Khutbah Jum`at : Menyempurnakan Wudhu di Kala Sulit

Foto : Repro BidikNews

Oleh : Prof. Dr. TGH Fahrurrozi Dahlan, QH, MA

Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram-NTB

Setiap orang muslim yang akan shalat tentu disyari’atkan berwudhu terlebih dahulu. Namun, banyak yang kita lihat orang berwudhu asal-asalan atau tidak sempurna, terkadang ada bagian yang tidak terkena air secara merata atau menyeluruh. 

BidikNews,Mataram,NTB - Sejatinya, kalau ia mengetahui tentang betapa agungnya syariat Islam tentang berwudhu, maka tentu saja ia  akan berusaha menyempurnakan wudhunya. 

Demikian intisari dari khutbah Jum`at yang disampaikan Prof.Dr.TGH Fahrurrozi Dahlan,QH,MA di Masjid Al Achwan Griya Pagutan Indah Mataram, NTB pada Jum`at, 27 Januari 2023.

Perintah berwudhu dijelaskan Allah di dalam surah al Maidah ayat 3, yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”

Dalam uraiannya, Prof.Dr.TGH Fahrurrozi Dahlan,QH,MA menyebutkan bahwa keutamaan yang besar jika kita bisa menyempurnakan wudhu di kala sulit, ini termasuk amalan yang dapat menghapus dosa dan meninggikan derajat.

Digambarkannya, Jika musim penghujan datang, cuaca menjadi lebih dingin daripada biasanya, terutama pagi hari ketika hujan turun. Di belahan dunia yang lain, sedang terjadi musim dingin (winter). Bisa jadi di pagi hari terasa berat bagi kita untuk berwudhu dengan sempurna, karena air dan cuaca yang sangat dingin. 

Namun, Allah Ta’ala melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan kepada kita adanya pahala yang agung ketika kita tetap menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit tersebut.” 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟» قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ»

“Maukah kalian aku tunjukkan kepada suatu amal yang dapat menghapus kesalahan (dosa) dan meninggikan derajat?” Para sahabat menjawab,”Ya, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda,”(Yaitu) menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, banyaknya langkah menuju masjid, menunggu shalat setelah mendirikan shalat. Itulah kebaikan (yang banyak).” (HR. Muslim no. 251)

Yang dimaksud dengan “menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit” menurut Prof.Dr.TGH Fahrurrozi Dahlan,QH,MA adalah menyempurnakan wudhu’ ketika cuaca (musim) dingin. 

Karena dalam kondisi tersebut, air akan terasa sangat dingin ketika digunakan untuk berwudhu’. “Menyempurnakan” di sini maksudnya meratakan air ke setiap anggota tubuh yang wajib terkena air ketika berwudhu. 

Foto : Repro BidikNews

Dalam kondisi tersebut, kata Prof.Dr.TGH Fahrurrozi Dahlan,QH,MA akan terdapat kesulitan dalam jiwa manusia. Apabila seseorang tetap menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit tersebut, maka hal ini menunjukkan atas kesempurnaan imannya. Oleh karena itu, Allah pun membalasnya dengan mengangkat derajat seorang hamba dan menghapus kesalahan-kesalahannya. 

Dalam uraian khutbahnya, Prof.Dr.TGH Fahrurrozi Dahlan,QH,MA juga menjelaskan, dalam kondisi cuaca dingin, tidak memungkinkan bagi kita untuk memasak air, namun tubuh kita tidak mengalami bahaya jika berwudhu dengan air dingin, maka ketika kita tetap menyempurnakan wudhu dalam kondisi yang sulit tersebut (kondisi sulit tersebut tidak bisa dihindari), hal itu adalah tambahan pahala dan kebaikan untuk kita. Karena menyempurnakan wudhu dalam kondisi tersebut akan menghapus dosa dan meninggikan derajat.

Hikmah lain yang dapat diambil dari uraian khutbah jum`at mengenai kesempurnaan wudhu ini  dapat menunjukkan betapa jelasnya prinsip Islam dalam menjaga kebersihan dan kesucian anggota tubuh yang sering terbuka. Kebersihan ini dilakukan minimal 5 kali dalam sehari semalam. Kalau ditinjau dari sisi rohani, semua anggota tubuh bisa menjadi saksi bagi orang tesebut, dari bermaksiat dan sering berbuat dosa.

Tangan mungkin dipergunakan untuk memukul orang dan mengambil milik orang lain. Mulut mungkin menyakiti hati orang, atau memakan barang yang haram, hidung mencium hal-hal yang tidak boleh dicium, mata yang ada dimuka memandang hal-hal yang tidak layak dipandang, telinga mungkin sering mendengar kata-kata yang tidak pantas didengar, dan kaki mungkin sering dipergunakan untuk melangkah ke tempat yang dilarang Allah. Maka dengan melakukan wudhu dengan sempurna rohani dan jasmani menjadi bersih, jernih, dan segar. Semoga

Pewarta: Dae Ompu


0 Komentar