Puasa, Ritual untuk “Masuk” ke Yang Ilahi

H. Chamim Tohari

"Sejarah Asal-Usul Istilah Puasa: Dari Bahasa Arab atau Sanskerta?",


BidikNews - Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak Yogyakarta, M. Jadul Maula, mengatakan bahwa istilah puasa berasal dari bahasa Sanskerta, yakni upawasa yang bermakna "ritual untuk  'masuk'  ke Yang Ilahi."

Demikian disampaikan Ustadz H. Chamim Tohari ketika ceramah di hadapan jamaah sholat subuh pada hari ke 13 Ramadhan di Masjid Al Achwan Griya Pagutan Indah Mataram

Dijelaskan, H.Chamim Tohari, Istilah upawasa dalam bahasa Sanskerta pada akhirnya diadaptasi oleh istilah lokal (Jawa) yakni PASA yang kemudian berkembang menjadi puasa. Pasa memiliki makna “kekangan”, “mengekang”, atau “menahan sesuatu dari”.

Dikatakan pula, tradisi berpuasa sudah dilakukan oleh leluhur bangsa Indonesia dalam konsep ajaran-ajaran terdahulu, bahkan sebelum era Hindu-Buddha di Nusantara.

Disebutkan, puasa sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta yakni upa dan vasa atau wasa, yang kemudian digabung menjadi upavasa atau upawasa.  Upa berarti “dekat” atau  ”mendekatkan diri”.

Sedangkan vasa atau wasa artinya adalah “Yang Maha Kuasa atau Yang Maha Agung”., puasa yang berasal dari bahasa Sanskerta memiliki arti berbeda dengan puasa kaum muslimin.  

Lantaran sudah membudaya selama beratus-ratus tahun, puasa menjadi istilah yang seolah-olah dimiliki oleh kaum muslimin dengan pengertian yang kurang lebih sama dengan saum atau syiam dalam bahasa Arab." jelasnya.

Ritual puasa juga dikenal dalam ajaran-ajaran agama selain Islam. Namun, puasa dalam Islam merupakan ibadah yang unik. Meskipun nama atau istilah penyebutannya sama, puasa yang dilakukan umat Islam berbeda dengan kaum-kaum lainnya."kata H.Chamim Tohari.

Puasa dalam Al Quran dan Sunnah berarti meninggalkan dan menahan diri. Dengan kata lain menahan dan mencegah diri dari memenuhi hal-hal yang boleh meliputi keinginan perut dan keinginan kelamin dengan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sedangkan pengertian puasa secara syar’i berarti menahan dan mencegah diri secara sadar dari makan, minum, berhubungan badan dan hal-hal sejenisnya selama sehari penuh yakni sejak munculnya fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat memenuhi perintah dan taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah : 183)

Allah menyeru dengan panggilan iman. Sekali lagi, Allah menyeru dengan panggilan iman. Lalu, Allah menegaskan di akhir ayat ini Allah menegaskan tujuan akhir dari ibadah puasa yang telah diwajibkan ini, yaitu “agar kamu bertakwa.”

Sifat orang bertakwa adalah wara’ (berhati-hati). Ia selalu memuhasabahi dirinya sendiri. Setiap hendak melakukan atau mengucapkan sesuatu, ia akan berpikir apakah yang akan aku lakukan atau katakan ini baik atau tidak. Apakah itu bernilai dosa?


Puasa Romadhon Membelajarkan kepada kita utk:
1. Membangun empati terhadap sesama , ikut merasakan betapa beratnya saudara saudara kita yang bernasib tidak mampu utk memenuhi kebutuhan hidup.
2.Menahan Diri dari yang halal maupun yang haram. Puasa membelajarkan kita untuk menahan lidah ,mata ,pikiran dan telunjuk kita agar tidak melakukan hal yang menimbulkan dosa.

Kita berdoa, semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang bisa mempertebal ketakwaan kepada Allah selama bulan Ramadhan ini. Bagi orang yang beriman, derajat takwa adalah impian tertinggi. Sebab orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.

Bulan Ramdhan sebagai bulan pembersihan jiwa kita dari segala dosa yang telah kita kerjakan selama satu tahun.

Tiada terasa Ramadhan yang kita nanti segera berlari meninggalkan kita .Oleh karena itu mumpung masih ada waktu Ramadhan ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan amalan amalan yang memiliki fadilah/keutamaan yang bila dikerjakan kita mendapat pahala karena telah menjalankan sunnah Rasul diantaranya :
1.    Lakukan sahur diakhir waktu karena ada barokah didalamnya
2.    Lakukan segera berbuka jika tiba waktunya, jangan menunda nunda.
3.    Perbanyak membaca dan mempelajari Al Quran sbg pedoman hidup kita
4.    Laksanakan Sholat tahajjud. Karena Allah Memerintahkan Sholat Tahajjud sebagaimana firmannya Pada surat Al Isra’ Ayat 79: dan pada sebagian malam , lakukan sholat tahajud sbg ibadah tambahn bagimu, mudah2an Tuhanmu mengangkat ke tempat terpuji.
5.    Menjauhkan diri dari perbuatan dosa yang menhilangkan pahala puasa,
6.    Perbanyak Infaq shodaqoh
7.    Beri’tikaf dimasjid  pada 10 hari terakhir  dalam upaya meraih kemuliaan malam malam qodar.**


Pewarta : dae Ompu
Editor  : BN-007

0 Komentar