BidikNews.net,Sumbawa - Semangat membangun pendidikan yang lebih berkualitas kembali bergema di Pulau Sumbawa. Sebanyak 58 orang guru profesional peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Rumah Qur'an Nurhidayah Sumbawa, Rabu, 22 Juli 2026. 
Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd.,
Momentum ini menjadi tonggak penting bagi para guru yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian Pendidikan Profesi Guru sekaligus menandai lahirnya tanggung jawab baru untuk mengabdikan kompetensi, integritas, dan dedikasi demi kemajuan pendidikan.
Prosesi pengukuhan berlangsung dalam suasana penuh rasa syukur dan kebanggaan. Bagi para peserta, hari tersebut bukan sekadar menerima sertifikat pendidik atau menyandang gelar profesional, tetapi merupakan awal dari amanah besar sebagai pendidik yang dituntut terus belajar, terus berkembang, dan terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus pembinaan kepada seluruh guru profesional yang baru dikukuhkan. Beliau mengawali pesannya dengan mengingatkan bahwa gelar Gr. (Guru Profesional) yang kini melekat di belakang nama para peserta bukanlah sekadar simbol administratif atau kebanggaan akademik. Gelar tersebut merupakan identitas profesional yang harus dijaga melalui kualitas kerja, integritas, dan pengabdian yang nyata.
Menurut Prof. Maimun, penghargaan terhadap gelar profesional tidak cukup diwujudkan dengan mencantumkannya pada nama, tetapi harus tercermin dalam perilaku, etos kerja, serta dedikasi ketika berada di ruang kelas maupun di tengah masyarakat. Seorang guru profesional akan dikenali bukan karena sertifikat yang dimiliki, melainkan karena kualitas pembelajaran yang dihadirkan dan karakter yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau kemudian menegaskan bahwa guru profesional harus dibangun di atas dua karakter utama, yaitu karakter kinerja dan karakter moral. Kedua karakter tersebut merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan profesi guru.
Karakter kinerja menggambarkan profesionalisme seorang guru dalam bekerja. Guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang terus berkembang seiring perubahan zaman.
Guru harus disiplin, kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan proses pembelajaran yang efektif dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas peserta didik. Di era transformasi digital saat ini, guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu memanfaatkan berbagai pendekatan dan teknologi agar pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Sementara itu, karakter moral menjadi jiwa dari profesi keguruan. Guru bukan hanya mengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, dan akhlak mulia. Dalam pandangan Prof. Maimun, kecerdasan tanpa moral akan kehilangan arah, sedangkan moral tanpa kompetensi akan kehilangan daya pengaruh. Karena itu, guru profesional harus mampu menghadirkan keseimbangan antara kemampuan akademik dan keteladanan moral.
Lebih lanjut, Ketua LPTK UIN Mataram menyampaikan bahwa kedua karakter tersebut perlu diperkuat melalui prinsip-prinsip sederhana yang sangat relevan dengan dunia pendidikan modern. Beliau mengajak seluruh guru untuk selalu mengingat tiga pesan penting dalam menjalankan tugasnya, yaitu: "Buat diri Anda menarik, buat materi Anda menarik, dan buat kelas Anda menyenangkan."
Pesan pertama mengandung makna bahwa guru harus terus mengembangkan dirinya sebagai pribadi yang inspiratif. Guru yang memiliki wawasan luas, sikap terbuka, semangat belajar, dan kemampuan berkomunikasi yang baik akan lebih mudah membangun hubungan positif dengan peserta didik. Kepribadian guru merupakan media pembelajaran pertama yang dilihat dan dirasakan oleh siswa.
Pesan kedua menekankan pentingnya kreativitas dalam menyajikan materi pembelajaran. Di tengah melimpahnya informasi yang dapat diakses melalui berbagai platform digital, guru dituntut mampu mengubah materi pelajaran menjadi pengalaman belajar yang menarik, kontekstual, dan menyenangkan. Materi yang dikemas dengan metode yang kreatif akan menumbuhkan rasa ingin tahu, mendorong partisipasi aktif siswa, serta meningkatkan kualitas hasil belajar.
Adapun pesan ketiga, yakni menciptakan kelas yang menyenangkan, merupakan ajakan agar proses belajar tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai pengalaman yang menggembirakan. Kelas yang nyaman, komunikatif, interaktif, dan penuh penghargaan terhadap setiap peserta didik akan melahirkan suasana belajar yang sehat sekaligus membentuk karakter positif bagi generasi muda.
Prof. Maimun menegaskan bahwa keberhasilan seorang guru pada akhirnya tidak hanya diukur dari tingginya nilai akademik peserta didik, tetapi juga dari kemampuan melahirkan manusia yang berkarakter, berakhlak, kreatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Seluruh peserta mengikuti pembinaan tersebut dengan penuh perhatian. Berbagai pesan yang disampaikan menjadi bekal moral sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri setelah resmi menyandang predikat guru profesional.
Pengukuhan ini juga menjadi pengingat bahwa profesi guru merupakan profesi yang menuntut pembelajaran sepanjang hayat. Sertifikat pendidik bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi, dan meningkatkan kontribusi bagi dunia pendidikan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat pendidik kepada seluruh peserta sebagai simbol resmi pengakuan atas kompetensi profesional yang telah mereka capai melalui Pendidikan Profesi Guru. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan kebanggaan, sekaligus menjadi penanda lahirnya tanggung jawab baru bagi 58 guru profesional untuk menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi energi baru bagi para guru untuk terus menjaga marwah profesi, menguatkan karakter kinerja dan karakter moral, serta menghadirkan pembelajaran yang inspiratif di setiap ruang kelas. Sebab pada akhirnya, guru terbaik bukan hanya mereka yang mampu mengajar dengan baik, tetapi juga mereka yang mampu menginspirasi, menggerakkan perubahan, dan menjadi teladan bagi setiap peserta didiknya.
Pewarta: TIM




0 Komentar