Pemberdayaan Pemuda Karang Taruna Desa Selelos Melalui Sablon Kaos Digital

Foto bersama seluruh peserta, tim PKM, Kepala Desa, dan perangkat desa usai penutupan kegiatan.

BidikNews.net – Dalam upaya mengembangkan keterampilan kreatif dan mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas NahdlatulWathan Mataram.

Kegiatan dengan bertema “Pemberdayaan Masyarakat Karang Taruna Desa Selelos melalui Sablon Kaos Digital” terlaksana atas dukungan bantuan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek.

Kegiatan berlangsung selama empat hari, dari 6 hingga 9 Agustus 2025, di Balai Desa Selelos, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Selelos, Jadin, S.H., Ketua Karang Taruna Desa Selelos, serta 30 anggota Karang Taruna yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tim PKM terdiri dari Baiq Salkiah, M.Si (Ketua Pelaksana), Imam Pakhrurrozi, M.Pd (Anggota), dan Raden Didi Kuswara, M.Pd (Sekretaris LPPM).

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Desa yang menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah awal membentuk wirausaha muda di desa. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Selelos, Jadin, S.H., mengungkapkan, Desa Selelos memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk kreatif. 

“Dengan keterampilan sablon digital ini, kami berharap anak-anak muda dapat menciptakan produk unik yang bisa dipasarkan luas,” ujar Jadin.

Ketua Pelaksana PKM,Baiq Salkiah, M.Si,menyerahkan paket alat sablon digital kepada perwakilan Karang Taruna.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana PKM, Baiq Salkiah, M.Si, memaparkan tujuan program ini guna membekali pemuda Karang Taruna dengan keterampilan sablon kaos digital yang aplikatif dan bernilai ekonomi. 

“Kami tidak hanya mengajarkan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan agar keterampilan ini menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan,” tutur Baiq Salkiah, M.Si,

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi peluang usaha di industri sablon kaos digital. Peserta diperkenalkan pada tren desain, strategi pemasaran, dan prospek bisnis kreatif di era digital. 

Sebagai bentuk dukungan nyata, Tim PKM menyerahkan paket lengkap peralatan sablon digital yang meliputi mesin Cutting Stiker, Heat press, kaso, bahan polyflex dan perlengkapan pendukung lainnya.

Setelah pengenalan alat, peserta mendapatkan pelatihan teknis mulai dari desain menggunakan perangkat lunak sederhana, teknik pemotongan polyflex, hingga tahap pressing kaos. 

Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil sehingga setiap orang dapat mencoba langsung proses produksi dari awal hingga menghasilkan produk jadi.

Suasana pelatihan sangat interaktif. Para peserta terlihat bersemangat mencoba berbagai desain kreatif, termasuk motif khas Desa Selelos yang direncanakan menjadi produk identitas desa.

Peserta pelatihan mempraktikkan desain dan pemotongan polyflex dengan pendampingan tim PKM.

Salah satu peserta, Indryanto (21), mengaku pelatihan ini membuka pandangan barunya terhadap peluang usaha. 

“Dulu saya pikir sablon itu harus punya modal besar dan rumit. Ternyata dengan teknologi ini, modalnya lebih terjangkau dan hasilnya bisa bersaing di pasaran,” ujarnya sambil menunjukkan kaos hasil karyanya.

Peserta lainnya, Feri Aditya (20), mengungkapkan antusiasmenya. “Saya senang bisa belajar dari nol sampai bisa menghasilkan kaos dengan desain sendiri. Rasanya bangga sekali, apalagi ini bisa jadi ide usaha bareng teman-teman Karang Taruna,” katanya. 

Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan pemuda Karang Taruna Desa Selelos tidak hanya terampil dalam sablon kaos digital, tetapi juga memiliki semangat wirausaha dan kreativitas untuk mengembangkan usaha mandiri yang berkontribusi pada kemajuan ekonomi desa.

Demikian disampaikan Imam Fakhrurrozi dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas NahdlatulWathan Mataram

Pewarta : TIM


0 Komentar