Silaturrahmi dengan HL.Gita Ariadi, Dae Reso Ungkap Kerinduannya pada Sosok Mamiq Azhar


Alhamdulillah, Rabu 23 Agustus 2023, saya berkesempatan sillaturrahmi dengan Dae Reso dikediamannya di Hang Jebat Jaksel. Dulu, tahun 2002 - 2003, saya sempat menjadi jubir Dae Reso” Ujar Sekda NTB mengawali tulisannya yang diunggah melalui akun Facebook H.Lalu Gita Ariadi,M.Si.

BidikNews,Mataram,NTB - Reuni kali ini kata HL.Gita Ariadi diwarnai canda tawa, nostalgia mengenang hal-hal yang ringan dan lucu selama membersamai Dae Reso sebagai Gubernur. Mas Ari Harun, yang mendampingi, juga ikut larut dalam nostalgia dadakan itu. Dan reuni jadi agak serius ketika membahas seorang sosok yaitu Drs. H. Lalu Azhar - Wakil Gubernur yang mendampingi Dae Reso.  Berikut catatan kecil H.Lalu Gita Ariadi,M.Si yang kini dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Pj.Gubernur NTB

H. Harun Alrasyid (Dae Reso) : Mamik Azhar Guru Saya

Sembari mengucapkan Alhamdulillah, Gita Ariadi mengaku Senang sekali berkesempatan sillaturrahmi dan dialog dengan Gubernur NTB ke 5 - Bapak Drs. H. Harun Alrasyid MSi di kediamannya yg asri di Hang Jebat Jaksel tanggal 23 Agustus 2023. 

Dialog kian hangat dan nostalgis ketika topik bahasan tentang sosok seorang Mamik Azhar. Mamik Azhar pernah mendampingi Dae Reso ( sapaan akrab  Bapak H. Harun Alrasyid ) menjadi wakil gubernurnya.” Tutur Gita Ariadi.

Awalnya, dengan  nada suara yg agak berat dan tertahan Dae Reso menceritakan kenangannya dengan Mamik Azhar. Sangat banyak kenangan indah saya dengan Mamik Azhar namun sayang tidak mampu untuk  saya ceritakan dengan baik.” Kata Gita Ariadi menirukan kalimat demi kalimat dari seorang Dae Reso.

Drs.H.Harun Al Rasyid,M.Si (Dae Reso) bersama keluarga.

Yang pasti, Mik Azhar itu bagi saya sungguh sosok yg  Luar biasa. Kami sempat berkompetisi menjadi Gubernur di awal era reformasi tahun 1998 lalu. Pasca kompetisi saya khawatir sillaturrahmi kami terganggu.” Kenang Dae Reso.

Ternyata, kekhawatiran saya itu berlebihan. Sillaturrahmi kami tetap hangat. Bahkan, Mamik Azhar sangat ksatria dan demokratis. Beliau siap mendukung dan mendampingi saya berjuang membangun NTB bersama-sama.” Tutur Dae Reso mengenang kembali kisah baiknya dengan Mamiq Azhar. 

Jujur, Mamik Azhar kemudian menjadi "guru" saya untuk bisa memahami kondisi, dinamika dan konfigurasi sosial yang terjadi di daerah ini.” kisah Dae Reso ketika bersama Mamiq Azhar di masa kepemimpinannya sebagai Gubernur NTB 

Saya harus akui, pemahaman awal saya ttg daerah saya sendiri ini sangat minim. Saya lama eksis diluar daerah. Saya berkarier mulai jadi lurah, camat, walikota, sekda hingga menjadi Wakil Gubernur di ibukota Jakarta, sementara Mamik Azhar berkiprah sangat lama di daerah sehingga mengenal secara detail seluk beluk daerah ini.” Ujar Dae Reso

Satu semester awal saya memimpin daerah ini, saya sangat terbantu berkat dukungan dan bimbingan tulus dari seorang Mamik  Azhar. Mamik Azhar yang saya kenal, benar2 sosok yang sangat kompromis. Mamik Azhar tidak pernah mengenal kata permusuhan.” Katanya.

Saya merasa sudah banyak di bantu dalam mensukseskan Gema Prima. Mamik Azhar patut menjadi sosok yang pantas diteladani dan menjadi panutan kita semua.” Kata Dae Reso lagi.

Dae Reso bersama Istri dengan latar Masjid megah Islamic Centre yang mulai dirancang ketika Dae Reso menjadi gubernur NTB.

Saya bersyukur kini NTB sudah mampu bangkit sejajar dan bahkan mampu bersaing dgn daerah lain. NTB memiliki Newmonth dan potensi pariwisata berkelas dunia. Dengan modal yang luar biasa itu, saya yakin NTB kedepan akan melaju maju.” Kata Dae Reso dengan nada yakin.

Kini di usia saya yg sudah 82 tahun ( lahir 1941 ) dan Mamik Azhar yang lebih tua dari saya, kami sama2 tetap saling mendoakan. Sillaturrahmi kami tetap terjalin baik dan  tetap hangat. Setidaknya sudah dua kali saya sillaturrahmi ke kediaman Mamik Azhar di jalan Pejanggik.” Kenang dae Reso lagi. 

Rasanya, saya sangat ingin sillaturrahmi lagi nanti bila berkesempatan pulang ke Mataram. Saya titip salam rindu untuk Mamik Azhar ya, dan salam rindu untuk seluruh masyarakat NTB,”kata Dae Reso kepada HL.Gita Ariadi.

Usai seilaturrahmi dan dialog yang cukup hangat dan penuh canda dan tawa yang dibalut rasa bahagia serta diselimuti rasa puas karena dapat bertemu dengan sosok Daer Reso yang selalu dirindukan itu akhirnya HL.Gita Ariadi pun pamit dan kembali ke Mataram untuk menjalankan tugas yang diamanatkan Negara dan rakyat.

Pewarta: Salahuddin Dae Ompu


0 Komentar