Tim Periset MoRA The AIR Funds UIN Mataram Selenggarakan Workshop Desain Model Tata Kelola Quran Smart Learning (QSL) ‎

Tim Periset MoRA The AIR Funds UIN Mataram
BidikNews.net,Mataram - Dalam suasana yang penuh antusias Tim Periset MoRA The AIR Funds UIN Mataram melaksanakan Workshop Desain Model Tata Kelola Sistem QSL pada Ahad, 28 Juni2026 bertempat di Hotel Puri Indah Mataram. 

‎Kegiatan Workshop ini merupakan bagian dari upaya pengembangan model tata kelola pembelajaran Al-Quran yang lebih sistematis, adaptif, dan berbasis teknologi, sehingga mampu menjawab tantangan pendidikan Al-Quran di era digital. 

‎Melalui forum ini, para peserta diajak untuk memberikan masukan, berdiskusi, serta merumuskan konsep tata kelola yang dapat diimplementasikan secara efektif pada kelompok sasaran.

‎Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi pendidikan Al-Quran dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Timur. 

‎Berbagai isu strategis dibahas secara mendalam, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan kurikulum, integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, hingga strategi peningkatan kompetensi pendidik dan kualitas layanan pembelajaran Al-Quran. 

‎Diharapkan, hasil workshop ini menjadi pijakan penting dalam melahirkan model tata kelola Quran Smart Learning yang inovatif, aplikatif, dan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan Al-Quran di Indonesia.

Ketua Periset Prof. Dr. Ahmad Amir Aziz, M.Ag menyampaikan, tujuan Workhop ini adalah untuk memberikan masukan dan penajaman atas draft Desain Model yang sudah dihasilkan oleh tim. 

‎Dalam laporannya  Prof. Dr. Ahmad Amir Aziz menyampaikan proses riset dan juga output yang telah dihasilkan pada tahun pertama seperti draft model, buku QSL untuk tutor dan untuk peserta, dan juga policy brief. 

‎Pada tahun ini kata Prof. Dr. Ahmad Amir Aziz diawali dengan penyusunan Desain Tata Kelola, yang akan disusul dengan penyusunan buku tentang Komunikasi Al-Quran, publikasi artikel jurnal, naskah kerjasama, infografis dan lainnya.

‎Pada kesempatan yang sama Ketua LP2M UIN Mataram, Prof. Dr. Kadri, M.Si., menyampaikan apresiasi atas perkembangan riset yang dilakukan oleh Tim Periset MoRA The AIR Funds UIN Mataram yang saat ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya. 

‎Menurut Prof. Dr. Kadri capaian tersebut menunjukkan komitmen dan konsistensi tim dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki relevansi terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.

‎Prof. Kadri dalam kesempatan itu berharap agar hasil penelitian ini tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui proses hilirisasi sehingga menghasilkan produk, model, maupun sistem yang benar-benar dapat diimplementasikan. 

Menurut Prof. Kadri pengembangan Quran Smart Learning (QSL) memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu inovasi unggulan UIN Mataram dalam bidang pendidikan Al-Quran berbasis teknologi digital. ‎

Oleh karena itu, kata Prof. Kadri seluruh tahapan penelitian diharapkan mampu mengarah pada terciptanya luaran yang memberi manfaat nyata bagi lembaga pendidikan, masyarakat, serta para pemangku kepentingan.

‎Prof. Dr. H. Kadri, M. Si juga menegaskan bahwa paradigma riset saat ini menuntut lahirnya penelitian yang berdampak (impactful research), yaitu riset yang mampu memberikan solusi atas persoalan nyata, memperkuat kebijakan, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara luas. 

Dengan semangat tersebut, Prof. Kadri optimistis bahwa riset QSL memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu proyek strategis yang dapat dihilirisasi dan menjadi kontribusi nyata UIN Mataram dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Quran di Indonesia.

‎Workshop ini menghadirkan dosen Universitas Mataram, Hapipi, M.Sc., Ph.D., sebagai narasumber utama, Hapipi, sekaligus alumnus S3 dari Cambridge University, Inggris. 

‎Dalam paparannya, Hapipi, M.Sc., Ph.D., memberikan apresiasi terhadap arah pengembangan riset Quran Smart Learning (QSL) yang dinilai menawarkan pendekatan baru dalam kajian dan pembelajaran Al-Quran. 

‎Menurutnya, inovasi yang dikembangkan tim peneliti memiliki potensi untuk menghadirkan perubahan paradigma dalam memahami dan mengelola pembelajaran Al-Quran.

‎Ia juga menyampaikan bahwa selama ini pembelajaran maupun kajian Al-Quran umumnya masih berangkat dari "pinggir-pinggirnya", seperti aspek bacaan, hukum tajwid, tafsir atau tema-tema tertentu yang diambil secara parsial. 

‎Sementara itu, riset yang tengah dikembangkan oleh Tim MoRA The AIR Funds UIN Mataram menawarkan perspektif yang berbeda, yaitu langsung masuk ke korpus Al-Quran sebagai sumber data utama. 

‎Pendekatan ini memungkinkan eksplorasi yang lebih mendalam terhadap struktur, konsep, keterkaitan antarayat, hingga pola-pola makna yang terkandung dalam keseluruhan teks Al-Quran.

‎Hapipi, M.Sc., Ph.D., juga memberikan masukan atas beberapa term dalam naskah yang sebagian terkesan tumpang tindih.

‎Penyusunan bab juga ada yang sudah shahih, tetapi ada juga bab yang isinya seperti mengulang sehingga penting untuk dilakukan penyesuaian agar tersaji secara lebih enak dan terbaca dengan baik di komunitas akademik.

‎Sementara itu, para peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang jalannya workshop. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap sesi diskusi dengan menyampaikan berbagai komentar, catatan kritis, serta masukan yang konstruktif terhadap desain model tata kelola Quran Smart Learning (QSL) yang dipresentasikan. 

‎Diskusi berlangsung secara dinamis, mempertemukan perspektif akademis dengan pengalaman praktis para peserta yang selama ini berkecimpung dalam pengelolaan lembaga pendidikan Al-Quran.

‎Beragam masukan yang disampaikan mencakup aspek konseptual maupun implementatif, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan, penyempurnaan alur pembelajaran, integrasi teknologi digital, hingga strategi penerapan model pada berbagai karakteristik lembaga pendidikan Al-Quran. 

‎Para peserta juga berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan, sehingga setiap saran yang muncul diharapkan dapat semakin menyempurnakan desain model QSL agar lebih aplikatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

‎Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan penting bagi tim peneliti dalam melakukan penyempurnaan model sebelum memasuki tahap implementasi di lapangan. (Sumber : Tim Periset MoRA The AIR Funds UIN Mataram). 

Pewarta: Tim

0 Komentar