Pesan Penting Pangdam XXX/Rinambora, Mayjen TNI Edi Saputra, S.I.P., M. Han.,


BidikNews,NTB
- Nama Kodam XXX/ Rinambora diambil dari gabungan dua nama gunung yang berdiri kokoh pulau Lombok dan Sumbawa di wilayah provinsi NTB. Kodam baru ini diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2026,  bertepatan dengan HUT ke 81 TNI.

Alasan utama dibentuknya Kodam XXX/Rinambora meliputi:

1. Penyederhanaan Rentang Kendali, yang sebelumnya, wilayah Nusa Tenggara Barat berada di bawah kewenangan Kodam IX/Udayana yang berkedudukan di Bali. Pemisahan ini dilakukan agar komando dan pengendalian (kodal) militer lebih efektif dan efisien.

2. Respons Cepat terhadap Situasi Wilayah: Penataan struktur baru memungkinkan TNI AD merespons dinamika keamanan, sosial, serta potensi ancaman di NTB dengan lebih cepat.

3. Kemudahan Penanganan Bencana: Kehadiran Kodam di tingkat provinsi mempermudah TNI AD dalam mengerahkan personel dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat jika terjadi bencana alam.

4. Penyesuaian Karakteristik Geografis dan Demografi: Pembentukan ini merupakan bagian dari penguatan organisasi TNI AD agar lebih adaptif terhadap kondisi wilayah yang luas serta kebutuhan pertahanan lokal.

Sebagai Pangdam pertama Kodan XXX/ Rinambora, Mayjen TNI Edi Saputra menyampaikan pesan penting sekaligus menekankan menekankan pentingnya komitmen prajurit untuk senantiasa hadir dan berkontribusi langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Prajurit TNI yang bertugas di Kodam XXX/Rinambora untuk selalu dekat dengan rakyat, membantu mengatasi setiap kesulitan yang dihadapi masyarakat, serta menjaga kepercayaan besar yang telah diberikan oleh negara.

Yang lebih penting lagi pesan yang disampikan Mayjen TNI Edi Saputra  agar para Prajurit membangun satuan Kodam yang profesional, modern, adaptif, serta tulus dalam mengabdi agar senantiasa dicintai oleh rakyat.

Selain itu Mayjen TNI Edi Saputra menegaskan agar para Prajurit TNI menjaga kekompakan internal di tubuh Kodam XXX/Rinambora serta memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang kokoh dengan Pemerintah Daerah (Pemda), Polri, instansi terkait, beserta seluruh komponen masyarakat.

Mandat dan arahan yang disampaikan ini ditegaskan Mayjen TNI Edi Saputra  agar kehadiran komando kewilayahan mandiri yang baru terbentuk di wilayah NTB tersebut tidak sekadar menjadi struktur organisasi baru, melainkan dapat menerjemahkan mandat pertahanan ke dalam wujud pengabdian nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Mayjen TNI Edi Saputra, Lahir tanggal 26 Juli 1973 (53 Tahun), merupakan alumni Akmil 1994, menjadi satu dari enam pangdam yang dilantik pada perayaan HUT-81 TNI pada 5 Oktober 2025.

Mayjen TNI Edi Saputra, S.I.P., M. Han.,
Sebelum menjadi Pangdam Edi Saputra menjabat Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Geografi Lemhannas. Posisi ini resmi dijabatnya sejak akhir tahun 2025 setelah menyerahkan tongkat komando Komandan Korem 064/Maulana Yusuf.

Sepanjang karier militernya, Mayjen TNI Edi Saputra telah menduduki berbagai posisi strategis mulai dari satuan tempur hingga komando kewilayahan. Pangkat Mayor Jenderal (bintang dua) diraih seiring dengan penugasan barunya di lingkungan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) tersebut.

Sepanjang karier militernya, Mayjen TNI Edi Saputra telah menduduki berbagai posisi strategis mulai dari satuan tempur hingga komando kewilayahan. Ia dipercaya memegang tongkat komando di berbagai level mulai dari Danyonif, Dandim, Kaskogartap I/Jakarta, Danrem 064/MY, hingga pimpinan komando daerah militer.

Edi Saputra memegang peran kunci dan sukses mengawal rangkaian upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka sebagai Kaskogartap I/Jakarta.

Riwayat Pendidikan Mayjen TNI Edi Saputra

Akademi Militer (Akmil) – Lulus pada tahun 1994 dari kecabangan Korps Infanteri. Dikreg Seskoad dan Sesko TNI

Gelar Akademik Mayjen TNI Edi Saputra merupakan Sarjana Ilmu Politik (S.I.P.) dan selanjutnya meraih gelar Magister Pertahanan (M.Han.)

Riwayat Jabatan Mayjen TNI Edi Saputra

1. Danyonif 509/Raider (Jember, Jawa Timur)
2. Wadanyonif 134/Tuah Sakti (Batam, Kepulauan Riau)
3. Kasi Teritorial Korem 142/Taroada Tarogau (Pare-Pare, Sulawesi Selatan)
4. Danyonif 408/Suhbrastha (2011)
5. Dandim 0725/Sragen
6. Kasrem 074/Warastratama
7. Aspers Kasdivif 1/Kostrad (Cilodong)
8. Aspers Kasdam I/Bukit Barisan (2017–2019)
9. Wadan Rindam XVII/Cenderawasih (Papua)
10. Paban II/Puanter Sterad
11. Wadan Pusdikter (Pusat Pendidikan Teritorial)
12. Kaskogartap I/Jakarta (Desember 2023–September 2025)
13. Danrem 064/Maulana Yusuf (Serang, Banten) (September 2025–Desember 2025)
14. Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Geografi Lemhannas (Desember 2025–2026)
15. Pangdam XXX/Rinambora (5 Oktober-sekarang)

Pewarta: Dae Ompu


0 Komentar