Tragedi Wamena yang terjadi pada tahun 2019 lalu merupakan pengalaman yang cukup menegangkan sekaligus mengesankan dialami H. Amir, S.Pd.
BidikNews.net,NTB - Peristiwa Wamena tahun 2019 merupakan bencana sosial menyebabkan jatuhnya korban dan ribuan mencari perlindungan di markas militer dan polisi dan tempat tempat ibadah. Termasuk ratusan warga NTB yang berdomisili di Wamena Papua.
Pemerintah Provinsi NTB ketika itu, tak ingin bencana sosial yang terjadi di Bumi Papua kabupaten Wamena membahayakan jiwa warga asal NTB.
Gerak cepat pemerintah pun dilakukan dengan menugaskan H. Amir, S.Pd yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Plt. Kabid Perlindungan dan jaminan Sosial Dinas Sosial Pemprov NTB.
Penugasan H. Amir, S.Pd ketika itu dengan satu tujuan yakni menyelamatkan 210 orang warga NTB yang sedang di cekam ketakutan akibat tragedy berdarah yang terjadi di Wamena.
![]() |
| Suasana pemulangan warga NTB dengan menggunakan Pesawat Hercules yang dikawal ketat oleh para petugas dan didampingi H. Amir dan Amran selalu diplomat pennyelamat yang diutus Pemprov NTB |
Dalam Misi kemanusian yang ditugaskan oleh pemerintah provinsi NTB, H. Amir tentu merasakan bagaimana situasi saat itu harus ia hadapi. Namun dengan penuh percaya diri, serta kepribadiannya yang bersahaja, Ia pun sampai ditempat yang dituju kemudian bertemu dengan warga NTB yang berada dalam bayang-bayang ketakutan saat itu jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
Dengan gaya diplomasi yang profesional, H. Amir bersama Amran yang dibantu oleh aparat TN Polri berhasil masuk diwilayah konflik dan bertemu dengan ratusan warga NTB yang berada-dalam tenda-tenda pengungsian ketika itu.
H. Amir mengisahkan, saat bertemu dengan ratusan warga NTB yang mengungsi pertama-tama yang diupayakan adalan bagaimana warga NTB harus dipulangkan ke daerah asal masing-masing, seperti Bima, Dompu, Sumbawa dan Lombok.
Misi kemanusian yang dilaksanakan oleh H. Amir dan Amran pun berhasil ditunaikan. Sebanyak 210 warga NTB berhasil diselamatkan dan dipulangkan.
Pemulangan para pengungsi Wamena ketika itu disambut haru oleh pemerintah NTB dan serta keluarga setelah keluar dari Wamena melalu Makassar (Sulawesi) kemudian mendarat di Bandara Lombok.
![]() |
| H. Amir, S.Pd dan Amran, SST berpose bersama para pengungsi sebelum di bertolak ke daerah asal jalur penerbangan melalui Makassar (Sil-sel) kemudian menuju NTB |
Begitu pula Amran,SSP, MPSSP yang kini menjabat sebagai kepala seksi di Balatkop Provinsi NTB mengaku pengabdian dalam misi kemanusian yang ditugaskan pemerintah Provinsi ketika itu sebagai satu kenangan yang tak pernah ia lupakan.
H. Amir memang seorang diplomat ulung yang saya kenal.” Kata Amran singkat mengenang kisahnya ketika mendampingi H. Amir di Wamena.
Dalam situasi yang mencekam di Wamena ia kerap disambut baik oleh sejumlah petugas dan aparat baik di tenda-tenda pengungsian maupun ketika melakukan penyelamatan para pengunsi yang masih tertahan dalam Kota Wamena.” Ujar Amran.
Amran SSP, MPSSP merupakan satu-satunya Sarjana Bencana yang dimiliki Pemrprov NTB. Ia meraih gelar Magister Bencana setelah menyelesaikan tugas belajar hanya dua tahun dari pemerintah Provinsi NTB.
Sebagai seorang Sarjana Bencana, Amran mencoba mengikuti kontes dan memilih jabatan sebagai kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Benana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, akan tetapi tidak diterima, karena Gubernur dan Wakil Gubernur NTB lebih memilih yang lain untuk menempati jabatan Bidang itu.
H. Amir, S.Pd sendiri saat ini tengah berkompetisi untuk menduduki jabatan eselon II bersama sejumla ASN lainnya di Lingkup pemprov NTB. Dengan bekal pengalaman pada sejumlah jabatan yang ia jalankan, bahkan pernah mendapat tugas 11 kali menjabat sebagai Plt, sesungguhnya cukup bagi H. Amir untuk bisa mendapatkan jabatan eselon II. Semoga.
Pewarta: Dae Ompu



0 Komentar