![]() |
| Rektor UIN Mataram, Prof. DR. H Masnun Tahir, M. Ag ketika memberikan sambutan |
BidikNews.net,Mataram - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram sukses menggelar kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Gedung Auditorium UIN Mataram, Senin (27/7).
Mengangkat tema "Langkah Emas Generasi Cerdas Finansial dan Tangguh di Era Digital", agenda strategis ini dihadiri oleh hampir seribu peserta yang terdiri dari ratusan mahasiswa dan civitas akademika UIN Mataram.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman finansial berbasis prinsip syariah sekaligus mendorong keberanian generasi muda dalam merencanakan masa depan keuangan mereka di era digital.
Kegiatan ini dihadiri Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., Deputi Kepala OJK Provinsi NTB Dhita Listya Mardianing, serta jajaran manajemen BSI yakni VP Corporate Stakeholder Management Greget Kala Buana dan VP Personal & Retail Institution Harsaid Yusuf Bakhtiar.
Acara ini turut dihadiri jajaran pemangku kepentingan kunci dari pemerintah daerah, otoritas regulasi, akademisi, hingga pimpinan industri perbankan syariah nasional. Hadir di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos., M.Si.,.
Dalam rangkaian pemaparan, para narasumber menggarisbawahi pentingnya literasi keuangan syariah sebagai benteng pertahanan finansial di tengah derasnya arus digitalisasi.
Generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan mampu memanfaatkan ekosistem keuangan syariah modern—seperti kemudahan layanan perbankan digital, instrumen investasi syariah berbasis emas, hingga perencanaan ibadah sejak dini—guna mewujudkan kemandirian finansial yang tangguh dan berkelanjutan.
Atmosfer antusiasme terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Para mahasiswa dan civitas akademika tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga langsung berinteraksi aktif dalam mengakses berbagai produk dan layanan perbankan syariah berbasis digital yang disediakan secara on-the-spot.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara akademisi, regulator, dan pelaku industri ini, OJK, BSI Beserta UIN Mataram optimistis dapat melahirkan generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga cerdas secara finansial dan siap membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi syariah di Nusa Tenggara Barat.
Rektor UIN Mataram, Prof H Masnun Tahir dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan syariah yang dilaksanakan atas kerjasama BSI, OJK dan UIN Mataram ini.
Literasi merupakan upaya edukasi mahasiswa tentang pengetahuan dan layanan keuangan syariah agar bisa mengelola keuangan sesuai syariat Islam dan regulasi negara. Sementara inklusi mengajarkan ketersediaan akses layanan keuangan syariah yang mudah, terjangkau dan sesuai kebutuhan semua kalangan masyarakat.
Menurut Prof Masnun, literasi tanpa inklusi berarti tahu tetapi tidak bisa akses, sementara inklusi tanpa literasi berarti punya akses tetapi salah pakai atau salah jalan.
Lebih lanjut Prof Masnun menambahkan urgensitas kegiatan ini penting untuk mengurangi kesenjangan pemahaman, memperluas akses produk halal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara adil.
Program ini menurutnya didorong secara aktif oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk memperkuat pemahaman masyarakat Tentang cara mengelola uang dengan benar sesuai ajaran agama.
Program ini juga tutur Prof. Masnun guna meberi perlindungan kepada onsumen agar terhindar dari penipuan investasi bodong atau pinjaman online ilegal.
Selain itu pentingnya Inklusi Keuangan Syariah kata Prof.Masnun Tahir agar dapat membuka jalan bagi semua orang, termasuk di desa, agar bisa memakai jasa bank atau lembaga keuangan syariah. Termasuk dukungan kepada UMKM agar mendapatkan modal usaha yang berkah dan mudah.
Sementara itu, Deputi Kepala OJK Provinsi NTB, Dhita Listya Mardianing, menekankan pentingnya pemahaman finansial yang kuat di era serba digital.
"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya berbagai penawaran finansial digital, pemahaman literasi keuangan yang benar menjadi kunci utama.
OJK terus berkomitmen mendorong inklusi dan perlindungan konsumen, agar generasi muda dapat memanfaatkan ekosistem keuangan syariah digital secara bijak, aman, dan produktif untuk masa depan mereka," jelasnya.
Pewarta: TIM


0 Komentar