Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan
(Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin. (foto: dok.Muhammadiyah or.id.)
BidikNews.net,Yogyakarta – Ketika anggapan publik yang menganggap perguruan tinggi swasta belum setara dengan perguruan tinggi negeri terbantahkan dengan kehadiran Kampus Muhammadiyah sebagai salah satu Kampus yang mengukir prestasi.
Muhammadiyah terus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul melalui Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA)
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin.
Menurut Muttaqin, kualitas sebuah institusi pendidikan tidak seharusnya diukur dari status negeri atau swasta, melainkan dari capaian yang dihasilkan.
“PTMA yang berakreditasi unggul sudah mencapai 21 perguruan tinggi dari total 164 PTMA. Jumlah itu sangat menggembirakan karena setara dengan sekitar 9 persen jika dilihat dalam skala nasional,” ujarnya dalam tayangan podcast yang disiarkan di Muhammaiyah Channel.
Ia menegaskan, Muhammadiyah selama ini dikenal hadir di berbagai wilayah yang belum terjangkau oleh perguruan tinggi lain. Kehadiran PTMA di daerah-daerah tersebut menjadi bukti kesungguhan Muhammadiyah dalam mewujudkan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata.
“Pemerintah daerah sangat senang dan memberikan dukungan penuh kepada PTMA. Alhamdulillah, respons masyarakat juga sangat baik,” kata Muttaqin yang dirilis Muhammadiyah or.id.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi, Muhammadiyah juga meluncurkan program Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SBMPTMU) pada 1 Januari lalu. Program ini memudahkan calon mahasiswa untuk mendaftar ke berbagai PTMA tanpa harus datang langsung atau berpindah wilayah terlebih dahulu.
Selain memperluas akses, tulis Muhammadiyah or.id. bahwa Muhammadiyah juga terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan yang terintegrasi antara sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Kita berharap bisa tumbuh bersama Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, baik sekolah maupun pesantren, sehingga terbentuk ekosistem yang saling menguatkan. Ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi perlu terus dimaksimalkan,” jelasnya.
Menjawab keraguan sebagian masyarakat terhadap kualitas perguruan tinggi swasta, Muttaqin menegaskan bahwa banyak PTMA telah menunjukkan daya saingnya di tingkat internasional dengan meraih berbagai pengakuan dan peringkat global.
Karena itu, ia berharap tidak ada lagi hambatan bagi generasi muda untuk mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas, kapan pun dan di mana pun mereka berada.
“Pendidikan harus dipandang setara, terlepas dari status negeri atau swastanya. PTMA hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” Muttaqin.
Pewarta: TIM
0 Komentar