ChoiceCity Hotel Surabaya menjadi saksi lahirnya semangat baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebanyak 386 guru dari wilayah Jawa Timur resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional oleh LPTK UIN Mataram dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat, penuh makna, sekaligus membanggakan. 
Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., Ketua LPTK UIN Mataram (tengah), atas nama Rektor UIN Mataram, ketika acara pengukuhan Guru Profesional Wilayah Timur Indonesia di Surabaya pada Kamis,09 Juli 2026
BidikNews.net,Surabaya — Pengukuhan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 09 Juli 2026 dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., Ketua LPTK UIN Mataram, atas nama Rektor UIN Mataram, sebagai bagian dari rangkaian akhir Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Momentum ini bukan sekadar seremoni penyerahan sertifikat profesi atau penyematan gelar tambahan Gr. (Guru Profesional) di belakang nama para peserta. Lebih dari itu, pengukuhan ini menjadi peneguhan komitmen moral bahwa profesi guru adalah amanah mulia yang menuntut dedikasi tanpa batas, integritas yang kokoh, serta kompetensi yang terus berkembang mengikuti dinamika zaman.
Dalam suasana yang penuh rasa syukur dan haru, para guru yang telah menyelesaikan seluruh tahapan Pendidikan Profesi Guru tampak antusias mengikuti prosesi pengukuhan. Kehadiran mereka mencerminkan tekad untuk terus mengabdi sebagai pendidik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi peserta didik, masyarakat, dan bangsa.
Mengawali sambutannya, Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd menegaskan bahwa pengukuhan Guru Profesional bukanlah garis akhir dari perjalanan seorang guru, melainkan titik awal untuk memasuki babak baru pengabdian yang lebih bermakna.
"Pengukuhan Guru Profesional Wilayah Jawa Timur oleh LPTK UIN Mataram menjadi momentum untuk meneguhkan dedikasi, kompetensi, dan integritas guru dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu serta membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing." tutur Prof. H. Maimun.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh peserta sebagai bentuk kesadaran bersama bahwa tantangan pendidikan saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. 
Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., Ketua LPTK UIN Mataram, atas nama Rektor UIN Mataram, ketika meberikan sambutan
Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi pelajaran, melainkan menjadi fasilitator pembelajaran, pembimbing karakter, inspirator, sekaligus agen perubahan yang mampu menyiapkan generasi masa depan menghadapi tantangan global." ujarnya.
Dalam sesi pembinaan, Prof. Maimun menyampaikan pesan yang sederhana namun sangat mendalam mengenai tiga prinsip utama yang harus dimiliki oleh setiap Guru Profesional dalam menjalankan proses pembelajaran.
Pertama : Buat diri Anda menarik.
Menurut beliau, pembelajaran yang efektif selalu diawali dari sosok guru yang mampu menarik perhatian peserta didik.
Menarik tidak semata-mata dimaknai dari aspek penampilan fisik, tetapi lebih luas mencakup kepribadian, perilaku, sikap, etika, serta cara berkomunikasi yang santun dan inspiratif.
Guru yang ramah, murah senyum, menghargai peserta didik, memiliki empati, serta mampu membangun hubungan emosional yang positif akan lebih mudah diterima oleh siswa.
Keteladanan yang terpancar dari sikap sehari-hari merupakan pembelajaran paling efektif yang tidak dapat digantikan oleh buku maupun teknologi.
“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita ajarkan, tetapi juga dari siapa diri kita,” tegas beliau di hadapan seluruh peserta.
Kedua, buat materi Anda menarik.
Pada poin kedua ini, Ketua LPTK UIN Mataram mengingatkan bahwa keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengemas materi secara kreatif.
Beliau mengibaratkan guru sebagai “bintang iklan” bagi materi pelajaran yang diajarkannya. Sebagaimana sebuah produk menjadi diminati karena dipromosikan secara menarik, demikian pula materi pelajaran akan lebih mudah dipahami apabila disampaikan dengan metode yang inovatif, strategi yang tepat, pendekatan yang kontekstual, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana.
Guru dituntut untuk terus belajar, mengeksplorasi berbagai model pembelajaran aktif, memanfaatkan media digital, menghadirkan contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan demikian, peserta didik tidak lagi memandang pelajaran sebagai beban, tetapi sebagai sesuatu yang menarik untuk dipelajari.
Beliau menegaskan bahwa di era transformasi digital saat ini, kreativitas guru menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran. Guru yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan akan lebih berhasil menumbuhkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah pada peserta didik.
Ketiga, buat kelas itu menyenangkan.
Pesan ketiga menjadi penutup sekaligus inti dari filosofi pembelajaran yang disampaikan Ketua LPTK UIN Mataram.
Menurut beliau, ruang kelas harus menjadi tempat yang menghadirkan kegembiraan, rasa aman, dan kenyamanan bagi setiap peserta didik.
Belajar tidak boleh identik dengan rasa takut, tekanan, atau ancaman. Sebaliknya, kelas harus menjadi ruang tumbuh yang memungkinkan setiap anak berani bertanya, berpendapat, mencoba, bahkan melakukan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.
Suasana pembelajaran yang positif akan membantu peserta didik berkembang secara optimal, baik dari aspek akademik maupun karakter. Ketika siswa merasa dihargai, didengar, dan diberi kesempatan untuk berkembang, maka proses pembelajaran akan berlangsung secara alami dan menyenangkan.
Beliau juga mengajak seluruh Guru Profesional untuk membangun budaya belajar yang humanis, inklusif, kolaboratif, serta berorientasi pada pengembangan potensi setiap peserta didik tanpa diskriminasi.
Pengukuhan 386 Guru Profesional ini sekaligus menunjukkan komitmen LPTK UIN Mataram dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional melalui penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru yang berkualitas.
Sebagai salah satu LPTK yang dipercaya pemerintah, UIN Mataram terus berupaya menghasilkan guru-guru profesional yang tidak hanya memenuhi standar kompetensi nasional, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan kepedulian sosial.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas wilayah dalam pengembangan sumber daya manusia pendidikan dapat berjalan secara efektif.
Meski berada dari Nusa Tenggara Barat, LPTK UIN Mataram dipercaya untuk melaksanakan pendidikan Guru Profesional bagi peserta dari wilayah Jawa Timur, sebuah kepercayaan yang mencerminkan kualitas tata kelola akademik serta profesionalisme institusi.
Di penghujung acara, ketua LPTK UIN Mataram Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd kembali menegaskan bahwa Pengukuhan ini bukan hanya menambah gelar Gr. di belakang nama, tetapi juga menambah tanggung jawab besar di pundak setiap guru. Gelar itu menjadi simbol bahwa mereka telah memenuhi standar profesional sekaligus berkomitmen untuk terus belajar sepanjang hayat.
Melalui momentum bersejarah ini, LPTK UIN Mataram berharap lahir semakin banyak guru yang mampu menjadi sumber inspirasi, penggerak perubahan, dan pelita bagi generasi bangsa. Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah negara selalu bermula dari ruang-ruang kelas yang dipenuhi guru-guru hebat—guru yang mampu membuat dirinya menarik, materinya menarik, dan kelasnya menjadi tempat belajar yang menyenangkan.
Dari ChoiceCity Hotel Surabaya, semangat profesionalisme itu kembali diteguhkan.
Sebanyak 386 Guru Profesional kini melangkah pulang ke sekolah dan madrasah masing-masing dengan membawa amanah besar: mendidik dengan hati, mengajar dengan kompetensi, dan menginspirasi dengan keteladanan demi terwujudnya Indonesia yang maju, unggul, dan berdaya saing.
Pewarta: TIM

0 Komentar