Relativitas Bahasa dan Budaya, Oleh : Mawaddati Mardotillah

Foto: Repro BidikNews.net

Bahasa
dan budaya merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tak dapat dipisahkan. Bahasa merupakan sarana komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam suatu komunitas atau masyarakat tertentu. 

Budaya, di sisi lain, merupakan cara hidup suatu masyarakat yang meliputi nilai-nilai, kepercayaan, adat istiadat, dan kebiasaan. Hipotesis Sapir-Whorf menyatakan bahwa bahasa yang digunakan seseorang memengaruhi pemahaman dan interpretasi dunianya. 

Selain itu, bahasa juga mencerminkan budaya dan nilai-nilai masyarakat penggunanya. Sebagai contoh, penggunaan salam dalam berbagai bahasa mencerminkan norma dan nilai dalam budaya tertentu. 

Relativitas bahasa dan budaya dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara bahasa dan budaya. Bahasa memengaruhi budaya, dan sebaliknya, budaya memengaruhi bahasa. Bahasa yang digunakan oleh suatu masyarakat akan mencerminkan budaya mereka, dan sebaliknya, budaya suatu masyarakat akan memengaruhi bahasa yang digunakan oleh mereka.

Contoh lain hubungan timbal balik antara bahasa dan budaya adalah pada sistem penamaan. Setiap bahasa memiliki sistem penamaan yang berbeda-beda. Hal ini mencerminkan perbedaan budaya dari masyarakat penutur bahasa tersebut. 

Misalnya, dalam bahasa Indonesia, orang tua akan memberikan nama kepada anaknya berdasarkan harapan atau doa mereka. Hal ini mencerminkan nilai-nilai budaya Indonesia yang menjunjung tinggi pentingnya keluarga dan keturunan. 

Pada penggunaan bahasa sehari-hari dalam bahasa Indonesia, kita mengenal istilah "mas" dan "mbak" untuk menyebut orang yang lebih tua atau sebaya. Istilah ini menunjukkan nilai-nilai kesantunan yang dianut oleh masyarakat Indonesia. 

Dalam bahasa Inggris, istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang lebih tua atau sebaya adalah "Mr." dan "Ms.". Istilah ini menunjukkan nilai-nilai formalitas yang dianut oleh masyarakat Inggris. Relativitas bahasa dan budaya memiliki implikasi yang penting dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, komunikasi, dan bisnis. 

Dalam bidang pendidikan, pemahaman tentang relativitas bahasa dan budaya dapat membantu guru untuk memahami cara berpikir dan belajar siswa dari berbagai latar belakang budaya. 

Dalam bidang komunikasi, pemahaman tentang relativitas bahasa dan budaya dapat membantu kita untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang dari berbagai budaya. 

Dalam bidang bisnis, pemahaman tentang relativitas bahasa dan budaya dapat membantu kita untuk memahami budaya bisnis dari berbagai negara.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hubungan yang erat antara bahasa dan budaya menciptakan suatu dinamika yang kompleks dalam kehidupan manusia. 

Hipotesis Sapir-Whorf mengingatkan kita akan peran penting bahasa dalam membentuk perspektif dan pengalaman individu terhadap dunia. Sementara itu, relativitas bahasa dan budaya membawa kita pada pengakuan bahwa keduanya saling memengaruhi dan membentuk identitas suatu masyarakat. 

Dalam upaya untuk memahami dan menghargai keberagaman dunia ini, pemahaman akan interaksi antara bahasa dan budaya menjadi landasan penting. 

Oleh karena itu, kesadaran akan relativitas bahasa dan budaya tidak hanya relevan dalam konteks akademis, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, memberikan wawasan berharga untuk membangun hubungan yang lebih baik, baik dalam pendidikan, komunikasi, maupun dunia bisnis.

Penulis adalah : 

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2024. Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics



0 Komentar