Jangan Jadi “Pemimpin” Yang Khianat Atas Amanah

Gambar: Repro BidikNews.net
Sebuah nasihat moral yang mengandung makna bahwa kejujuran dan sifat dapat dipercaya (amanah) akan mendatangkan kebaikan serta keberkahan hidup, sementara kecurangan dan pengkhianatan pasti akan membawa malapetaka atau kesusahan. 

BidikNews.net - Makna Kejujuran dan Amanah sebagaimana yang disampaikan oleh para  pemuka agama akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain dengan mudah dan membawa ketenangan hati serta kelapangan rezeki yang halal hingga hubungan baik dan kehormatan diri di tengah masyarakat tetap terjalin baik.. 

Akan tetapi jika pemimpinnya curang dan khianat maka akibatnya akan menghilangkan rasa percaya orang lain selamanya serta menimbulkan keresahan batin dan masalah dalam hidup. Sekaligus mendatangkan kerugian besar baik di dunia maupun di akhirat. 

Seorang pemimpin yang diberi amanah berarti diberi kepercayaan. Pada saat seseorang telah diberi kepercayaan, berarti orang lain bersedia penuh untuk menyerahkan urusan dirinya kepada orang yang diberi amanah tersebut agar dijalankan sebagaimana kepercayaan yang telah diberikan. Maka, jagalah dengan sungguh-sungguh sekuat tenaga, jangan dikhianati, curang, atau culas.

Pengkhianatan atas amanah akan berdampak pada rusaknya pola hubungan dan komunikasi. Saat sebelumnya seseorang percaya yang ditandai dengan keterbukaan komunikasi (discloser) dan intensitas komunikasi atau interaksi, lalu manakala kepercayaan telah dikhianati maka hilanglah semua realitas komunikasi harmonis itu dan berganti dengan disharmoni.

Yaitu, mulai tertutupnya pintu komunikasi yang menjadikan jarak informasi semakin jauh dan lebar, tidak lagi intens komunikasi, hingga munculnya kesan negatif atas setiap tindak komunikasi yang dilakukan, sehingga lahir banyak kecurigaan sebagai akibat terkhianatinya kepercayaan.

Seorang yang khianat dan tidak menjaga kepercayaan berarti mereka telah mencuri kepercayaan orang lain secara zalim yang dipergunakannya untuk kepentingan dirinya sendiri tanpa sepengetahuan si pemberi kepercayaan. Artinya, seseorang melakukan penyelewengan di belakang si pemberi kepercayaan. Hal ini tentu sangat menyakitkan bagi orang lain yang telah memberinya kepercayaan.

Tindakan memperkaya diri sendiri dengan jalan korupsi, memberi suap dan menerima suap, tidak melaksanakan tugas yang menjadi kewajiban dengan baik merupakan perbuatan khianat atas amanah jabatan.

Menjual janji-janji untuk mendulang suara demi meningkatkan popularitas hingga akhirnya yang bersangkutan dipilih dan dinobatkan sebagai pemimpin. Namun, ketika kursi empuk sudah didudukinya justru dia lupa dengan janji-janji kampanye.

Untuk itu berlakulah jujur, amanah, jangan khianat, dan jagalah kepercayaan yang telah diberikan oleh orang kepada diri kita (tentang apa pun dan oleh siapa pun). Karena menjaga kepercayaan atau amanah adalah jalan keberhasilan dunia dan akhirat. 

Pewarta: Dae Ompu


0 Komentar