Peristiwa Pilu Kasus Narkoba di Bima, Libatkan 2 Perwira Polisi Sebagai “Dalang”, Organisasi Besar RKBPL Turut Prihatin

Dewan Pembina RKBPL, DR. H. Arsyad Gani, M. Pd saat memberikan pernyataan didampingi Dewan Pakar H. Muhammad dan Ketua Umum serta Sekretaris Umum RKBPL, DR. H. Muhammad Irwan, MP dan H. Amir, S.Pd, MM
BidikNews.net,Mataram - Sebuah pemandangan yang memilukan sekaligus memalukan terjadi di daerah “Maja Labo Dahu”. Dimana dua oknum Perwira menengah polisi yang bertugas di wilayah hukum Polres Bima Kota diketahui menjadi “dalang” beredarnya narkoba yang kemudian dua perwira menengah Kepolisian RI itu harus menerima hukuman setimpal atas perbuatannya.

Menyikapi hal itu sebuah organisasi besar yang menaungi puluhan ribu warga bima yang berdomisili di Pulau Lombok yang tergabung dalam wadah Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL) turut mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang memilukan sekaligus memalukan itu.

Pernyataan resmi keprihatian RKBPL itu tersebut terungkap ketika seluruh pengurus mengadakan pertemuan dalam rangka menayatukan langkah agar peristiwa perdaran narkoba di wilayah Kabupaten dan Kota Bima segera dihentikan dari belenggu ulah para penjahat narkotika.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Dewan Pembina, Dewan Pakar Ketua Umum dan sekretaris dan para tokoh Bima lainnya serta ibu-ibu yang tergabung dalam wadah Wanita RKBPL.

Ketua Dewan Pembina RKBPL, DR. H. Arsyad Gani, M.Pd dalam kesempatan itu menyampaikan rasa kecewanya kepada para pihak dan oknum yang membuat nama baik institusi kepolisian ternoda. 

Mantan Rektor Ummat ini, mengatakan maraknya kasus narkoba di Bima merupakan alarm serius bagi kita semua terutama pemerintah agar segera mengambil langkah untuk menghentikan peredaran narkoba di wilayah Bima.

Sementara itu, Ketua Umum Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL), DR. H. Muhammad Irwan Husain, mengaku pihaknya akan melayangkan surat secara resmi kepada pemerintah dan aparat agar kasus yang membuat luka seluruh masyarakat Bima khususnya dan NTB umumnya tidak terulang kembali.

Ia juga menyampaikan bahwa RKBPL akan mengeluarkan himauan kepada seluruh warga Bima dan masyarakat dimana pun berada agar kita semua dapat menjaga keluarga dari ulah para penjahat pengedar narkoba yang telah melukai hati dan perasaan masyarakat.

Dalam kesempatan itu DR. H. Muhammad Irwan yang didampingi Sekretaris Umum RKBPL, H. Amir, S.Pd, M.M menyampaikan bahwa hari ini yang mestinya sebagai hari kebanggaan masyaraka Bima atas keberhasilan Ananda M. Zian Fahrezi, Qori cilik berusia 11 tahun yang baru saja menyabet Juara 1 di MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak (Februari 2026). 

Tapi ini justru rasa bangga itu berubah menjadi suasana luapan kesedihan dan kekecewaan. Bagaimana tidak, Kekecewaanitu muncul karena pertiwa kasus headline Nasional disetia beranda media sosial dan media masa.


Bagi RKBPL, apa yang di lakukan oleh oknum2 ini tentu menjadi citra buruk dan menjadi tandatanya masyarakat terkait keseriusan permberantasan Narkoboy itu sendiri seperti apa?Karena itu kata Muhammad Irwan Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL) akan mengambil sikap tegas (drafnya sedang disusun oleh Koordinator Bidang Hukum Bapak Taufan Abadi, SH., MH. dan timnya atas dasar hasil rapat Pengurus hari ini) yang nanti Pengurus akan menyampaikan ke POLDA NTB juga Pemerintah Daerah Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Langkah ini menjadi langkah serius yang lahir atas kepedulian bersama terhadap Daerah tempat kita berasal terutama dalam hal menyelamatkan generasi2 emas yang dimiliki oleh Daerah kita tercinta.” Tegas Muhammad Irwan.

Pada kesempatan yang sama, salah satu warga Bima yang berdomisili di Pulau Lombok menyebut keterlibatan oknum Polisi dalam lingkaran kejahatan peredaran narkoba di Bima  sebagai perbuatan “menyiram air garan di atas luka”.

Disaat rakyat Bima menghadapi berbagai cobaaan bencana alam dan bencana sosial, disaat itu pula oknum –oknum penjahat narkoba dengan leluasa menebar perbuatan buruk yang melukai hati dan perasaan masyarakat Bima.

Dari pertemuan tersebut juga terungkap saran dan masukan agar institusi kepolisian dapat lebih bijak menempatkan personilnya sebagi pelindung dan pengayom masyarakat.

Ada banyak yang bermental buruk tapi tak sedikit anggota- anggota polisi baik yang selalu bersama maasyarakat. Namun dengan ulah segelintir oknum polisi yang berwatak buruk pada akhirnya nama baik institusi pun turut ternoda yang membuat kepercayaan masyarakat terkikis.

Karena itu, dari rentetan peristiwa kasus narkoba yang terjadi di wilayah Bima yang menyeret dua oknum perwira menegah kepolisian patut untuk dijadikan sebagai catatan penting institusi Kepolosian yang Presisi. 

Motto Presisi di Kepolisian dalam hal ini tidak hanya dijadikan sebagai slogan akan tetapi makna luhur yang dikandungnya harus betul-betul di wujudkan dalam tindakan nyata.

Diakhir pertemuan para dewan Pembina, Dewan Pakar serta seluruh pengurus yang hadir berdoa bersama semoga daerah Bima khusunya dan NTB umumnya dijauhkan dari berbagai bencana baik bencana alam maupun bencana sosial serta kejahatan lainnya yang mengganggu kenyamanan dan ketenraman masyarakat.

Pewarta: Dae Ompu











0 Komentar