Selagi Ada Waktu, Oleh : Prof. DR. H. Maimun Zubair, M. Pd


ADA
ungkapan yang sering kita dengar tatkala kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai positif dalam hidup ini. Ungkapan tersebut berbunyi  “kesempatan tidak datang dua kali”. Ungkapan ini tentunya mengandung makna bahwa peluang yang muncul dalam hidup biasanya tidak akan datang lagi dengan persis sesuai kondisi yang sama.

Mengambil tindakan saat peluang itu muncul semestinya kita lakukan, karena tidak ada jaminan bahwa kesempatan serupa akan datang kembali. Artinya, kita seharusnya tidak mengabaikan peluang atau menunda pengambilan keputusan yang penting dalam situasi yang mungkin.

Kehidupan seringkali penuh dengan momen-momen krusial yang dapat membawa perubahan positif, dan ketika kita melewatkan kesempatan itu, mungkin sulit atau bahkan tak mungkin untuk mengembalikannya lagi. Hal ini menyadarkan kita betapa pentingnya kesiapan dan keterampilan dalam mengenali dan memanfaatkan peluang. Kadang-kadang keberhasilan dalam hidup dapat tergantung pada seberapa baik kita dapat memanfaatkan peluang yang datang pada waktu yang tepat.

Memanfaatkan waktu dan kesempatan sesegera mungkin adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Waktu adalah sumber energi yang tidak bisa diremehkan apalagi diabaikan, oleh karenanya perlu untuk memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana memanfaatkan waktu dan kesempatan secara efektif.

Terkadang kesempatan datang dalam bentuk tantangan atau situasi yang belum pernah kita alami sebelumnya, maka sebaiknya kita jangan ragu untuk mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan, meskipun kita harus keluar dari zona nyaman. Kita harus ingat, bahwa kesempatan besar seringkali tersembunyi di balik risiko yang diambil dengan bijak, dan keberhasilan seringkali bergantung pada kemampuan untuk beradaptasi.

Memanfaatkan waktu dan peluang yang muncul setidaknya menjadi prioritas, karena prokrastinasi dapat menjadi musuh terbesar ketika datang pada saat kita sedang belajar mengelola waktu. Memilih untuk segera mengambil tindakan saat kesempatan muncul akan menjadi sikap terbaik, dan dengan memanfaatkan waktu dan kesempatan sesegera mungkin, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi untuk kesuksesan jangka panjang.

Penting kita tanamkan kesadaran di dalam diri masing-masing tentang kehadiran waktu dan kesempatan dalam hidup kita, untuk kita sikapi dengan arif, jangan sampai terabaikan, namun kita harus berbuat selagi ada waktu.

Selagi ada waktu, lakukanlah apa saja tentang profesi yang kita jalankan, untuk sekadar menggapai capaian—walaupun kecil, yang mungkin pada waktu-waktu yang akan datang tak ada kesempatan untuk melakukannya. Nabi saw berpesan dalam hadisnya, “La tu’akhkhir amalal yaumi ilal ghadi”. Janganlah kamu menunda pekerjaan hari ini hingga hari esok.


Selagi ada waktu, lakukanlah apa saja tentang cita-cita, target, dan impian kita, untuk sekadar membuktikan bahwa kita memang sangat menginginkannya, dan mungkin saja kesempatan yang sama tidak datang dalam waktu dekat. Kata Nabi saw, “Al-waqtu kassaif, fa in lam taqtha’hu qatha’aka”. Waktu itu adalah seperti pedang, maka jika kamu tidak menebaskannya, ia yang akan menebasmu.

Penyesalan sering kali bukanlah tamu yang diundang sejak awal perjalanan ide dan aksi, akan tetapi lebih seperti bayangan yang muncul di ujung perjalanan.

Selagi ada waktu, lakukan apa saja tentang program dan rencana kita, untuk sekadar memenuhi ambisi sukses dari keinginan untuk meraih prestasi, siapa tahu kita tidak lagi memiliki kesempatan untuk harus berbuat sesuatu. Nabi saw mengatakan, “wafaragaka qabla syuglik”. Manfaatkan waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu.   

Kesuksesan dalam hidup sering kali bermula dari bagaimana kita mengelola dan merebut waktu dengan efektif. Waktu adalah aset berharga yang apabila terlewatkan, tidak bisa dikembalikan lagi. Jadi memanfaatkannya dengan baik merupakan langkah awal menuju kesuksesan, seperti pepatah lama mengatakan, waktu adalah emas.

Aktivitas manusia sebagian besar memang berpacu dengan waktu karena kita memiliki keterbatasan waktu dalam hidup ini. Setiap detik yang berlalu tidak dapat dikembalikan, jadi penting untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang datang dan menjadi milik kita.

Mengelola waktu dengan efisien menjadi kunci untuk mencapai tujuan dan menjalani kehidupan yang bermakna. Kita perlu memiliki kesadaran akan nilai waktu dan membuat prioritas yang sesuai. Dengan cara ini, kita dapat fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan menghindari menyia-nyiakan waktu pada hal-hal yang kurang produktif atau bermanfaat.

Ingatlah bahwa waktu yang dihabiskan dengan bijak adalah investasi untuk masa depan. Jadi, jangan sia-siakan setiap detiknya dan manfaatkan kesempatan yang ada untuk meraih impian dan kebahagiaan.


Penyesalan sering kali bukanlah tamu yang diundang sejak awal perjalanan ide dan aksi, akan tetapi lebih seperti bayangan yang muncul di ujung perjalanan. Kita sering tidak menyadari dampak dari pilihan yang kita ambil, hingga nampak terlihat hasil akhirnya. Itulah mengapa penyesalan sering kali muncul di akhir kegiatan atau peristiwa.

Seiring berjalannya waktu, kita bisa menyadari konsekuensi dari keputusan yang telah kita ambil. Mungkin kita baru menyadari bahwa kita seharusnya mengambil jalan lain atau membuat keputusan yang berbeda setelah melihat bagaimana segalanya terjadi. Penyesalan itu seperti bayangan yang mengikuti jejak kita, mengingatkan kita pada momen-momen di mana kita bisa saja membuat pilihan yang lebih baik.

Sebagai pembelajaran diri, mari kita camkan kisah hikmah dari seorang pemuda yang mencari kebenaran hidup. Alkisah, pada suatu masa, ada seorang pemuda bertanya kepada gurunya, “Wahai Guru, bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup ini?”

Singkat cerita, sang guru menjawab pertanyaan pemuda tersebut dengan mengajaknya ke sebuah taman, sembari berkata, “Berjalanlah lurus di taman bunga ini, lalu petiklah bunga yang menurutmu paling indah dan jangan pernah melangkah kembali ke belakang!”

Pemuda itu pun mematuhi arahan sang guru, dan berjalan hingga ke ujung taman. Kemudian datang menemui gurunya dengan tangan hampa. 

Sang guru pun langsung bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?”

Si pemuda menjawab, “Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tetapi aku tidak memetiknya, karena ku pikir mungkin yang di depan ada yang lebih indah. Namun saat aku telah sampai di ujung jalan, aku baru sadar bahwa yang kulihat tadi adalah yang terindah. Dan sungguh disayangkan aku tak bisa lagi kembali ke belakang.”

Mendengar jawabannya, sang guru tersenyum, seraya berkata, “Ya begitulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin kita tak akan pernah mendapatkannya.

Kisa hikmah di atas hendaknya menjadi iktibar dan pengingat bahwa di dalam menyikapi kehadiran waktu dan kesempatan dalam hidup kita, segeralah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai menunda-nunda hingga akhirnya waktu dan kesempatan itu meninggalkan kita. 

Betapa sering waktu dan kesempatan datang hendak mengantar kita untuk dapat menggapai apa saja dalam hidup ini, akan tetapi kita sering abai, dan akhirnya waktu dan kesempatan itu meninggalkan kita, tergantikan oleh penyesalan yang tak berujung. 

Penulis adalah : Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram - NTB


0 Komentar