LPTK UIN Mataram Kukuhkan 252 Guru Profesional di Lombok Barat, Mengajarlah dengan Cinta dan Profesionalisme

Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd, 
BidikNews.net Lobar – Suasana Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Sabtu (25/7/2026), dipenuhi rasa syukur, haru, dan kebanggaan. Sebanyak 252 guru peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) wilayah Kabupaten Lombok Barat resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional (Gr) dalam sebuah prosesi yang tidak hanya menjadi penanda berakhirnya pendidikan profesi, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya komitmen baru untuk menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada masa depan generasi bangsa.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi para guru yang telah melalui rangkaian proses pendidikan, pembelajaran, praktik, hingga uji kompetensi untuk memperoleh pengakuan sebagai tenaga pendidik profesional. Namun, lebih dari sekadar seremoni, acara ini dipenuhi pesan-pesan inspiratif yang mengingatkan bahwa gelar profesional bukanlah garis akhir, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam setiap aktivitas pembelajaran di ruang kelas.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), Dr. Abdul Hamid, M.Pd, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada LPTK UIN Mataram atas dedikasi dan komitmennya dalam mencetak guru-guru profesional yang siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.

Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), Dr. Abdul Hamid, M.Pd,

Dalam sambutannya, Dr. Abdul Hamid menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran LPTK UIN Mataram yang selama ini telah menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

"Atas nama Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada LPTK UIN Mataram yang telah membimbing para guru hingga hari ini resmi menyandang gelar Guru Profesional. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita," ungkapnya.

Ia kemudian mengingatkan bahwa penyematan gelar Gr bukan sekadar tambahan identitas akademik di belakang nama, tetapi merupakan simbol tanggung jawab moral sekaligus profesional yang harus tercermin dalam perilaku dan kinerja sehari-hari.

Menurutnya, guru profesional harus terus bertumpu pada empat kompetensi utama, yaitu kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut harus berjalan seiring agar guru mampu menjadi pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

Namun, Dr. Abdul Hamid menegaskan bahwa ada satu fondasi yang tidak boleh dilupakan dalam menjalankan profesi sebagai guru, yakni keikhlasan. Ia mengajak seluruh guru untuk menjadikan motto Kementerian Agama, "Ikhlas Beramal," sebagai ruh dalam setiap pengabdian.

"Kalau kita mengajar dengan ikhlas, maka insya Allah keberkahan akan mengikuti setiap langkah kita. Jangan hanya menghitung apa yang kita terima, tetapi lihatlah bagaimana Allah mencukupkan kehidupan orang-orang yang bekerja dengan penuh keikhlasan," tuturnya.

 252 Guru Profesional Kabupaten Lombok Barat dikukukhan
Suasana aula pun mencair ketika beliau menyampaikan sebuah kelakar yang disambut senyum dan tawa para peserta.

"Coba kita lihat guru-guru madrasah. Ada yang honor bulanannya hanya Rp300 ribu, tetapi rata-rata punya motor lebih dari satu unit. Kenapa? Karena mereka ikhlas. Kalau sudah ikhlas, Allah selalu punya cara untuk menghadirkan keberkahan," ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan dan gelak tawa hadirin.

Sementara itu, Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd, dalam sambutan sekaligus pembinaannya mengajak seluruh guru untuk memaknai gelar Guru sebagai simbol profesionalisme yang harus dijaga sepanjang karier sebagai pendidik.

Menurutnya, profesionalisme bukan sekadar dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat pendidik ataupun gelar di belakang nama, melainkan tercermin melalui kualitas pengabdian, integritas, dan konsistensi dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.

"Jagalah kehormatan gelar Guru Profesional yang hari ini Saudara sandang. Gelar ini harus menjadi identitas yang hidup dalam perilaku, cara berpikir, dan cara bekerja sebagai seorang pendidik," pesannya.

Prof. Maimun kemudian menjelaskan bahwa guru profesional sejatinya harus memiliki dua karakter utama, yakni karakter kinerja dan karakter moral.

Karakter kinerja menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai materi pembelajaran, memanfaatkan teknologi, melakukan inovasi, dan selalu memberikan layanan pendidikan terbaik kepada peserta didik. 

Sementara karakter moral menegaskan bahwa guru adalah figur teladan yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, empati, serta integritas dalam setiap tindakan.

Menurut ketua LPTK UIN Mataram, perpaduan kedua karakter tersebut akan melahirkan sosok guru yang bukan hanya cerdas mengajar, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan.

Dalam pembinaannya, Prof. Maimun juga membagikan tiga prinsip sederhana namun sangat relevan dengan dunia pendidikan modern.

"Buat diri Anda menarik, buat materi Anda menarik, dan buat kelas Anda menyenangkan."

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa proses pembelajaran yang efektif tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan guru membangun suasana belajar yang inspiratif, komunikatif, dan menyenangkan. 

Guru harus terus mengembangkan diri agar menjadi pribadi yang disukai peserta didik, mampu mengemas materi secara kreatif, serta menghadirkan ruang kelas yang membuat siswa merasa nyaman untuk belajar, bertanya, dan berkembang.

Menjelang akhir sambutannya, Ketua LPTK UIN Mataram menyampaikan pesan yang menjadi inti dari seluruh proses pendidikan profesi guru.


Menurutnya, seluruh bekal kompetensi, keterampilan, dan profesionalisme akan menemukan makna sejati apabila dijalankan dengan satu fondasi yang paling mendasar, yaitu cinta.

"Kalau Bapak dan Ibu mengajar dengan dasar cinta, maka Bapak dan Ibu akan selalu memberikan yang terbaik kepada peserta didik. Cinta akan melahirkan kesabaran, kreativitas, pengorbanan, dan keikhlasan. Dari situlah lahir guru-guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi," tuturnya yang disambut tepuk tangan panjang dari seluruh peserta.

Rangkaian kegiatan pengukuhan kemudian ditutup dengan prosesi penyerahan Sertifikat Pendidik kepada para guru profesional oleh Kaprodi PPG FTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Fathul Maujud, M.Ag. Penyerahan sertifikat tersebut menjadi simbol pengakuan resmi atas kompetensi profesional yang telah diraih para peserta setelah melewati seluruh tahapan Pendidikan Profesi Guru.

Pengukuhan 252 Guru Profesional di Kabupaten Lombok Barat ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan komitmen bahwa pendidikan yang bermutu lahir dari guru-guru yang terus belajar, menjaga integritas, mengembangkan profesionalisme, dan mengajar dengan hati. 

Ketika kompetensi dipadukan dengan karakter, keikhlasan, dan cinta, maka ruang-ruang kelas akan menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman. Itulah makna sejati dari gelar Guru Profesional—bukan hanya sebuah capaian, tetapi sebuah amanah untuk terus memberi manfaat bagi bangsa dan kemanusiaan.

Pewarta: TIM


0 Komentar