BidikNews.net,NTB - Skandal terkait NTB Care mulai mencuat ke publik pada bulan April 2026 setelah adanya laporan polisi yang dilayangkan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, terhadap Direktur NTB Care, Rohyatil Wahyuni yang memiliki akun Fasebook dengan nama “Saraa Azahra”. 
DR.H. Zulkieflimansyah, mantan Gubernur NTB
Gubernur Iqbal melaporkan Rohyatil ke Polda NTB atas dugaan penyebaran data pribadi (nomor HP) miliknya tanpa izin ke media sosial. Laporan ini muncul setelah Direktur NTB Care tersebut vokal mengkritik kebijakan Gubernur Iqbal.
Pihak Pemprov menilai aksi tersebut bukan sekadar kritik, melainkan pola berulang penyebaran data pribadi dengan narasi provokatif. Kasus ini masuk tahap penyelidikan di Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda NTB.
Seiring berjalannya proses hukum yang sedang dihadapi Rohyatil Wahyuni pemilik akun fb Saraa Azahra, penggunaan anggaran NTB Care sejak tahun 2018 pun dibongkar. Isu ini bahkan berkembang hingga menyeret nama mantan Gubernur NTB DR.H. Zulkieflimansyah dengan tudingan telah memberikan hibah sebesar Rp31 miliar kepada NTBCare.
Isu dugaan aliran dana hibah Rp31 miliar untuk program NTB Care, dibantah keras oleh mantan Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah dan mempersilakan untuk diaudit.
Mantan Gubernur NTB periode 2018–2023 itu menegaskan dirinya tidak pernah menerima dana sepeser pun dari program tersebut dan mendesak untuk dilakukan audit total terhadap pengelolaan keuangan NTB Care agar semuanya terang benderang.
“Tiba-tiba ada tuduhan dana NTB Care mengalir 31 M ke saya pribadi. Ini keterlaluan juga. Maksudnya apa begini-begini ini?. Kalau mau di audit, audit saja. Nggak usah ribut sana sini,” ujar Bang Zul lewt akun facebooknya.
Bang Zul juga mengaku awalnya enggan menanggapi persoalan lama. Namun, ia merasa perlu angkat bicara agar informasi yang berkembang tidak semakin liar dan membentuk persepsi publik yang keliru ditengah masyarakat.
Untuk meluruskan isu yang beredar, Bang Zul mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Rizal Dilaga, yang saat itu menjabat sebagai Kepala BPKAD NTB.
Dari hasil komunikasi tersebut, ia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB tidak pernah memberikan hibah hingga ratusan miliar rupiah kepada NTB Care.
Menurutnya, bantuan yang pernah diberikan pemerintah pun sangat terbatas. Bahkan, ia menyebut bahwa bantuan konkret yang pernah diberikan hanya berupa satu unit sepeda motor untuk operasional NTB Care.
Bang Zul juga menegaskan bahwa hubungan pemerintah dengan NTB Care semata-mata karena adanya kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani oleh sistem yang ada. Ia menilai kehadiran NTB Care justru sebagai bentuk gerakan sosial dan moral yang membantu masyarakat kecil.
“Jadi ya baguslah program-programnya. Jadi NTB Care itu seperti gerakan sosial dan gerakan moral,” ujarnya.
Mantan Gubernur NTB juga menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan NTB Care bersifat sederhana dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Misalnya, bantuan kursi roda melalui Dinas Sosial NTB, fasilitas penyeberangan gratis melalui Dinas Perhubungan NTB, hingga bantuan biaya rumah sakit yang dikoordinasikan dengan pihak RSUP NTB.
“Simple-simple saja. Kok sekarang seram-seram amat seakan-akan ada korupsi ratusan Milyar dll. Ampun deh,” kata Bang Zul.
Bang Zul juga melontarkan sindiran halus namun tajam terhadap pihak-pihak yang diduga memainkan isu di balik layar.
“Saya yakin yang begini-begini ini pasti bukan Pak Gub dan Ibu Wagub. pembisik-pembisik mbok ya jangan kelewatan juga dong berselancarnya,” sindirnya.
Bang Zul juga menegaskan jika anggapan tersebut tidak direspon, maka bisa-bisa dipersepsikan sebagai sebuah kebenarannya. Meski hal tersebut tidak benar adanya.
“Karena kalau tidak direspon lama-lama orang bisa mempersepsikannya sebagai sebuah kebenaran. Apalagi dilakukan dengan framing dengan tujuan tertentu,”ujarnya.
Ia mengaku haren jika ada tuduhan tersebut ditujukan kepada dirinya. Hingga diri bertanya-tanya maksud dan tujuan tuduhan tersebut. Apalagi nilai yang dituduhkan cukup pantastis mencapai Rp 31 miliar.
“Tiba-tiba ada tuduhan dana NTB Care mengalir 31 M ke saya pribadi. Ini keterlaluan juga. Maksudnya apa begini2 ini?,”tulisnya.
Pewarta: TIM
0 Komentar