Bulan Ramadhan tahun 1447 H, bulan istimewa yang dirindukan oleh setiap insan beriman dan bertaqwa semakin mendekat merapat dan membersamai beberapa hari lagi. Ramadhan datang menemui insan beriman dengan membawa muatan yang melimpah untuk ditumpahkan kepada yang merindukannya dan insan beriman berlomba-lomba mengejar muatan tersebut. 
DR. H. Muhammad Irwan Husain, MP
CAHAYA terang benderang bulan Ramadhan sebentar lagi akan menyinari bumi dan isinya, terutama menerangi hati sanubari insan beriman yang berpuasa. Harum semerbak aroma nan mewangi kini mulai terasa ditiup angin segar nan bersih. Embun dan rintik hujan bulan ramadhan akan membasahi bumi tempat insan beriman melakukan aktivitas kehidupannya.
Ramadhan hadir untuk memenuhi harapan dan do’a-do’a yang dipanjatkan oleh orang beriman yang telah merasakan berbagai kenikmatan dan keisitimewaan pada bulan ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Ketidakmampuan melaksanakan rangkaian ibadah maksimal pada ramadhan tahun lalu, berharap dapat bertemu kembali dengan ramadhan tahun ini.
Setahun lamanya hamba-hamba Allah yang beriman bermunajat dan bermohon agar dipanjangkan umurnya dan berharap dapat bertemu lagi dengan bulan ramadhan tahun ini. Harapan dan do’a itu semakin menggema dengan jelas terucap pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan disambut dengan suka cita jika sudah bersama ramadhan.
Tatkala ramadhan tiba, setiap insan mukmin merasakan nikmat kebatinan berbeda ketika ramadhan bersamanya. Tidaklah mengherankan mereka menyambut kedatangan bulan ramadhan dengan rancangan persiapan untuk mengisinya. Setiap insan beriman tidak mau momen special dan istimewa ini berlalu tanpa adanya ikhtiar dan amal jariah yang dapat dilakukan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Ramadhan yang kehadirannya dinanti dengan penuh harapan beberapa jam lagi akan tiba. Ia adalah tamu yang kita undang kedatangannya sehingga harus dimuliakan dan dihormati. Karena kita menghormati dan memuliakannya, maka ramadhanpun akan memuliakan kita. Ia hadir menebarkan aneka rupa kebaikan dan keberkahan, segala rupa fasilitas dan dispensasi, menyediakan serta menawarkan berbagai amaliah yang tidak sia-sia dan semuanya bernilai ibadah.
Ramadhan bagi insan beriman adalah kesempatan terbaik untuk melakukan aneka investasi baik yang dirasakan selama menjalani kehidupan di dunia, terlebih kehidupan di akhirat. Insan beriman tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dan mungkin pula menjadi kesempatan terakhir bersamanya pada tahun ini. Sehingga rasa bahagia dan gembira menyambut kedatangan dan kehadirannya.
Rasulullahpun telah memberikan informasi berkenaan dengan hadirnya bulan ramadhan sebaimana sabda beliau :” Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat dan magfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari yang paling utama. Jam demi jamnya adalan paling utama, Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakanNya. Bulan ini malam-malammu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah”.
Hadist lain Rasulullah saw bersabda : “Sungguh telah datang kepadamu bulan ramadhan, bulan penuh berkah. Allah mewajibkan kalian shaum di dalamnya, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, sedang pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Dalam bulan itu terdapat malam yang lebih baik dari malam seribu bulan, dan barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikan pada malam itu, maka sungguh ia telah merugi (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).
Bulan yang dipinta itu telah berada di depan mata, maka insan beriman berupaya untuk membersihkan jiwanya dengan menyadari segala kekurangan dirinya selama setahun berlalu.
Untaiakan kata ucapan maaf atas segala salah dan khilat kepada Allah mudah terucap dan bertekat bertobat untuk tidak melakukan kembali. Terhadap sesama manusia, ucapan mohon maaf begitu ringan tanpa beban terucap, Karena memohon maaf kepada sesame adalah kunci utama ibadah lainnya dapat beproses dengan baik. Insan beriman tidak mau dirinya menjalani puasa masih ada bintik-bintik hitam yang tertimbun dalam diri yang menghalangi cahaya ramadhan menyinari dan menerangi dirinya.
Yang lebih utama lagi, adalah adanya ketulusan dan keikhlasan memberi maaf terhadap orang yang telah menyakiti dirinya, baik ucapan, prilaku maupun strategi jitu menjatuhkan harkat dan martabat dirinya. Semua itu telah berlalu, tidak memberikan manfaat untuk dihimpun dan dipelihara tumbuh subur di dalam diri. Disadarinya, adalah memberi maaf kepada orang lain entah diminta maupun tidak diminta adalah perbuataan yang lebih bijak daripada meminta maaf.
Ramadhan, adalah momen terbaik untuk menghilangkan semua itu, sehingga bulan suci yang datang benar-benar memberi kenikmatan bila diri telah lebih dahulu disucikan dari segala noda dan kotoran yang berada dalam diri. Disambutnya ramadhan dengan kesucian, tidak ada dendam kesumat, tidak ada lagi timbunan kemarahan membara yang terus membakar diri. Semuanya telah ditanggalkan, dibuang dan dienyahkan dari diri.
Bulan yang dipinta ini akan mengucapkan salam selamat berjumpa kepada orang yang rindu dengannya. Ia membawa obat mujarab dan ampuh untuk mengobati penyakit yang berada di dalam tubuh yang bersemayam nyaman di dalam diri. Terhadap berbagai penyakit jiwa yang ada akan segera disembuhkan. Ramadhan akan mengobati orang yang memiliki sifat pelik, kikir menjadi orang yang berderma.
Orang rakus, tamak, dan mubajir menjadi orang yang bersahaja dan sederhana. Orang yang pemarah dan emosional menjadi orang yang tabah dan sabar, orang yang sering mengumbar fitnah, kekurangan, kelemahan orang lain dan berbohong menjadi orang yang hemat bicara dan jujur. Orang Orang yang riya dan sombong, mubajir dan takabur menjadi orang yang bijak, murah hati dan qanaah.
Orang yang tertutup mata batinnya menjadi terang benderang, yang telinganya tuli dan tersumbat dari ajakan kebaikan menjadi pelopor dan pejuang kebaikan. Orang yang tidak mau terlibat dalam urusan kemasyarakatan, berubah dan berada dalam garga terdepan memperjuangkan kepentingan bersama. Orang yang ambisius untuk mendapat harta, jabatan dengan cara-cara tidak rasional, menjadi orang penyeru bahwa cara itu bertentangan dengan ajaran agama dan berbagai penyakit jiwa lainnya hilang secara drastic atau perlahan melalui gemblengan bulan ramadhan.
Wajarlah orang yang memiliki derajat keimanan sangat berharap dan berharap untuk bertemu bulan ramadhan setiap tahun sebelum ajal kematian menjemputnya. Dalam dirinya terdapat tekat bahwa puasa tahun ini adalah puasa terakhir, sehingga segala daya dan upaya secara maksimal dilakukan untuk mengisi berbagai ibadah tambahan (sunah) mengiringi ibadah puasa yang wajib dengan harapan derajat ketaqwaan semakin bertambah dan meningkat.
Kini bulan yang dinanti akan segera tiba,
Ia hadir karena waktunya telah tiba,
Untuk bersama orang –orang beriman,
Yang merindukan akan keisrimewaannya,
Ramadhan akan membersamai insan beriman,
Yang melakukan introspeksi total,
Terhadap segala tingkah yang salah,
Untuk menuju kebaikan yang hakiki,
Ramadhan akan mengobati hati yang gelisah,
Menyembuhkan diri yang berlomba mengejar materi,
Mengubah prilaku yang egoistis dan sombong,
Menjadi pribadi yang bersahaja dan bijak.
Ramadhan akan mengajak insan beriman,
Untuk menambah derajat ketakwaan,
Melaksanakan segala printahnNya,
Baik secara vertical maupun horizontal.
Ramadhan akan membimbing orang beriman,
Untuk mengetahui hakekat diri,
Untuk duduk dan berdiri bersama,
Mengkokohkan risalah Islam…….
Ya Allah syukur dan terima kasih kami panjatkan,
Engkau telah menerima pinta dan harapan kami,
Mempertemukan kembali dengan Ramadhan tahun ini.
Agar kami dapat menambah pundi-pundi amaliah yang masih kurang,
Ya Allah, jadikan kami sebagai hambaMu,
Yang menerima kedatangan bulan Ramadhan,
Menyambut segalam muatan yang dibawanya,
Untuk kami raih dan berlomba untuk memperolehnya,
Ya Allah, beri kekuatan kami untuk mengisi Ramadhan,
Melaksanakan puasa pada siang hari,
Diiringi dengan amal-amal jariah lainnya,
Jada, langkah, pandangan dan ucapan kami yang membatalkan puasa kami,
Ya Allah, beri kekuatan kami di malam hari,
Untuk melaksanakan sholat sunah malam,
Sebagai pelengkap puasa di siang hari,
Agar semakin bermakna ramadhan buat kami,
Ya Allah, jadikanlah kami dapat meraih derajat takwa,
Jadikanlah ia sebagai penyelamat kami,
Untuk meniti jembatan menuhu syurgaMu,
Menjadi penghalang untuk menuhi neraka..
Aamiin.
Penulis : adalah Dosen FEBI Universitas Negeri Mataram dan Ketua Umum Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL)

0 Komentar