![]() |
| Mavi Adiek Garlosa |
BidikNews.net,Jambi - Universitas Jambi (UNJA) resmi menjadi tuan rumah pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ke-XIX, yang berlangsung di Auditorium Unifac Lantai 1, Senin (27/7/2026).
Acara dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Erick Thohir, ditandai dengan prosesi pengetukan rebana yang menjadi simbol pertemuan ratusan delegasi mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Pembukaan turut dihadiri Rektor UNJA Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., jajaran pimpinan UNJA, Koordinator Pusat BEM SI Muhammad Ikram, serta Ketua BEM UNJA Rahmad Dzaki.
Dalam sambutannya, Menpora Erick Thohir menekankan bahwa generasi muda saat ini menjadi penentu arah Indonesia pada masa depan. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadikan forum musyawarah sebagai ruang kolaborasi yang menghasilkan aksi nyata, bukan sekadar diskusi.
“Ini adalah generasi yang menentukan 100 tahun Indonesia ke depan. Saya mungkin sudah tidak muda lagi, tetapi kepedulian saya kepada anak muda tidak pernah berkurang. Saya mengundang seluruh mahasiswa untuk berdiskusi dan berkolaborasi karena pemerintah harus menyiapkan ruang bagi mereka,” ujar Erick Thohir.
Ia juga menyoroti tantangan transformasi digital yang harus dihadapi Indonesia. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi agar digitalisasi tidak berhenti pada tataran konsep.
“Kita harus menjadi realita, bukan hanya wacana. Semua berbicara digitalisasi, tetapi implementasinya masih menjadi tantangan. Saya berharap pertemuan hari ini bukan sekadar forum yang penuh omongan, melainkan melahirkan langkah nyata. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UNJA, Prof. Helmi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNJA sebagai tuan rumah penyelenggaraan Munas BEM SI XIX. Ia berharap forum tersebut menjadi ruang lahirnya gagasan yang mampu memperkuat persatuan dan memberikan manfaat bagi bangsa.
“Kalian semua adalah perekat persatuan bangsa sekaligus bagian penting dari kemajuan Indonesia. Selamat bermusyawarah. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik untuk kemajuan rakyat serta mahasiswa Indonesia,” kata Prof. Helmi.
Forum yang diikuti delegasi BEM dari berbagai daerah di Indonesia ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis dan memperkuat sinergi gerakan mahasiswa dalam mendukung pembangunan nasional.
Masiswa Asal Pujut Lombok Tengah Terpilih Jadi Koordinator BES Seluruh Indonesia
Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ke-XIX, yang berlangsung di Auditorium Unifac Lantai 1, Senin (27/7/2026) kali ini mengantarkan nama Mavi Adiek Garlosa, mahasiswa asal Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, ke panggung gerakan mahasiswa nasional.
Mavi Adiek Garlosa yang juga Ketua BEM Universitas Mataram (Unram) tersebut resmi terpilih sebagai Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan 2026 hasil Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI XIX Tahun 2026 di Jambi.
Bagi Mavi, amanah besar itu bukan sekadar tentang jabatan atau posisi kepemimpinan. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai tanggung jawab untuk menjaga arah perjuangan mahasiswa agar tetap berpihak pada nilai kebenaran, keadilan, dan kepentingan rakyat.
“Tidak ada perjuangan yang lahir dari satu tangan. Tidak ada sejarah yang ditulis oleh satu nama,” kata Mavi dalam pernyataannya usai dipercaya memimpin BEM SI Kerakyatan 2026.
Kalimat itu menggambarkan bagaimana ia memandang perjalanan perjuangan mahasiswa. Baginya, setiap capaian selalu lahir dari kebersamaan, bukan hasil kerja seorang diri.
Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini menjadi bagian dari langkah perjuangannya. Mulai dari keluarga yang selalu memberikan doa, para guru dan senior yang menanamkan nilai perjuangan, hingga sahabat seperjuangan yang tetap bertahan dalam berbagai situasi.
“Terima kasih kepada setiap orang yang pernah membersamai perjalanan ini. Kepada orang tua yang tak pernah berhenti mendoakan, para guru dan senior yang menanamkan nilai perjuangan, sahabat seperjuangan yang tetap bertahan dalam suka maupun duka, serta seluruh keluarga besar gerakan mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan,” tuturnya.
Terpilihnya Mavi menjadi Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan menjadi catatan tersendiri bagi gerakan mahasiswa di Nusa Tenggara Barat. Dari daerah kecil di Lombok Tengah, ia berhasil membawa namanya hingga dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional.
Namun, bagi Mavi, pencapaian tersebut bukanlah garis akhir. Justru, ia menganggapnya sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Amanah sebagai Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan 2026 bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menyadari bahwa kepemimpinan di tubuh gerakan mahasiswa bukan hanya tentang menyampaikan suara, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan yang diberikan oleh banyak pihak.
“Kepercayaan ini tidak akan saya maknai sebagai sebuah kehormatan semata, tetapi sebagai pengingat bahwa setiap langkah harus dipertanggungjawabkan kepada mahasiswa, kepada rakyat, dan kepada sejarah,” ungkapnya.
Ke depan, Mavi ingin menjaga semangat persatuan di antara mahasiswa Indonesia. Ia berharap gerakan mahasiswa tetap menjadi ruang perjuangan yang kritis, independen, dan mampu mengawal berbagai persoalan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Mari terus menjaga api perjuangan, merawat persatuan, dan memastikan bahwa gerakan mahasiswa tetap menjadi suara yang berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kepentingan rakyat,” katanya.
Bagi Mavi, kepemimpinan hanyalah sebuah fase. Nama bisa berganti, masa jabatan bisa berakhir, tetapi nilai perjuangan harus tetap hidup.
“Karena pada akhirnya, nama boleh berganti, kepemimpinan boleh berakhir, tetapi perjuangan tidak boleh pernah berhenti,”
Dari Pujut, Lombok Tengah, Mavi Adiek Garlosa kini membawa pesan perjuangan ke tingkat nasional: bahwa suara mahasiswa bukan hanya tentang kritik, tetapi juga tentang keberanian menjaga harapan rakyat. Tulis Kabarkaeles melalui akun fbnya.
Pewarta: TIM

0 Komentar