Tim Mora The Air Funds UIN Mataram Perkuat Kolaborasi Riset Dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Tim Peneliti MoRA The Air Funds dari UIN Mataram ketika berada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
BidikNews.net,Yogyakarta - Upaya membangun jejaring pengetahuan melalui kolaborasi riset kembali ditunjukkan oleh Tim Peneliti MoRA The Air Funds dari UIN Mataram melalui kunjungan akademik ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 5 Mei 2026. 

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi menjadi bagian penting dari langkah strategis dalam membangun sinergi keilmuan, khususnya dalam pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi di bidang pendidikan fisika.

Mengusung semangat kolaborasi dan inovasi, tim peneliti hadir dengan membawa gagasan besar melalui judul penelitian: “PHEDEVI EduTech: Pengembangan Bahan Ajar Digital PHEDEVI (Physics Energy Digital Virtual) Berbasis Virtual Laboratory dan Project-Based Learning bernuansa Etnopedagogi dalam Mengintegrasikan Konsep Photovoltaic Thermal terhadap Problem Solving, Literasi Sains, dan Creativity Mahasiswa.”

Penelitian ini tidak hanya menawarkan inovasi teknologi pembelajaran, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai lokal melalui pendekatan etnopedagogi, menjadikannya relevan secara kontekstual sekaligus progresif secara metodologis.

Kolaborasi sebagai Jalan Percepatan Inovasi

Tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.Si sebagai ketua, bersama Prof. Dr. Maimun, M.Pd, Dr. M. Zuhri, M.Sc, dan Ibrahim, M.Pd sebagai anggota, sangat menyadari bahwa tantangan pendidikan di era digital tidak dapat dihadapi secara individual, dibutuhkan kerja sama lintas institusi untuk memperkaya perspektif, memperluas cakupan data, serta memperkuat validitas hasil penelitian.

Tim MoRA The Air Funs UIN Mataram saat diterima oleh Dekan FTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Dalam konteks inilah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dipilih sebagai mitra strategis. Selain memiliki reputasi akademik yang kuat, khususnya dalam bidang pendidikan sains, kampus ini juga dikenal aktif dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan kearifan lokal.

Rangkaian Kegiatan: Dari Observasi hingga Dialog Akademik

Kegiatan kolaboratif ini diawali dengan studi pendahuluan, yang bertujuan untuk memahami konteks pembelajaran di Program Studi Pendidikan Fisika. Tim peneliti melakukan observasi terhadap sistem pembelajaran yang berlangsung, termasuk pemanfaatan teknologi, pendekatan pedagogis, serta tantangan yang dihadapi dosen dan mahasiswa.

Selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan (need assessment) sebagai tahap krusial dalam penelitian pengembangan. 

Melalui analisis ini, tim berupaya mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi ideal dan realitas di lapangan, khususnya terkait ketersediaan bahan ajar digital, efektivitas pembelajaran berbasis proyek, serta integrasi konsep energi terbarukan seperti photovoltaic thermal.

Tidak berhenti pada observasi, tim juga melakukan wawancara mendalam dengan Kaprodi Pendidikan Fisika, ibu Iva Nandya Atika, S.Pd., M.Ed.

Dialog ini menjadi ruang reflektif untuk menggali kebijakan akademik, visi pengembangan program studi, serta harapan terhadap inovasi pembelajaran di masa depan. Kaprodi menekankan pentingnya transformasi digital dalam pembelajaran sains, terutama dalam menghadapi keterbatasan laboratorium fisik.

Tim MoRA The Air Fauns UIN Mataram wawancara dengan Mahasiswa Prodi Fisika FTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Wawancara juga dilakukan dengan mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, yang menjadi subjek utama dalam penelitian ini. 

Dari perspektif mahasiswa, terungkap bahwa pembelajaran fisika seringkali masih dianggap abstrak dan sulit dipahami tanpa dukungan visualisasi dan eksperimen yang memadai. Di sinilah kebutuhan akan virtual laboratory menjadi sangat relevan.

Selain itu, wawancara dengan dosen Pendidikan Fisika turut memperkaya data penelitian. Para dosen menyampaikan berbagai pengalaman dalam mengajar, termasuk tantangan dalam mengintegrasikan teknologi, keterbatasan sarana, serta kebutuhan akan bahan ajar yang adaptif dan inovatif.

PHEDEVI EduTech: Menjawab Tantangan Pembelajaran Fisika

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, di mana penelitian PHEDEVI EduTech diarahkan untuk menghasilkan sebuah model bahan ajar digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga solutif. 

Salah satu keunggulan utama dari konsep ini adalah penggunaan Virtual Laboratory, yang memungkinkan mahasiswa melakukan eksperimen secara digital.

Dalam konteks pembelajaran fisika, eksperimen merupakan komponen penting yang tidak dapat diabaikan. Namun, keterbatasan fasilitas laboratorium seringkali menjadi kendala utama di banyak perguruan tinggi. Dengan adanya virtual lab, mahasiswa dapat tetap melakukan eksplorasi konsep secara interaktif, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fasilitas fisik.

Lebih jauh, pendekatan Project-Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dalam PHEDEVI EduTech mendorong mahasiswa untuk belajar secara aktif dan kontekstual. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam proyek-proyek yang menuntut pemecahan masalah nyata, khususnya yang berkaitan dengan energi terbarukan seperti photovoltaic thermal.

Pendekatan ini diperkuat dengan nuansa etnopedagogi, yang mengaitkan konsep-konsep ilmiah dengan kearifan lokal. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membangun kesadaran budaya dan lingkungan.

Dampak yang Diharapkan adalah: Dari Literasi Sains hingga Kreativitas, penelitian ini menargetkan tiga aspek utama dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, yaitu problem solving, literasi sains, dan kreativitas. 

Ketiga aspek ini merupakan keterampilan abad 21 yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.

Dekan FTK UIN Mataram sekaligus anggota Tim Peneliti menyerahkan plakat kepada Dekan FTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Melalui PHEDEVI EduTech, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep fisika secara lebih mendalam, mengaplikasikannya dalam konteks nyata, serta mengembangkan solusi inovatif terhadap berbagai permasalahan, khususnya di bidang energi.

Literasi sains yang kuat akan membantu mahasiswa dalam memahami fenomena alam secara kritis, sementara kreativitas akan mendorong lahirnya ide-ide baru yang dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan kolaborasi antara UIN Mataram dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjadi bukti bahwa sinergi antar perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi pendidikan. Di tengah dinamika perubahan teknologi yang begitu cepat, kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Tim peneliti berharap bahwa hasil dari penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas di berbagai perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan pembelajaran sains berbasis digital.

Lebih dari itu, PHEDEVI EduTech diharapkan menjadi model pembelajaran yang inspiratif—menggabungkan teknologi, kearifan lokal, dan pendekatan pedagogis modern dalam satu kesatuan yang utuh.

Pada akhirnya, riset ini bukan hanya tentang pengembangan bahan ajar, tetapi juga tentang membangun masa depan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Sebuah langkah kecil dari Yogyakarta, namun dampaknya diharapkan mampu menjangkau spektrum yang lebih luas.

Pewarta: TIM








0 Komentar