Suasana Pendopo Tengah Gubernur NTB pada Rabu, 13 Mei 2026 begitu hangat ketika Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana duduk bersama dalam satu meja makan bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Keduanya membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai menjangkau masyarakat hingga pelosok daerah.
Gubernur NTB, HL. Muhammad Iqbal ketika menjamu Kepala BGN RI Dadan Hindayana di Pendopo Tengah Gubernur, pada 13/5/26
BidikNews.net,NTB - Tidak ada suasana formal birokrasi dalam pertemuan itu, justru terlihat perbincangan santai santai tetapi sarat makna disaat negara hadir memenuhi hak dasar masyarakat melalui akses pangan bergizi yang layak.
Perbincangan hangat antara Kepala BGN RI Dadan Hindayana dengan orang nomor satu di Provinsi NTB itu memberi gambaranakan keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan Program MBG berjalan efektif untuk masyarakat.
Pembahasan mengenai tantangan pelayanan publik nasional dimeja makan dengan beberapa kuliner khas Lombok itu mencair. Sesekali terdengar tawa dan gurauan ringan, namun substansi pembicaraan tetap fokus pada misi besar menghadirkan kesejahteraan melalui pemenuhan gizi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kepala BGN RI, Dadan Hindayana, hadir bersama rombongan serta tim Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Lombok. Sementara Gubernur NTB didampingi Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, dan Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Ghani.
Pertemuan dalam bingkai silaturahmi itu berlangsung sederhana namun penuh makna yang mengisyaratkan keseriusan pemerintah termasuk pemprov NTB mengawal program MBG sebagai salah satu Program prioritas nasional.
Dadan Hindayana disuguhi plecing kangkung dan spontan memuji cita rasa tersendiri dibanding daerah lain di Indonesia.
Miq Iqbal terlihat tersenyum sambil bergurau dengan mengatakan bahwa datang ke Lombok tanpa menikmati plecing kangkung terasa belum lengkap, sekaligus memuji kangkung Lombok memang memiliki cita rasa khas yang tidak dirasakan di daerah lain.
Duduk berdua dalam satu meja makan, Kepala BGN Dadan Hindayana dan Gubernur NTB, lalu Muhammad Iqbal juga membahas secara mendalam mengenai perjalanan Program Makan Bergizi Gratis yang diakui penuh tantangan sejak pertama kali dijalankan.
Dadan mengungkapkan, sebagai lembaga baru dengan program nasional berskala sangat besar, Badan Gizi Nasional menghadapi berbagai keraguan pada tahap awal pelaksanaan. Namun dorongan kuat Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk segera menghadirkan layanan makan bergizi bagi masyarakat menjadi energi utama agar program bisa bergerak cepat dan tepat sasaran.
Gubernur NTB dan Kepala BGN RI, duduk bersama bincang soal MBG
“Kalau pemerintah harus membangun dapur sendiri semuanya, tentu akan berat dan membutuhkan waktu lama. Sementara Presiden meminta program ini segera berjalan. Dari situlah lahir pola kemitraan bersama masyarakat melalui yayasan,” ungkap Dadan.
Kepala BGN juga mengakui bahwa perjalanan program tidak selalu berjalan mulus. Tingginya antusiasme masyarakat, percepatan pelaksanaan, hingga berbagai persoalan teknis sempat menjadi sorotan publik dan media. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan publik berskala besar.
“Kalau memulai kebaikan besar untuk masyarakat, kita memang harus siap menerima kritik dan sorotan. Yang terpenting adalah terus memperbaiki dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” ujar Dadan dengan yakin.
Pada kesempata itu, Gubernur NTB HL. Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah sejak awal juga menghadapi tantangan besar dalam memastikan program strategis nasional tersebut dapat berjalan cepat di daerah.
Tetapi melalui konsolidasi kuat bersama pemerintah kabupaten/kota, progres pelaksanaan MBG di NTB terus menunjukkan hasil positif yang signifikan.
Berdasarkan data menyebutkan bahwa Badan Gizi Nasional per 9 Mei 2026, NTB telah memiliki 820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Program ini melibatkan 39.023 relawan dan telah menjangkau sebanyak 1.832.808 penerima manfaat di seluruh NTB. Sementara Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah dengan jumlah SPPG terbanyak yakni 258 unit, disusul Lombok Tengah sebanyak 179 unit dan Lombok Barat 126 unit.
Angka tersebut menunjukkan percepatan luar biasa pelaksanaan MBG di NTB dibanding sejumlah daerah lain di Indonesia.
Capaian fantastis itu mendapat apresiasi dari Kepala BGN RI yang menyebut NTB sebagai salah satu provinsi dengan progres pelaksanaan MBG terbaik secara nasional. Bahkan, realisasi program di NTB disebut telah melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah pusat.
Berpose bersama usai pertemuan
Meski demikian, Gubernur NTB menegaskan masih terdapat sejumlah wilayah pinggiran yang belum sepenuhnya terlayani Program Makan Bergizi Gratis, yakni daerah yang secara geografis cukup jauh dari pusat kota sehingga belum banyak diminati mitra penyelenggara. Bukan kawasan terpencil kategori 3T,
“Di beberapa desa sebenarnya sudah ada sekolah dan pondok pesantren yang sangat memungkinkan untuk dilayani satu SPPG. Program ini sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut,” kata Gubernur NTB.
Menanggapipenjelasan Gubernur Iqbal, Dadan Hindayana memastikan BGN akan segera menindaklanjuti laporan pemerintah daerah agar titik-titik layanan baru dapat dipetakan dan dipercepat pelaksanaannya.
Pertemuan yang dibalut dengan silaturahmi yang berlangsung di Pendopo tengah Gubernuir NTB itu, menyimpulkan satu pesan penting bahwa pelayanan publik terbaik sering kali lahir bukan hanya dari rapat resmi di meja birokrasi, tetapi juga dari percakapan jujur, suasana hangat, dan kesadaran bersama bahwa negara memiliki tanggung jawab menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Pewarta: TIM
0 Komentar