Memasuki hari kedua pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) PHEDEVI EduTech (Physics Energy Digital Virtual), suasana akademik di Grand Madani Hotel Mataram, Selasa (28/7/2026), semakin dinamis. 
Tim Peneliti, Prof. H. Maimun, Prof. Bachtiar,Prof. Dr. H. Aris Doyan, M.SiDr. Khairil Anwar, M.Pd.Si
BidikNews.net,Mataram - Setelah hari pertama difokuskan pada penguatan konsep dan pemaparan produk, agenda hari kedua diarahkan pada proses validasi oleh para ahli sebagai tahapan krusial dalam penelitian pengembangan (Research and Development).
Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Virtual Laboratory dan Project Based Learning (PjBL) Bernuansa Etnopedagogi dalam Mengintegrasikan Konsep Photovoltaic Thermal (PVT) yang didanai melalui program MoRA AIR Funds.
Sesi hari kedua diawali dengan pengantar singkat dari anggota tim peneliti, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh validator atas kesediaannya meluangkan waktu untuk memberikan penilaian terhadap produk PHEDEVI EduTech.
Menurutnya, kehadiran para pakar merupakan bagian yang sangat menentukan dalam memastikan kualitas produk sebelum diimplementasikan secara lebih luas.
Dalam sambutannya, Prof. Maimun menegaskan bahwa validasi bukan sekadar memenuhi tahapan administratif penelitian, tetapi merupakan proses akademik yang menjadi ruh dari penelitian pengembangan. Produk yang baik, katanya, adalah produk yang lahir melalui dialog ilmiah, kritik yang membangun, serta penyempurnaan secara berkelanjutan.
"Atas nama tim peneliti, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh validator yang telah berkenan hadir. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kehormatan sekaligus energi bagi kami untuk menghasilkan produk yang benar-benar berkualitas," ungkapnya.
Beliau menjelaskan bahwa FGD hari kedua merupakan tahapan penting dalam model penelitian pengembangan. Kualitas suatu produk pembelajaran tidak hanya diukur dari kreativitas tim pengembang, tetapi juga dari sejauh mana produk tersebut telah memperoleh pengakuan akademik melalui proses validasi para ahli.
Ketua Tim Peneliti, Prof Bachtiar bersama anggota tim Peneliti
Prof. Maimun mengakui bahwa setiap inovasi selalu memiliki ruang untuk disempurnakan. Oleh karena itu, tim peneliti membuka diri terhadap berbagai kritik, masukan, dan rekomendasi yang diberikan oleh para validator.
"Kami menyadari bahwa tidak ada produk yang langsung sempurna. Karena itu, kami berharap seluruh validator dapat memberikan masukan secara objektif, kritis, dan konstruktif. Setiap rekomendasi akan menjadi dasar penting dalam proses revisi dan penyempurnaan produk," ujarnya.
Secara khusus, beliau memohon kepada Validator Ahli Materi, Prof. Dr. H. Aris Doyan, M.Si., untuk menelaah ketepatan substansi keilmuan, kedalaman materi, kesesuaian dengan capaian pembelajaran, integrasi konsep Photovoltaic Thermal (PVT), serta implementasi pendekatan Project Based Learning yang dipadukan dengan nilai-nilai etnopedagogi.
"Kami berharap validasi materi tidak hanya memastikan kebenaran konsep fisika, tetapi juga melihat bagaimana materi tersebut mampu membangun pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa," katanya.
Kepada Validator Ahli Media, Dr. Hikmawati, M.Pd., Prof. Maimun meminta penilaian terhadap kualitas desain media pembelajaran digital, efektivitas Virtual Laboratory, kemudahan penggunaan, interaktivitas, tampilan visual, hingga pengalaman pengguna (user experience).
Menurutnya, media pembelajaran yang baik harus mampu menjembatani konsep-konsep abstrak fisika menjadi lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami.
Sementara itu, kepada Validator Ahli Bahasa, Dr. Khairil Anwar, M.Pd.Si., beliau berharap adanya masukan mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, ketepatan istilah ilmiah, keterbacaan, konsistensi penulisan, serta kejelasan penyampaian materi agar produk dapat dipahami oleh pengguna dari berbagai latar belakang.
Prof. Maimun menegaskan bahwa seluruh hasil validasi akan menjadi dasar penyempurnaan produk sebelum memasuki tahap implementasi. Dengan demikian, PHEDEVI EduTech diharapkan memiliki tingkat validitas, kualitas, dan kelayakan yang tinggi sehingga mampu menjadi salah satu model pembelajaran fisika berbasis teknologi digital yang inovatif.
"Kami berharap proses FGD ini berlangsung secara ilmiah, objektif, dan produktif. Semoga seluruh masukan yang diberikan dapat memperkaya kualitas produk sekaligus memberikan rekomendasi terbaik bagi pengembangan pembelajaran fisika di Indonesia," tuturnya.
Mengakhiri pengantarnya, Prof. Maimun kembali menyampaikan penghargaan kepada seluruh validator yang telah berkontribusi dalam proses penelitian.
Menurutnya, keberhasilan sebuah penelitian bukan hanya ditentukan oleh tim peneliti, tetapi juga oleh keterlibatan para pakar yang memberikan pandangan ilmiah secara independen.
"Atas nama seluruh tim peneliti, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para validator. Kontribusi keilmuan Bapak dan Ibu merupakan bagian penting dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang berkualitas, kredibel, dan berdampak bagi dunia pendidikan," ujarnya.
Setelah sesi pengantar, kegiatan dilanjutkan dengan proses validasi secara mendalam oleh ketiga validator.
Prof. Dr. H. Aris Doyan, M.Si. menelaah aspek materi dan kesesuaian konsep ilmiah yang dikembangkan dalam produk PHEDEVI EduTech. 
Prof. Dr. H. Aris Doyan, M.Si.
Dr. Hikmawati, M.Pd. memberikan evaluasi terhadap desain media pembelajaran digital, Virtual Laboratory, navigasi, serta efektivitas media sebagai sarana pembelajaran.
Sementara itu, Dr. Khairil Anwar, M.Pd.Si. memfokuskan penilaian pada aspek kebahasaan, meliputi ketepatan istilah, struktur kalimat, keterbacaan, dan konsistensi penggunaan bahasa ilmiah.
Proses validasi berlangsung interaktif dengan dialog akademik yang hangat antara validator dan tim peneliti. Berbagai masukan strategis disampaikan untuk memperkuat substansi materi, meningkatkan kualitas media digital, serta menyempurnakan penyajian bahasa agar produk lebih komunikatif dan mudah dipahami.
Seluruh rekomendasi tersebut dicatat sebagai bahan revisi sebelum produk memasuki tahap implementasi dan uji coba yang lebih luas.
Pelaksanaan FGD hari kedua ini menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga memerlukan proses validasi yang ketat agar setiap produk benar-benar memenuhi standar akademik dan kebutuhan pengguna.
Melalui kolaborasi antara tim peneliti dan para validator, PHEDEVI EduTech diharapkan menjadi model pembelajaran fisika yang memadukan Virtual Laboratory, Project Based Learning, konsep Photovoltaic Thermal (PVT), serta nilai-nilai etnopedagogi dalam satu ekosistem pembelajaran digital yang inovatif.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Mataram dalam membangun budaya riset yang bermutu, kolaboratif, dan berorientasi pada hilirisasi hasil penelitian.
Dengan dukungan MoRA AIR Funds, PHEDEVI EduTech diharapkan tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi transformasi pembelajaran fisika di era digital, sekaligus memperkuat kontribusi UIN Mataram dalam menghadirkan riset yang berdampak bagi pendidikan, masyarakat, dan pembangunan nasional.
Pewarta: TIM


0 Komentar