BidikNews.net,Mataram - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram secara resmi membuka The 4th International Conference on Islamic Education and Science Development (ICONSIDE) 2026 yang mengusung tema “Integrating AI Technology, Digital Transformation, and Character Development in Shaping the Future Education.” 
Dekan FTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd ketika memberikan sambutan
Kegiatan internasional ini dihadiri oleh akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta peserta dari luar negeri, termasuk Universiti Utara Malaysia (UUM).
Acara diawali dengan sambutan Dekan FTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa ICONSIDE merupakan ruang perjumpaan berbagai gagasan dan perspektif akademik untuk merespons perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Menurut Prof. Maimun, AI merupakan keniscayaan yang harus direspons secara positif oleh dunia pendidikan. Namun, pemanfaatannya harus ditempatkan secara proporsional sebagai alat yang memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikannya.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjadikan AI sebagai pembantu berpikir, bukan pengganti untuk berpikir, sehingga generasi masa depan tetap memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
![]() |
| Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I., |
Menurutnya, saat ini hampir semua persoalan dapat ditanyakan kepada AI, bahkan persoalan-persoalan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajukan pertanyaan reflektif kepada para peserta konferensi, "Ketika AI mampu menjawab berbagai persoalan keagamaan, apakah otoritas keagamaan juga harus diserahkan kepada AI?"
Menurut Prof. Jumarim, pertanyaan tersebut penting untuk didiskusikan secara mendalam oleh kalangan akademisi, pendidik, dan para pengambil kebijakan. AI dapat membantu menyediakan informasi dan pengetahuan secara cepat, tetapi dimensi kebijaksanaan, nilai, etika, dan otoritas moral tetap memerlukan sentuhan manusia.
![]() |
| Suasana The 4th International Conference on Islamic Education and Science Development (ICONSIDE) 2026 |
Dengan ungkapan yang menarik, Prof. Jumarim mengajak dunia pendidikan untuk membangun generasi yang memiliki “kitab di tangan kanan dan teknologi di tangan kiri.”
Kitab melambangkan kedalaman ilmu, nilai-nilai agama, moralitas, dan kebijaksanaan, sedangkan teknologi melambangkan inovasi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan global yang semakin cepat.
Menurutnya, penguatan karakter harus tetap berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi. Kemajuan AI akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila diarahkan oleh manusia yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan orientasi kemaslahatan.
Prof. Jumarim juga mengingatkan bahwa kemapanan bersifat dinamis. Apa yang dianggap mapan dan relevan pada hari ini belum tentu tetap relevan lima tahun mendatang.
Oleh karena itu, dunia pendidikan harus terus membuka ruang dialog, melakukan inovasi, dan merumuskan berbagai pendekatan baru dalam menjawab tantangan zaman.
Melalui ICONSIDE 2026, FTK UIN Mataram menghadirkan ruang akademik untuk mendiskusikan dimensi-dimensi fundamental sekaligus dinamika perubahan yang dihadapi dunia pendidikan.
Konferensi ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman, sekaligus melahirkan berbagai solusi pendidikan yang lebih adaptif, humanis, dan berkelanjutan dalam menghadapi era kecerdasan buatan dan transformasi digital.
Dengan menghadirkan narasumber nasional dan internasional, ICONSIDE 2026 menegaskan komitmen FTK UIN Mataram dalam memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring kolaborasi global, dan mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan masa depan.
Pewarta: Tim




0 Komentar