‎LPTK UIN Mataram Kukuhkan 2.156 Guru Profesional, Siap Menjadi Agen Perubahan Pendidikan

Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., ketika acara Yudisium dan Pengukuhan Grur Profesional
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali menorehkan kontribusi penting bagi dunia pendidikan nasional. 

BidikNews.net,Mataram - Pada Senin (15/6/2026), LPTK UIN Mataram secara resmi menyelenggarakan acara Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional bagi 2.156 peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang berasal dari unsur Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada sekolah dan guru madrasah dari berbagai provinsi di Indonesia.

‎Kegiatan yang berlangsung secara hybrid, yakni luring (offline) dan daring (online), ini menjadi momentum bersejarah bagi ribuan guru yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses pendidikan profesi dan dinyatakan layak menyandang predikat sebagai guru profesional (Gr).

‎Peserta yang mengikuti kegiatan secara daring terhubung dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan luasnya jangkauan dan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan PPG di LPTK UIN Mataram.

‎Suasana haru dan penuh kebanggaan tampak mewarnai prosesi yudisium. Bagi para peserta, pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan pengakuan atas perjuangan panjang dalam meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan kualitas diri sebagai pendidik yang akan mengemban amanah besar mencerdaskan kehidupan bangsa.

‎Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan program PPG dengan baik. 

Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd.,
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika kebutuhan peserta didik.

‎Karena itu, guru profesional tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran dan metode pembelajaran. Lebih dari itu, guru harus memiliki seperangkat kemampuan yang memungkinkan mereka tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.

‎“Guru profesional setidaknya memiliki empat kemampuan utama, yaitu kemampuan antisipatif, adaptif, memahami dan mengatasi masalah, serta kemampuan melakukan reorientasi,” tegas Prof. Maimun.

‎Ia menjelaskan bahwa kemampuan antisipatif merupakan kemampuan guru untuk membaca arah perubahan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan yang akan datang. 

Suasana yudisium dan pengukuhan guru profesional oleh LPTK UIN Mataram
Guru harus mampu melihat peluang sekaligus risiko yang muncul akibat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, maupun perubahan karakter peserta didik.

‎Kemampuan kedua adalah adaptif. Menurutnya, guru harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan pendidikan yang berlangsung begitu cepat. 

‎Transformasi digital yang kini merambah seluruh aspek kehidupan menuntut guru untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang efektif.

‎Selanjutnya, guru profesional juga harus memiliki kemampuan memahami dan mengatasi masalah. Dalam praktik pendidikan, guru tidak hanya berhadapan dengan persoalan akademik, tetapi juga persoalan sosial, psikologis, dan moral peserta didik. 

‎Oleh karena itu, kemampuan menganalisis dan mencari solusi atas berbagai persoalan menjadi kompetensi yang sangat penting.

‎Sementara itu, kemampuan reorientasi merupakan kemampuan untuk mengevaluasi dan memperbarui cara pandang, strategi, maupun pendekatan pembelajaran sesuai dengan tuntutan zaman. 

Guru harus senantiasa terbuka terhadap inovasi dan tidak terjebak pada pola-pola lama yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

‎“Guru adalah pebelajar sepanjang hayat. Ketika dunia berubah, guru juga harus berubah. Ketika peserta didik berkembang, guru harus terus meningkatkan kualitas dirinya agar tetap mampu menjadi teladan dan sumber inspirasi,” ujar Prof. Maimun.

‎Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Mataram yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah dikukuhkan sebagai guru profesional. 

‎Ia berharap capaian tersebut menjadi awal dari pengabdian yang lebih bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

‎Dalam sambutannya, Prof. Adi Fadli menekankan pentingnya menghargai profesi guru sebagai profesi yang mulia dan memiliki kedudukan yang sangat terhormat dalam ajaran Islam. 

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., mewakili Rektor UIN Mataram ketika memberika sambutan
Menurutnya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah, melainkan amanah besar yang berkaitan dengan pembentukan generasi dan masa depan bangsa.

‎Beliau mengingatkan bahwa dalam khazanah Islam, kedudukan guru ditempatkan pada posisi yang sangat istimewa. Salah satunya tergambar dalam sebuah hadis yang menyebutkan bahwa terdapat tiga sosok yang dapat disebut sebagai ayah dalam kehidupan seseorang.

أَبُوكَ ثَلَاثَةٌ: أَبُوكَ الَّذِي وَلَدَكَ، وَالَّذِي زَوَّجَكَ ابْنَتَهُ، وَالَّذِي عَلَّمَكَ، وَهُوَ أَفْضَلُهُمْ
Artinya: “Bapakmu ada tiga: bapak yang melahirkanmu (orang tua kandung), bapak yang menikahkanmu dengan putrinya (mertua), dan bapak yang mengajarimu (guru), dan dialah yang paling utama di antara ketiganya.” (Al Hadis)

‎Mengutip pesan hadis tersebut, Prof. Adi Fadli mengajak seluruh guru untuk benar-benar menyadari kemuliaan profesi yang mereka emban. 

Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembimbing, pengarah, penanam nilai, bahkan figur orang tua bagi para peserta didiknya.

‎“Ketika seorang guru memasuki ruang kelas, sesungguhnya ia sedang mengemban amanah yang sangat besar. Ia bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan akhlak, dan mengarahkan masa depan anak-anak bangsa,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. 

‎Negara-negara maju tidak lahir semata-mata karena kekayaan alam atau kemajuan teknologi, tetapi karena keberhasilan mereka membangun sistem pendidikan yang didukung oleh guru-guru berkualitas.

‎Karena itu, para guru yang baru saja dikukuhkan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan pendidikan yang bermutu, humanis, dan berkarakter. 

‎Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), guru tetap memiliki peran yang tidak tergantikan dalam membangun dimensi kemanusiaan peserta didik.

‎Acara yudisium dan pengukuhan tersebut menjadi simbol komitmen LPTK UIN Mataram dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi guru. 

‎Dengan dikukuhkannya 2.156 guru profesional pada tahun 2026 ini, UIN Mataram kembali menegaskan perannya sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang konsisten melahirkan tenaga pendidik profesional, berintegritas, dan berwawasan masa depan.

‎Di akhir acara, para peserta mengucapkan ikrar guru profesional sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi. 

‎Pengukuhan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas bagi kemajuan pendidikan Indonesia. 

‎Dengan semangat profesionalisme, integritas, dan nilai-nilai keislaman, para guru diharapkan mampu menjadi cahaya yang menerangi jalan generasi penerus bangsa menuju masa depan yang lebih baik.(Sumber: LPTK UIN Mataram)

Pewarta: TIM 

0 Komentar