BidikNews.net,Semarang, - Upaya memperkuat ekosistem riset berbasis kolaborasi kembali ditunjukkan oleh Tim Peneliti MoRA The Air Funds Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melalui kunjungan akademik ke UIN Walisongo Semarang pada senin, 4 Mei 2026. 
Tim Peneliti MoRA The Air Funds Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ketika berpose bersama di Kampus UIN Walisongo Semarang
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis dalam membangun sinergi keilmuan lintas kampus guna menghasilkan inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, khususnya dalam pengembangan pembelajaran fisika berbasis teknologi dan kearifan lokal.
Kunjungan ini menjadi bagian dari tahapan awal penelitian bertajuk “PHEDEVI EduTech: Pengembangan Bahan Ajar Digital PHEDEVI (Physics Energy Digital Virtual) Berbasis Virtual Laboratory dan Project-Based Learning bernuansa Etnopedagogi dalam Mengintegrasikan Konsep Photovoltaic Thermal terhadap Problem Solving, Literasi Sains, dan Creativity Mahasiswa.” Sebuah judul panjang yang merepresentasikan visi besar: menghadirkan pembelajaran fisika yang tidak hanya berbasis teknologi mutakhir, tetapi juga berakar pada nilai-nilai lokal serta berorientasi pada penguatan kompetensi abad 21.
Tim periset yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari akademisi UIN Mataram, yakni Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.Si sebagai ketua tim, bersama Prof. Dr. Maimun, M.Pd, Dr. M. Zuhri, M.Sc, dan Ibrahim, M.Pd sebagai anggota. Keempatnya memiliki rekam jejak yang kuat dalam bidang pendidikan sains dan pengembangan inovasi pembelajaran.
Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti menjalankan sejumlah agenda penting yang menjadi fondasi utama penelitian. Tahapan pertama yang dilakukan adalah studi pendahuluan. Pada tahap ini, tim berupaya menggali gambaran umum mengenai kondisi pembelajaran fisika di lingkungan UIN Walisongo, khususnya pada Program Studi Pendidikan Fisika. Studi ini menjadi penting untuk memahami konteks nyata di lapangan, mulai dari pendekatan pembelajaran yang digunakan, fasilitas pendukung, hingga tantangan yang dihadapi oleh dosen dan mahasiswa.
Tim Peneliti MoRA The Air Funds Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram disambut hangat Dekan FST UIN Walisongo Semarang dan jajarannya.
Selanjutnya, tim melaksanakan analisis kebutuhan sebagai langkah untuk mengidentifikasi secara lebih mendalam berbagai aspek yang diperlukan dalam pengembangan bahan ajar digital berbasis PHEDEVI. Analisis ini tidak hanya mencakup kebutuhan teknologi, tetapi juga kebutuhan pedagogis dan kultural. Hal ini sejalan dengan semangat etnopedagogi yang diusung dalam penelitian, yakni mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam proses pembelajaran modern.
Kegiatan menjadi semakin dinamis ketika tim melakukan serangkaian wawancara mendalam dengan berbagai pihak kunci. Wawancara pertama dilakukan dengan Ketua Program Studi Pendidikan Fisika. Dalam sesi ini, tim memperoleh insight strategis terkait arah pengembangan kurikulum, tantangan implementasi pembelajaran berbasis teknologi, serta peluang kolaborasi riset ke depan. Diskusi berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan semangat terbuka dalam membangun kerja sama akademik yang berkelanjutan.
Tidak berhenti di level struktural, tim juga turun langsung berdialog dengan mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Wawancara ini menjadi ruang penting untuk mendengar suara mahasiswa sebagai subjek utama pembelajaran.
Berbagai pandangan, pengalaman, dan harapan mahasiswa terkait pembelajaran fisika di era digital menjadi bahan refleksi yang sangat berharga. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan kebutuhan akan media pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan mampu menghubungkan teori dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Dekan FST UIN Walisongo Semarang menerima tim Mora The Air Funds Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Selain itu, wawancara dengan dosen Program Studi Pendidikan Fisika turut menjadi bagian krusial dalam pengumpulan data. Para dosen berbagi pengalaman terkait praktik pembelajaran, penggunaan laboratorium, serta tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar.
Dari diskusi ini, terlihat bahwa meskipun teknologi telah berkembang pesat, masih diperlukan inovasi yang mampu menjembatani antara konsep teoritis dengan praktik yang aplikatif dan kontekstual.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penelitian PHEDEVI EduTech diharapkan mampu melahirkan sebuah model bahan ajar digital yang inovatif. Konsep Virtual Laboratory yang diusung memungkinkan mahasiswa untuk melakukan eksperimen secara digital, sehingga keterbatasan fasilitas fisik tidak lagi menjadi hambatan utama.
Sementara itu, pendekatan Project-Based Learning mendorong mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan solutif dalam menyelesaikan permasalahan nyata, khususnya yang berkaitan dengan energi terbarukan seperti photovoltaic thermal.
Menariknya, penelitian ini tidak hanya berhenti pada aspek teknologi dan pedagogi modern, tetapi juga memasukkan dimensi etnopedagogi. Pendekatan ini menjadi pembeda utama, karena berupaya mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sains.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar fisika sebagai ilmu yang abstrak, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan yang memiliki relevansi dengan lingkungan sosial dan budaya mereka.
Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.Si, menegaskan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kunci utama dalam menghasilkan riset yang berkualitas. “Kami percaya bahwa inovasi tidak lahir dari ruang yang tertutup. Melalui kolaborasi, kita dapat saling belajar, bertukar gagasan, dan memperkuat kualitas penelitian,” ujarnya.
Senada dengan itu, Prof. Dr. Maimun, M.Pd menambahkan bahwa penguatan riset berbasis kolaborasi juga menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan global di bidang pendidikan. “Pembelajaran di era sekarang menuntut integrasi antara teknologi, kreativitas, dan nilai-nilai lokal. Penelitian ini mencoba menjembatani ketiganya,” ungkapnya.
Dekan FTK UIN Mataram didampingi Dekan FST UIN Walisongo Semarang menyampaikan maksud kedatangan tim ke UIN Walisongo Semarang
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara UIN Mataram dan UIN Walisongo Semarang. Tidak hanya dalam konteks penelitian, tetapi juga dalam pengembangan kurikulum, pertukaran akademik, hingga publikasi ilmiah bersama.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, langkah ini mencerminkan semangat transformasi pendidikan tinggi Islam di Indonesia menuju arah yang lebih kolaboratif, inovatif, dan kontekstual.
Dengan menggabungkan kekuatan teknologi, pendekatan pembelajaran modern, serta kearifan lokal, penelitian PHEDEVI EduTech berpotensi menjadi model pembelajaran masa depan yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai budaya.
Pada akhirnya, kolaborasi ini bukan hanya tentang riset, tetapi tentang membangun masa depan pendidikan yang lebih inklusif, relevan, dan berdampak.
Dari Lombok hingga Semarang, semangat berbagi dan berinovasi terus menyala, menegaskan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang untuk melahirkan gagasan besar bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
Pewarta: TIM
0 Komentar