Bahas Potensi Kerjasama, Dubes Rumania Kunjungi NTB, Pj. Gubernur Tawarkan Kawasan Kayangan Global Hub

Drs. H. Lalu Gita Ariadi bersama Duta Besar Rumania untuk Indonesia H.E Dan Adrian Balanescu

BidikNews,Mataram,NTB
- Pemerintah Provinsi NTB menyambut baik berbagai kemungkinan kerjasama dengan pemerintah Romania. Hal tersebut diutarakan Drs. H. Lalu Gita Ariadi saat menerima audiensi Duta Besar Rumania untuk Indonesia H.E Dan Adrian Balanescu di Kantor Gubernur NTB, pada Selasa, 24, Oktober 2023.

Audiensi tersebut membahas berbagai potensi kerjasama yang bisa dilakukan antara Pemerintah Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Romania.

"Kami siap bekerjasama dengan Romania, government to government, business to business, people to people," ujar Miq Gite, sapaan Pj Gubernur. 

Miq Gite dalam kesempatan tersebut memaparkan berbagai potensi Provinsi NTB yang bisa dikolaborasikan dengan Romania. Potensi tersebut di berbagai bidang, seperti pendidikan, perdagangan, pertanian, peternakan, pariwisata, hingga berbagai sektor investasi. 

Secara garis besar, Pj Gubernur menawarkan kawasan Kayangan Global Hub yang terbuka bagi para investor Romania, berbagai komoditi khas NTB yang siap diekspor, serta para pemuda pemudi NTB yang siap menerima peluang beasiswa maupun program pertukaran pelajar ke Romania. 

"Kami siap datang ke kedutaan Romania di Jakarta, untuk membawa data-data untuk dipersentasikan," ungkap Miq Gite. 

Sementara itu, Duta Besar Rumania untuk Indonesia H.E Dan Adrian Balanescu menjelaskan Pemerintah Romania ingin mengenal Provinsi NTB lebih jauh untuk mengetahui berbagai kemungkinan potensi kerjasama yang bisa dilakukan. 

Berbagai kemungkinan kerjasama yang dilakukan Romania dan Pemprov NTB, seperti menjadi sister province, kerjasama di bidang perdagangan, pendidikan, bahkan H.E Dan Adrian Balanescu menyebutkan Romania berniat untuk membangun konsulat dagang di NTB. 

"We can find some opportunities to collaborate (kita bisa menemukan berbagai kemungkinan untuk bekerjasama," ungkapnya. 


Diketahui Kawasan Global Hub Bandar Kayangan yang dirancang sebagai kawasan smart city di Kabupaten Lombok Utara (KLU), hingga kini masih menanti investor untuk melakukan pembangunan. Hal tersebut dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Wahyu Hidayat. 

Kepada wartawan  Wahyu Hidayat mengatakan pemerintah masih memetakan permasalahan yang dihadapi oleh para investor di Kawasan Global Hub Bandar Kayangan tersebut. Pasalnya enam tahun sejak penetapan oleh pemerintah, sampai sekarang belum ada investor yang benar-benar merealisasikan investasinya di Global Hub.” ungkap Wahyu Hidayat yang dilansir Radar Lombok, 24 Juli 2023.

Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa sebelumnya sempat ada perusahaan asal Korea Selatan, yakni Sungdong Industry Group, yang berencana menggulirkan dana sebesar USD 1 miliar atau Rp 14 triliun. 

Bahkan, kata Wahyu sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk membangun kawasan tersebut. Namun setelah terjadinya bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19 di Lombok, investor itu pun perlahan menghilang,” katanya.

Menurut Wahyu, Bandar Kayangan ini sangat strategis, karena berada pada jalur pelayaran internasional Selat Lombok. Kawasan Global Hub itu dicanangkan melebihi pelabuhan yang ada di Batam. Bahkan digadang-gadang menjadi kota bandar pelabuhan kelas internasional yang tidak kalah dari Singapura sebagai ikon kemajuan sektor maritim Indonesia di masa depan.” Jelas Wahyu.

Apalagi Selat Lombok masuk Zona ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II, yang mencakup Selat Lombok, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi. Sehingga menjadi penting dalam posisinya sebagai jalur pendukung utama dari Selat Malaka yang sudah amat padat.” terangnya.


Proyek Global Hub Bandar Kayangan Lombok Utara kata Wahyu semakin dilirik para investor. Dan Masyarakat KLU sangat welcome kepada investor yang akan berinvestasi di Bandar Kayangan,” kata Wahyu lagi.

Diketahui, bahwa kawasan seluas 7.000 hektar ini diresmikan sebagai Kawasan Andalan Nasional melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Nasional.

Potensi investasi di Global Hub Bandar Kayangan diprediksi mencapai Rp350 triliiun. Karena letaknya yang dinilai strategis, berada di urat nadi jalur pelayaran dunia yang tentu akan tetap diminati oleh investor.” Tutup Wahyu.

Pewarta: Tim BidikNews


0 Komentar