Diduga Dana Desa Dibawa Kabur Oknum Bendahara, Pemuda dan Warga Desa Nata Palibelo Bima Segel Kantor Desa

Foto:  Warga dan Pemuda Desa Nata Kecamatan palibelo Bima segel Kantor Desa dan Oknum Bendahara inisial ( Y ) yang diduga bawa kabur dana Desa

BidikNews.net, Bima
- Peristiwa memalukan segaligus memilukan terjadi desa Nata Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Pasalnya, oknum bendahara Pemerintah Desa berinisial Y beberapa hari dinyatakan menghilang setelah warga dan pemuda mencium aroma dugaan korupsi dana desa ratusan juta rupiah yang dilakukan oleh oknum bendahara desa.

Menghilangnya oknum bendahara desa inisial Y tersebut membuat warga dan pemuda geram dengan melakukan aksi penyegelan kantor desa yang disaksikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa setempat.

Penyegelan kantor desa tersebut dilakukan sebagai bentuk ketidakpuasan warga masyarakat desa Nata terhadap sikap pemerintah desa yang tidak transparan mengelola dana desa yang merupakan hak warga masyarakat.

Warga masyarakat dan pemuda desa Nata juga menuding pemerintah desa memonopoli penggunaan anggaran sehingga oknum bendahara terindikasi memanipulasi anggaran berdasarkan seleranya sendiri.

Hal lain yang membuat masyarakat desa Nata melakukan aksi penyegelan kantor desa karena gaji RT, RW serta Guru ngaji dan marbot hingga saat ini belum  diserahkan oleh bendahara desa sehingga menimbulkan keresahan dan kecurigaan bahwa anggaran itu sudah habis digunakan secara pribadi oleh oknum bendahara desa.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa anggaran desa yang hingga kini belum diketahui penggunaannya oleh bendahara sekitar Rp400 juta. Dan Bendahara desa berinisial Y sendiri hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Adnan salah seorang pemuda desa, kepada media ini mengaku dirinya, dan warga masyarakat desa lainnya menginginkan adanya transparansi pengelolaan anggaran desa sehingga tidak menimbulkan keresahan dimasyarakat.

Ia juga mengingatkan agar oknum bendahara desa inisial Y untuk segera muncul ditengah masyarakat guna memberikan klarifikasi bagaimana sebenarnya yang terjadi sehingga hak-hak yang harus ditrima masyarakat tidak diberikan sesuai aturan yang berlaku.

Sikap tegas Adnan bersama pemuda serta masyarakat desa nata agar pemerintah desa dan bendahara desa transparan dalam pengelolaan anggara desa, semata-mata agar uang Negara dapat disalurkan sesuai peruntukkannya, bukan malah untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Sikap Adnan dan pemuda serta warga masyarakat sangat beralasan, karena mereka inginn desa Nata menjadi desa yang lebih baik tanpa ada prilaku-prilaku korup sebagaimana yang terjadi seperti saat ini.

“Saya serta unsur pemuda dan warga masyarakat desa tidak ingin sesuatu yang berlebihan, hanya satu yakni, oknum bendahra desa transparan dalam penggunaan dana desa yang diperuntukkan kepada masyarakat yang berhak menerima dengan baik dan benar,” tegas Adnan.  

Ia juga, meminta agar Bendahara Y segera kembali dan hadir ditengah masyarakat desa Nata agar bisa dimusyawarahkan bersama guna mencari suolusi yang terbaik agar persoalan ini tidak membias yang berujung ke meja hukum.

“Kami meminta agar oknum bendahara desa dapat menyelesaikan masalah yang terjadi ditengah masyarakat untuk dimusyawarahkan bagaimana solusi yang terbaik. Pilihannya, hanya dua, Penjara atau uang yang diduga digelapkan itu dikembalikan sesuai peruntukkannya,” tegas Adnan.

Pewarta: Tim

 



0 Komentar