BidikNews.net,Mataram - Kerusakan infrastruktur jalan di Jalur Pantura Sampungu, Kecamatan Soromandi kabupaten Bima, Hingga saat ini masih menjadi persoalan serius yang belum mendapatkan penangan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal itu diungkapkan, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram, Fardillah, Ar Sabtu,(23/5/26).
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram, Fardillah, Ar
Kondisi jalan yang rusak Parah kata Fardillah tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga mengganggu akses ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas warga setiap hari.
Jalan rusak berada di wilayah Pantura Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, salah satu daerah yang menjadi jalur penting penghubung aktivitas masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Bima, Persoalan ini bukan terjadi dalam waktu singkat. Kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan signifikan. ." ujar Fardillah.
Hingga hari ini, masyarakat masih harus menghadapi kondisi jalan yang memprihatinkan di tengah Janji pembangunan yang terus digaungkan oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat. Yang paling merasakan dampaknya tentu masyarakat Soromandi.
Ironisnya, ketika Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dinilai Lambannya merespons, masyarakat justru bergerak sendiri melakukan perbaikan jalan secara swadaya. " katanya.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, "Lalu Muhammad Iqbal", menjadi pihak yang terus disorot karena dianggap belum menunjukkan langkah konkret. minim nya Perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Bima Kecamatan Soromandi.
Lambannya penanganan infrastruktur ini memunculkan pertanyaan besar di tengah slogan “NTB Mendunia” yang selama ini digaungkan." sindir Fardillah.
Masyarakat menilai slogan tersebut belum sepenuhnya selaras dengan realitas di lapangan. Sebab, pembangunan seharusnya tidak hanya hadir dalam narasi dan pencitraan politik, tetapi harus benar-benar dirasakan hingga ke wilayah pelosok seperti Kecamatan Soromandi. " ujarnya.
Ia mengatakan, kekecewaan masyarakat semakin kuat karena jalan yang merupakan tanggung jawab pemerintah justru diperbaiki secara gotong royong oleh Masyarakat. Fenomena ini menjadi indikator lemahnya kehadiran pemerintah di tingkat akar rumput.
Masyarakat akhirnya memilih bergerak sendiri. Dengan kemampuan dan sumber daya seadanya, warga melakukan perbaikan jalan secara swadaya demi menjaga akses transportasi tetap bisa digunakan." ungkap Ketua Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram ini.
Namun, langkah tersebut tidak boleh dianggap sebagai solusi Permanen. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat harus segera hadir melalui kebijakan nyata, perbaikan konkret, dan langkah strategis yang jelas." ujarnya lagi
Ia menegaskan Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan, tetapi juga kepercayaan Masyarakat Soromandi terhadap pemerintah yang semakin terkikis.
Ketika rakyat harus memperbaiki jalan dengan tangan sendiri, itu bukan sekadar gotong royong. Itu adalah tanda bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat belum sepenuhnya hadir di tengah kebutuhan masyarakatnya." tutup Fardillah.
Sementara itu Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB belum dapat dihubungi terkait ruas jalan soromandi sampungu yang tidak dtangani hingga saat ini belum dapat dihubngi karena masih sibuk, Bapak masih sibuk belum bisa dihubngi" ujar stafnya.
Pewarta:TIM
0 Komentar