Tamu Yang Mulia Kembali Mengunjungi Kita


Bersama : Dr. Muhammad Irwan H.Husain 

Sanjungan dan pujian ummat yang beriman ditujukan kepada Allah SWT menggema di sentero Bumi, karena masih diberikan kesempatan untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan setelah setahun lalu pergi meniggalkan kita. Kita pun bersyukur tatkala ada saudara-saudara kita yang lain tidak dapat bertemu kembali, karena sudah dipanggil menghadap Allah SWT.  Berikut kupasan yang penuh makna dan menyentuh qalbu oleh Ketua Rukun Keluaga Bima Pulau Lombok (RKBPL) Nusa Tenggara Barat

BidikNews,Mataram,NTB - Setiap insan beriman yang masih diberi kesempatan hidup, menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh antusias, gembira, terharu bahkan menangis. Betapa tidak, tamu mulia yang  datang sekali setahun tersebut datang tidak hanya menyapa, mengunjungi, tetapi membawa  aneka nikmat dan keberkahan yang ditebarkan kepada manusia yang beriman. Tidaklah mengherankan, hati orang-orang beriman benar-benar dibersihkan dari segala noda dan kotoran, sehingga tidak ada satu noktahpun yang masih melekat di dalam diri.

Marhaban ya Ramadhan, kalimat yang terus terucap pada setiap mulut, tertulis pada setiap kertas dan tampak pada setiap layar kaca besar, sedang atau mini. Hal ini menandakan bahwa manusia beriman sangat siap menyambut datangnya bulan yang mulia ini. Yang lebih hebat lagi, bulan Ramadhan akan membalas kemuliaan kepada manusia beriman, manakala hadirnya bulan Ramadhan dimuliakan pula. Kehadirannya dianggap biasa-biasa saja sehingga dianggap angin lalu.  

Bulan yang mulia ini disamping sebagai tamu, juga membawa berbagai sajian yang ditaburkan kepada yang mengharapkannya. Jadila bulan yang Ramadhan yang dimuliakan bertindak juga sebagai penerima tamu yang mengharapkan keberkahan nikmat dan karunia yang dibawanya. 

Ramadhan yang mulia telah bersama kita, dan akan bersama dan berinteraksi dengan kita selama satu bulan. 

  • Ia datang mengobati kerinduan orang yang merindukannya. 
  • Ia datang menemui orang-orang yang beriman ingin menikmati sajian dan hidangan yang dibawanya dengan jumlah yang tidak terbatas. 
  • Ia datang ditengah-tengah insan mengalami goncangan iman karena godaan kehidupan dunia dari segala lini. 
  • Ia datang dengan membawa secercah harapan bagi setiap insan untuk merubah segala tindakan dan prilaku yang tidak sewajarnya untuk dilakukan. 
  • Ia datang untuk menata hati manusia yang tidak tahan dengan pernik-pernik kehidupan dunia yang menggoda. 

Maka wajarlah manusia beriman bersemangat menanti dan menunggu kehadirannya, dan saat ini telah membersamai kehidupan kita mulai hari ini.

Rasullulah SAWpun sebagai nabi dan Rasul terakhir tidak luput menyambut kehadiran Ramadhan dengan riang dan gembira. Hal ini karena banyak sekali  yang dapat diraih dan dipetik dalam bulan Ramadhan bagi orang yang melaksanakan puasa. 

Rasulullah SAW bersabda “ Sungguh telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan penuh berkah, Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, sedang pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Dalam bulan itu terdapat malam yang lebih baik dari malam seribu bulan, barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikan pada malam itu, maka sungguh ia telah merugi. 

Pada konteks lain dilkatakan : Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian  bulan Allah yang membawa berkah, Rahmat dan magfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah,. Hari-harinya adalah hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling  utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, doa-doamu diijabah. 

Berbagai keutamaan dan kenikmatan yang dibawa bulan Ramadhan tersebut, menjadi faktor pendorong orang beriman untuk berlomba-lomba mengharapkan kehadirannya, bersemangat dengan suka cita menyambut kedatangannya, bersedia menyisihkan waktu beberapa saat untuk menjalani ibadah-ibadah wajib maupun sunah. Bunga-bunga, buah-buah bulan Ramadhan telah menjadikan manusia beriman rindu dan sangat berharap lagi bertemu dengannya. 

Bulan Ramadhan yang muliah telah bersama kita. Harapan dan do’a bertemu dengan bulan Ramadhan telah dikabulkan oleh Allah SWT. Ramadhan yang mulia itu telah kita mulai mengisinya dengan amaliah kebaikan. Selamat datang bulan Ramadhan, bulan yang bersih dan  mensucikan 

  • Engkau kembali hadir untuk mensucikan jiwa kami yang penuh dengan noda dan dosa lantaran mengejar kehidupan dunia yang sesaat dengan melabrak segala cara meskipun dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya; 
  • Engkau datang membawa sabun dan detergen yang bukan hanya berfungsi membersihkan segala yang kotor, tetapi mengandung nilai amalan yang melimpah dan berlipat-lipat;
  • Engkau hadir untuk menyemangati kami yang telah berikrar beriman untuk menjadi manusia yang lebih bertaqwa;
  • Engkau mengetuk hati dan jiwa kami untuk menjadi manusia yang berderma, mau membagi, menolong sesama dengan kemampuan yang ada pada kami. 
  • Egkau datang untuk membungkam mulut kami dari ucapan yang tidak berguna, menghindari ghosip dan ghibah karena perbuatan itu laksana kami memakan bangkai daging saudara kami sendiri yang terasa jijik, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hujurat;
  • Engkau mendorong dan menggiring kami untuk lebih banyak lagi membaca dan memahami kandungan Al-Qur’an, dibanding membaca, menealaah dan menganalisis informasi lainnya. 
  • Engkau kembali menyapa dan bersama kami untuk mencubit diri ini mengalokasikan waktu untuk lebih banyak mengingat, bermunajat dan memohon kepada Allah untuk kebahagiaan hidup di dunia yang sementara dan kebahagiaan hakiki dan abadi di akhirat.

“Ya Allah, Engkau telah memberi kami kesempatan berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun ini. Terimalah segala sambutan kami, antarkan kami untuk istiqomah meraih segala keistimewaannya, kuatkan kami untuk dapat menggapainya, dan jangan sia-siakan apa yang kami lakukan di bulan yang penuh keberkahan ini serta jadikan itu semua sebagai pundi-pundi bekal kehidupan kami di hari akhir nanti, aamiin.” 

Selamat menjalankan ibadah puasa hari pertama, semoga amaliah kebaikan dapat diraih terhadap apa yang kita lakukan pada hari ini. Aaminn.

Dr. Muhammad Irwan H.Husain, adalah : Ketua Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL)


0 Komentar