Hikmah Jum`at : Fokus, Puncak Komitmen Diri, Oleh : Prof. DR. H. Maimun Zubair, M. Pd


                                                                                                                            19 Januari 2024

FOKUS adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian dan energi pada suatu tugas atau target dan impian tertentu tanpa terpengaruh oleh gangguan atau distraksi apa pun. Dan terbiasa untuk fokus akan membantu dalam meningkatkan produktivitas kerja, karena dengan berusaha untuk fokus memungkinkan kita untuk bekerja dengan efektif dan efisien. Ketika kita fokus pada suatu tugas, maka cenderung akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap detail dan kualitas pekerjaan yang kita lakukan.

Kebiasaan kita yang sering kali tidak fokus dalam setiap aktivitas yang kita lakoni, entah profesi, pekerjaan, cita-cita, impian, ataupun hajat dapat menjadi penghambat yang berdampak pada kualitas produktivitas, pekerjaan, dan capaian kita. Kebiasaan tidak fokus ini sering terjadi karena gangguan perhatian yang kadang bercabang, multitasking di mana sering terjadi suatu kebiasaan menyelesaikan lebih dari satu pekerjaan, dan kebiasaan-kebiasaan cabang lain yang dilakoni secara berlebihan.

Ketika kita tidak dapat memusatkan perhatian pada tugas yang sedang dijalankan, atau fokus perhatian dan pemikiran yang terpecah, maka produktivitas dan capaian kita pasti buruk. Untuk mengatasi kebiasaan tidak fokus ini, penting untuk melatih diri dalam berkonsentrasi dan membiasakan untuk fokus pada skala prioritas.

Dengan berusaha untuk fokus akan membantu kita untuk tetap berada pada jalur menuju pencapaian tujuan dan konsisten pada langkah-langkah yang diperlukan. Dengan fokus juga kita akan dapat menilai situasi dengan lebih arif dan membuat keputusan yang lebih tepat. Dan dengan fokus juga akan membantu kita untuk tetap tenang dan konsentrasi saat menghadapi hambatan ataupun tantangan.

Untuk mengembangkan kemampuan fokus, penting untuk cermat dan bijak dalam mengelola waktu, mengidentifikasi dan mengurangi distraksi, serta berusaha untuk konsentrasi. Pentingnya untuk fokus tidak dapat diabaikan karena ia memainkan peran krusial dalam setiap capaian, termasuk dalam mewujudkan kualitas dan kuantitas raihan. Ketika kita dapat fokus pada suatu pekerjaan, maka kita akan cenderung lebih mudah menghasilkan karya yang berkualitas. Meskipun fokus itu sering dikaitkan dengan tugas-tugas yang rutin, namun ketika kita memiliki fokus yang baik, akan dapat mengeksplorasi gagasan-gagasan baru dan menciptakan solusi inovatif.

Meditasi adalah suatu praktik atau teknik yang secara khusus dirancang untuk membawa fokus pikiran pada satu titik atau objek tertentu. Fokus dalam meditasi merupakan kunci utama untuk mencapai ketenangan dan kesadaran yang lebih tinggi.

Foto : Repro BidikNews.net

Dalam menghadapi tantangan atau hambatan, fokus akan membantu kita untuk tetap tenang dan menyelesaikan masalah satu langkah pada satu waktu. Karena fokus itu bukan sesuatu yang datang dengan mudah, maka dibutuhkan latihan dan kesungguhan atau komitmen.

Fokus akan membantu membangun momentum positif dalam beraktivitas. Ketika kita berhasil memusatkan perhatian dan menyelesaikan tugas dengan maksimal, tentu akan memberikan dorongan positif dan energi untuk melanjutkan aktivitas berikutnya. Momentum positif ini dapat menjadi sumber motivasi yang kuat.

Fokus memungkinkan seseorang untuk mendalami dan memperbaiki keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Dengan mengusahakan tetap konsisten dalam fokus, kita sesungguhnya telah dan sedang membuat progres yang signifikan menuju pencapaian jangka panjang.

Begitu pentingnya bagaimana fokus itu menjadi landasan dalam melakukan aktivitas, yang ujungnya adalah capaian-capaian yang berkualitas dan bermakna, maka di dalam aktivitas beragama pun para pemeluknya dituntun untuk sedapat mungkin selalu fokus dalam menunaikan kewajiban yang disyariatkan, yang dalam diksi keagamaan memilih istilah “meditasi dan khusyuk”.

Meditasi adalah suatu praktik atau teknik yang secara khusus dirancang untuk membawa fokus pikiran pada satu titik atau objek tertentu. Fokus dalam meditasi merupakan kunci utama untuk mencapai ketenangan dan kesadaran yang lebih tinggi. Meditasi tidak hanya tentang refleksi internal, tetapi juga tentang menyadari dan meresapi lingkungan sekitar. Fokus semakna dengan meditasi dapat mencakup pengamatan dan penerimaan kondisi di sekitar, yang dapat membantu menciptakan rasa keterhubungan dengan alam atau dengan orang lain.

Salah satu tujuan meditasi adalah mencapai ketenangan pikiran, dengan melibatkan upaya untuk membawa perhatian kembali ke titik fokus, tujuan lain adalah membuka pikiran dan asa untuk menerima pengalaman tanpa penilaian atau persepsi yang membatasi. Ini membantu dalam pengembangan pemahaman yang lebih mendalam tentang diri dan dunia sekitar.

Sementara Khusyuk memiliki makna lebih menekankan pada dimensi spiritual atau psikologis. Khusyuk menggambarkan keadaan pikiran yang tenang, damai, dan sepenuhnya terlibat dalam aktifitas spiritual atau kontemplatif. Ini melibatkan kedalaman emosi dan kehadiran sepenuh hati dalam satu waktu dan satu momen.

Foto: Repro BidikNews.net

Saat fokus pada sesuatu dengan penuh perhatian, biasanya kita cenderung mencapai keadaan khusyuk. Dalam konteks ini, fokus yang mendalam pada praktik spiritual dapat menghasilkan kekhusyukan, yang mencerminkan keterlibatan hati dan perasaan secara penuh dalam kegiatan tertentu.

Sebagai catatan akhir, fokus menjadi kunci utama untuk mewujudkan komitmen diri. Ketika kita memiliki fokus yang tinggi terhadap apa yang telah direncanakan, diimpikan, dan ditetapkan, maka kita akan cenderung lebih berkomitmen dan lebih mampu menghadapi dan menyelesaikan tantangan dalam mencapainya.

Fokus akan membantu kita untuk tetap tenang dan tidak terganggu oleh hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam perjalanan menuju pencapaian komitmen diri. Kata Nabi SAW, “Innallaha yuhibbu idza amila ahadukumul amala an yutqinahu”. Sesungguhnya Tuhan sangat mencintai orang yang jika melakukan suatu pekerjaan, dilakukannya secara itqan (fokus, tepat, terarah, jelas dan tuntas). HR. Thabrani.

Penulis adalah : Guru Besar Universitas Islam Negeri -UIN Mataram,NTB


0 Komentar