Gubernur Iqbal : Jadikan Pembangunan Sistim Yang Kuat Sebagai Warisan Terbaik

Gubernur NTB DR. HL. Muhammad Iqbal ketika menyampaikan materi pada pemateri Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII di BPSDM Provinsi NTB
Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) adalah program pengembangan kompetensi struktural tertinggi bagi Pejabat Tinggi Pratama atau Madya Aparatur Sipil Negara (ASN). 

BidikNews.net,NTB - Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara, ini bertujuan melahirkan pemimpin birokrasi yang strategis, inovatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan dan dinamika kebijakan nasional 

Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) juga diselenggarakanoleh  pemerintahan Provinsi NTB pada Senin (20/7)  dengan menghadirkan Gubernur NTB DR. HL. Muhammad Iqbal sebagai pemateri.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII di BPSDM Provinsi NTB dihadiri oleh para pejabat tinggi lingkup Pemprov NTB.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa, pentingnya sistim yang kuat dalam sebuah pemerintahan untuk tetap berjalan meskipun pemimpinnya berganti. 

“Sistem yang baik adalah sistem yang tetap berjalan meskipun pemimpinnya berganti. Kalau pemerintahan masih bergantung pada satu orang, berarti itu belum bisa disebut sistem." Tegas Miq Iqbal.

Dikatakannya, Keberhasilan sebuah pemerintahan tidak boleh bergantung pada sosok individu, melainkan pada sistem yang mampu menjaga kesinambungan pelayanan publik. 

Pesan tegas ini Gubernur NTB ini disampaikan di hadapan 60 peserta PKN yang diproyeksikan menjadi pemimpin birokrasi masa depan.

Pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII ini 

Gubernur menekankan beberapa poin krusial untuk reformasi birokrasi antara lain:

1. Benahi Sistem Sebelum Digitalisasi

Digitalisasi bukan mantra ajaib atas seluruh persoalan. “Benahi sistem terlebih dahulu, baru lakukan digitalisasi. Kalau sistemnya masih buruk lalu didigitalisasi, justru mempercepat kesalahan,” tegas Gubernur.

2. ASN Sebagai Penjaga Institutional Memory

Politik dan kepala daerah datang dan pergi setiap lima tahun, namun birokrasi tetap ada. ASN dituntut menjaga profesionalisme, integritas, dan keberlanjutan tata kelola tanpa terjebak kepentingan politik jangka pendek.

3. Sistem Baik Melahirkan Kinerja Baik

“Orang hebat dalam sistem yang buruk hasilnya akan tetap buruk. Sebaliknya, orang biasa dalam sistem yang baik dapat menghasilkan kinerja yang baik.” kata Miq Iqbal

Dikahir materinya Gubernur NTB mengimbau agar seluruh aparatur untuk menjadikan pembangunan sistem yang kuat dan berkelanjutan sebagai warisan terbaik (amal jariyah) bagi generasi mendatang.

Jadikan  pembangunan sistem yang kuat dan berkelanjutan sebagai warisan terbaik (amal jariyah) bagi generasi mendatang." tutupnya.

Pewarta: TIM


0 Komentar