Potensi Sumber Daya Manusia Desa Kediri dan Tantangan Pembangunan Masyarakat Oleh : Bahrul Ulum S.H

Bahrul Ulum S.H
Desa Kediri merupakan pusat Kecamatan Kediri di Kabupaten Lombok Barat yang secara sosiologis memiliki karakteristik sumber daya manusia yang relatif kuat. 

WILAYAH ini dikenal sebagai daerah yang melahirkan individu-individu dengan kapasitas intelektual, pengalaman sosial, dan peran pengabdian yang beragam, baik dalam ranah pemerintahan, kelembagaan sosial, maupun ruang-ruang kemasyarakatan lainnya. Di samping itu, berkembangnya tradisi keilmuan dan pendidikan keagamaan turut menjadi modal sosial yang penting dalam menopang kehidupan masyarakat Desa Kediri.

Dalam konstruksi sosial masyarakat, Kediri sering dipahami sebagai wilayah yang kaya akan pengetahuan, pengalaman, serta figur-figur yang memiliki kapasitas di berbagai bidang. Ungkapan lokal yang menyatakan bahwa “apa pun yang ingin dicari, semuanya ada di Kediri” mencerminkan kesadaran kolektif sekaligus kebanggaan masyarakat terhadap potensi yang dimiliki daerahnya.

Namun demikian, besarnya potensi sumber daya manusia tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi perubahan sosial dan peningkatan kesejahteraan yang dirasakan secara merata. Sejumlah persoalan sosial dan ekonomi masih menjadi tantangan dalam kehidupan masyarakat, baik pada skala desa maupun kecamatan. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara potensi struktural yang tersedia dengan capaian pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat.

Secara empiris, sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam akses terhadap lapangan pekerjaan yang layak. Ketidakstabilan ekonomi rumah tangga serta persoalan pengangguran menunjukkan bahwa proses pembangunan membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Selain persoalan ekonomi, tantangan lain yang patut menjadi perhatian bersama adalah keterbatasan akses generasi muda terhadap pendidikan tinggi. Tidak sedikit lulusan pendidikan menengah yang belum dapat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Faktor ekonomi, keterbatasan informasi, serta minimnya dukungan berkelanjutan menjadi variabel yang turut memengaruhi keberlanjutan pendidikan generasi muda di wilayah ini.

Padahal, dalam kerangka pembangunan jangka panjang, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat mobilitas sosial, serta menciptakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama yang lebih terarah untuk memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, melalui sinergi antara masyarakat, aktor-aktor lokal, dan berbagai elemen yang memiliki perhatian terhadap pembangunan masyarakat.

Dengan potensi sumber daya manusia dan modal sosial yang dimiliki, Desa Kediri sesungguhnya memiliki kapasitas yang kuat untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik. Optimalisasi potensi tersebut melalui kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu mendorong terwujudnya pembangunan yang lebih inklusif dan berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat Desa Kediri.

Penulis : adalah Praktisi Hukum dan Pengamat Sosial:


0 Komentar