB yang dipilih orang di luar ASN Pemprov NTB.
Meski bukan ASN Pemprov NTB, Budi Herman sendiri merupakan putra kelahiran Lombok Timur, Ketika dilantik menjadi Inspektur Inspektorat NTB,Budi Herman bertugas di Kejati Bengkulu.
Tentunya Budi Herman Alumni Fakultas Hukum Unram ini ingin kembali ke NTB dengan alasan karena untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik untuk daerah kelahirannya.
Sebagai Inspektur Provinsi NTB Budi Herman ditugaskan Gubernur NTB HL. Muhammad Iqbal untuk adalah melakukan manajemen risiko terhadap pembangunan.
Ditengah proses seleksi Sekda NTB kali ini, Informasi yang terus mengemuka adalah, Gubernur HL.Muhammad Iqbal dan Wagub Hj. Indah Damayanti Putri konon kabarnya, sangat terganggu dengan rumor-rumor yang santer beredar di publik bahwa nama sekda definitif sudah ada di kantong gubernur dan wakil Gubernur.
Bahkan, secara tersamar, keduanya sudah mengendus, adanya aksi dukung menudukung calon, dengan membawa-bawa etnis tertentu. Bahkan dikait-kaitkan dengan politik Pemilihan Gubernur NTB 2024 lalu.
Atas dasar pertimbangan inilah Gubernur kemudian mengambil jalan tengah yang tegas yaitu melakukan seleksi secara terbuka. Aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai tingkatan baik di daerah maupun pusat, boleh ikut.
Oleh karanenya, dalam pembentukkan panitia seleksi (Pansel) calon Sekda melibatkan para profesional yang benar-benar kompeten salah satunya adalah Ketua Panitia Seleksi (Pansel) seleksi terbuka Sekda NTB dipercayakan kepada Riduan Mas'ud (Guru Besar UIN Mataram).
Sehingga calon Sekda yang nanti terpilih adalah pimpin birokrasi Pemprov yang mampu membawa perubahan positif. Baik untuk internal birokrasi, maupun eksternal (hubungan dengan DPRD), serta mampu mengoptimalkan potensi OPD meningkatkan pendapatan daerah.
Dalam hal calon Sekda NTB, Gubernur Iqbal menegaskan sosok yang di harapkan nya adalah orang yang harus memiliki kemampuan kuat dalam tata kelola pemerintahan, sehingga bisa membantunya dalam mengelola birokrasi dengan cepat dan tepat.
Menurut Gubernur Iqbal, penguasaan tata kelola menjadi syarat utama agar roda pemerintahan berjalan efektif dan efisien. Dengan dukungan Sekda yang solid di internal birokrasi, dirinya bisa fokus menjalankan peran strategis ke luar daerah maupun nasional. Semoga
Pewarta: Dae Ompu
0 Komentar