BidikNews.net,Bima - Masyarakat Bima provinsi NTB saat ini dihantui rasa takut akibat beredarnya narkoba dan obat-obatan terlarang akibat ulah para oknum aparat kepolisian dan bandar serta pengedar yang membuat orang tua dan generasi muda terus dihantui rasa takut yang kian mencekam.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, S.IK ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan di mabpolda NTB
Tak salah jika masyarakat Bima melontarkan kecaman keras terhadap maraknya dugaan peredaran narkoba akibat ulah para penjahat narkotika yng meracuni anak negeri.
Masyarakat Bima juga menilai, sikap pembiaran terhadap berkeliarannya para pelaku pengedar dan Bandar justru memperpanjang mata rantai kerusakan sosial di Daerah Bima Provinsi NTB.
Ketika suara publik terus bergema namun tidak direspons dengan tindakan nyata, maka yang dikorbankan adalah masa depan generasi. Jika generasi muda rusak, jangan harap pembangunan di Bima berhasil baik.
Keberadaan Bandar dan pengedar telah berulang kali disorot publik karena diduga wilayah Bima menjadi ruang subur sekaligus sebagai pasar yang menggiurkan bagi para pedagang narkotika.
Meski langkah tegas dilakukan aparat kepolisian, namun hingga kini, kasus narkoba tak pernah usai. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kegagalan moral para pengambil kebijakan untuk melindungi masyarakat. Artinya Negara tidak boleh kalah oleh penjahat narkotika. Hukum harus berdiri di atas kepentingan rakyat.
Pembiaran semacam ini sama saja dengan membiarkan generasi bangsa perlahan diracuni. Siapa pun yang menutup mata terhadap kondisi tersebut patut dipertanyakan keberpihakannya.
Masyarakat Bima mendesak Pemerintah dan instansi terkait untuk segera melakukan penyelamatan generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin nyata. Jangan tunggu korban berikutnya baru bertindak.
Masyarakat juga meminta aparat penegak hukum untuk tidak ragu melakukan penindakan tegas dan transparan. Penyelidikan, razia harus dilakukan secara terbuka agar publik tidak kehilangan kepercayaan. Ketegasan hukum adalah satu-satunya cara memulihkan wibawa negara di mata masyarakat.
Para aktifis pegiat anti Narkoba dan masyarakat juga tak akan berhenti bersuara. Para aktifis akan berdiri tegak untuk menyelamatkan generasi muda. Jika hari ini pemerintah diam, maka rakyat yang akan terus bersuara.
Pada bagian lain, masyarakat Bima juga berharap agar, para korban penyalahgunaan narkoba direhabilitasi dan diberikan pelayanan bimbingan agar mereka dapat pulih dan bisa kembali bergabung bersama masyarakat dengan normal.
Mereka itu sudah jadi korban, korban dirinya, keluarganya, dan potensi masa depannya, oleh karenanya, perlu dikembalikan kesehatan terutama mentalnya agar kembali dapat beraktifitas di dalam lingkungannya dengan baik.
Apa yang harus dilakukan,? Tentunya untuk menanggulangi masalah ini, perlu kerjasama semua pihak terutama aparat TNI, Polri, BNN dan pemerintah serta anggota masyarakat lainnya, karena penanganannya tidak mudah.
Ini tugas bersama, jika tidak menginginkan generasi kedepan mengalami kerusakan yang akut, mengingat wilayah Bima sebagai salah satu sasaran wilayah pemasaran yang potensial yang menggiurkan bagi penjahat narkotika.
Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, S.IK menegaskan komitmen Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo, dalam menjaga integritas institusi dan memastikan perang terhadap narkoba di wilayah NTB dijalankan secara konsisten.
"Bapak Kapolda NTB menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, termasuk apabila dilakukan oleh anggota Polri. Penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan publik," tegasnya.
0 Komentar