BidikNews.net — Partai Demokrat membantah keras tuduhan bahwa mereka berada di balik maraknya isu dugaan ijazah palsu Presiden Ke-7 Joko Widodo.
Demokrat menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah yang tidak berdasar dan bentuk upaya adu domba antar elite nasional.
Pernyataan resmi disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, yang menegaskan bahwa istilah “partai biru” yang diarahkan kepada Demokrat merupakan bentuk insinuasi yang menyesatkan dan merusak nama baik partai.
“Tuduhan tersebut adalah fitnah. Istilah ‘partai biru’ yang dikaitkan dengan Demokrat merupakan upaya insinuatif yang mencemarkan nama baik kami,” ujar Herzaky dalam keterangan resmi, Senin (28/7) diRilis Rmol.
Terkait Roy Suryo yang belakangan gencar menyuarakan isu ijazah Jokowi, Demokrat juga menegaskan bahwa Roy sudah bukan kader partai sejak 2019. Ia disebut mundur karena perbedaan pandangan terhadap arah kebijakan partai.
Lebih lanjut, Demokrat menilai isu ini sengaja dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah hubungan baik antara Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ke-7 Jokowi.
Herzaky menjelaskan bahwa hubungan antara keluarga SBY dan Jokowi selama ini berjalan dengan baik. Ia mencontohkan kehadiran Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dalam Kongres V Partai Demokrat, serta kunjungan Gibran saat SBY menjalani perawatan di RSPAD.
“Kami mencermati adanya pihak-pihak yang mencoba mengail di air keruh, dengan memanfaatkan isu ini untuk mengadu domba antara Bapak SBY dan Bapak Jokowi,” tegas Herzaky.
Demokrat juga mengingatkan bahwa mereka menjunjung tinggi etika politik dan tidak pernah memainkan isu pribadi atau hoaks sebagai strategi politik.
Pewarta: TIM
0 Komentar