Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan peluang baru bagi dunia pendidikan. Teknologi ini tidak hanya berkembang di sektor industri dan layanan publik, tetapi juga mulai menjadi bagian dari aktivitas guru dan tenaga kependidikan dalam merancang pembelajaran, mengelola administrasi, hingga menganalisis kebutuhan peserta didik.
Dekan FTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd.,bersama Dr. Ir. H. Nanang Samodra, KA, M.Sc., Anggota DPR RI Komisi VIII, sebagtai Narasumber
BidikNews,NTB — Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram menggelar agenda Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) dengan tema “Inovasi Pembelajaran Berbasis AI bagi Guru dan Tendik di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ir. H. Nanang Samodra, KA, M.Sc., Anggota DPR RI Komisi VIII, sebagai narasumber utama.
Agenda tersebut menjadi ruang dialog bagi guru dan tenaga kependidikan untuk memahami perkembangan AI sekaligus mengenali peluang pemanfaatannya dalam mendukung tugas profesional di satuan pendidikan Kementerian Agama.
Dekan FTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., yang hadir mewakili Rektor UIN Mataram memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan dengan resmi.
Dalam sambutannya, Prof. Maimun mengajak peserta menyampaikan apresiasi kepada Dr. Ir. H. Nanang Samodra atas program yang dibawa untuk mendukung pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan.
Menurutnya, tema AI sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dan madrasah karena perkembangan teknologi tersebut dapat membantu mempermudah berbagai pekerjaan pendidikan. Namun, ia mengingatkan agar kemajuan teknologi tetap ditempatkan dalam perspektif yang tepat. AI merupakan hasil pengembangan manusia sehingga penggunaannya harus diarahkan untuk mendukung kecerdasan dan kreativitas manusia.
“AI ini hanya kecerdasan buatan, jangan sampai mengalahkan kecerdasan asli dari Tuhan,” pesan Prof. Maimun kepada peserta.
Ia juga mengingatkan agar AI dimanfaatkan sebagai instrumen pendukung pekerjaan, bukan sebagai alasan untuk menghilangkan fungsi dan tanggung jawab guru maupun tenaga kependidikan.
Dalam proses pendidikan, menurutnya, terdapat aspek pembentukan karakter, keteladanan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang tetap membutuhkan kehadiran pendidik.
Dekan FTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd.,mewakili Rektor UIN Mataram bersama Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd. sebagai Nara sumber
Mewakili Rektor UIN Mataram, Dekan FTK kemudian secara resmi membuka kegiatan dengan mengajak seluruh peserta bersama-sama membaca Ummul Furqan, Surah Al-Fatihah.
Kemudian Dr. Ir. H. Nanang Samodra, KA, MSc dalam sesi pertama memaparkan Kebijakan dan Pemanfaatan AI. Beliau membahas sejumlah aspek penting terkait penggunaan AI di lingkungan pendidikan. Materi yang disampaikan mencakup kebijakan penggunaan AI, cara memanfaatkan AI bagi guru dan tenaga kependidikan, serta bidang-bidang pekerjaan yang dapat dibantu dengan teknologi tersebut.
Menurut Nanang Samodra, guru dan tendik perlu memahami perkembangan AI agar mampu menggunakannya secara produktif. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari pengembangan bahan pembelajaran hingga pekerjaan administratif yang bersifat rutin.
Pemanfaatan tersebut, kata dia, tetap harus memperhatikan aturan yang berlaku. Guru dan tenaga kependidikan perlu memahami batasan penggunaan teknologi, terutama berkaitan dengan data, informasi, hak cipta, dan aktivitas digital lainnya agar tidak menimbulkan persoalan hukum.
Ia mengingatkan peserta untuk tidak mengabaikan ketentuan dalam UU ITE ketika menggunakan AI. Karena penggunaan tidak boleh abai dari aturan formal, oleh karena itu teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab dan kesadaran terhadap aspek hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Nanang Samodra juga menggarisbawahi pentingnya mempertahankan posisi guru dalam ekosistem pendidikan. AI dapat membantu pekerjaan tertentu, tetapi keputusan pedagogis dan proses pendidikan tetap membutuhkan peran pendidik.
Selain agenda utama bersama Nanang Samodra, penguatan pemanfaatan AI juga dilakukan dengan menghadirkan narasumber di sejumlah wilayah.
Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd. menjadi narasumber dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang, pada Rabu, 2 September 2026. Sementara itu, Dr. Ika Rama Suhendra, M.Pd. menjadi narasumber dalam kegiatan di Pondok Pesantren Darul Furqon Mengkuru, Desa Sakra Barat, pada Jumat, 4 September 2026.
Kedua kegiatan tersebut memberikan penguatan praktis mengenai pemanfaatan AI dalam aktivitas pendidikan. 
Suasana "Ngopi" diisi dengan sesi tanya jawab
Materi diawali dengan pengantar dan konsep dasar AI dalam pendidikan, sehingga peserta memperoleh pemahaman mengenai pengertian, fungsi, peluang, dan keterbatasan teknologi tersebut.
Pembahasan selanjutnya diarahkan pada pemanfaatan AI untuk perencanaan pembelajaran guru. Dalam konteks ini, AI dapat membantu guru mengembangkan ide pembelajaran, menyusun bahan ajar, merancang aktivitas kelas, membuat instrumen asesmen, serta menyiapkan berbagai sumber belajar secara lebih efisien.
Peserta juga diperkenalkan pada konsep personalisasi pembelajaran dan analisis siswa. Pemanfaatan AI memungkinkan guru mengembangkan bahan dan aktivitas belajar yang lebih sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter siswa yang beragam dalam satu kelas.
Sementara bagi tenaga kependidikan, materi diarahkan pada efisiensi tugas-tugas administrasi. AI dapat digunakan untuk membantu pekerjaan yang bersifat rutin, pengolahan informasi, penyusunan dokumen, hingga pengelolaan data tertentu. Dengan dukungan teknologi, waktu kerja dapat digunakan secara lebih efektif untuk tugas-tugas yang membutuhkan pertimbangan dan pelayanan langsung.
Rangkaian kegiatan Ngopi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi kepada guru dan tenaga kependidikan secara lebih terarah. AI menawarkan berbagai kemungkinan untuk mempercepat pekerjaan, memperkaya metode pembelajaran, dan membantu pendidik merespons keragaman kebutuhan peserta didik.
Peserta "Ngopi" ketika mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan Nara sumber
Pada saat yang sama, pemanfaatan teknologi membutuhkan literasi digital, pertimbangan etis, serta pemahaman terhadap regulasi. Guru dan tendik tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan aplikasi AI, tetapi juga perlu mampu menilai informasi yang dihasilkan, melakukan verifikasi, menjaga keamanan data, serta menentukan kapan teknologi tersebut tepat digunakan.
Melalui kegiatan ini, guru dan tenaga kependidikan diharapkan semakin siap menghadapi perubahan teknologi sekaligus mampu mengintegrasikannya secara proporsional dalam tugas masing-masing.
Dengan demikian, inovasi berbasis AI dapat menjadi bagian dari ikhtiar membangun pembelajaran dan layanan pendidikan yang lebih efektif, kreatif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan zaman, tanpa mengabaikan nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan.
Pewarta: TIM
0 Komentar