Bekerja Mandiri, Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi, Oleh: DR. H. Muhammad Irwan Husain, MP


Proses perjalanan kehidupan bersifat dinamis, selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Siklus yang bersifat otomatis tersebut membawa dampak positif maupun negative bagi keberlanjutan kehidupan manusia. Salah satu unsur yang mengalami perubahan dalam diri manusia adalah umur yang selalu bertambah seiring dengan perjalanan waktu. Bertambahnya umur, diikuti pula dengan perubahan pemenuhan kebutuhan hidup, yaitu semakin bertambah dan jumlahnya bervariatif .
 

MANUSIA sebagai makhluk ekonomi selalu berkeinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup secara maksimal dan tentunya ingin mencapai kepuasan yang maksimal pula. Sisi lain, sumber daya alam yang menyediakan kebutuhan hidup manusia semakin banyak diperebutkan.  Dampak  yang ditimbulkannya adalah terbatasnya ruang gerak dan terjadinya persaingan yang tidak sehat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kemampuan memenangi persaingan itu, hadirlah kelompok orang yang mampu atau berada (the have) dan orang yang tidak mampu atau tidak berada (the have not).   

Kebutuhan yang semakin meningkat dan bervariatif, menuntut manusia sebagai pelaku ekonomi melakukan ikhtiar dan usaha melalui bekerja.  Tidak ada jalan lain bagi manusia untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupannya, melainkan dengan bekerja. Bekerja dalam pandangan agama, khusunya agama Islam merupakan suatu kewajiban.  Bekerja merupakan cara manusia untuk memenuhi kebutuhanan diri, keluarga dan masyarakat. Menjaga diri dari kehinaan karenan meminta-minta, menjaga tangan agar tetap berada di atas, tercipta keluarga sejahtera, memenuhi kebutuhan amal social serta membangun kemandirian berekonomi.

Bekerja merupakan ikhtiar manusia untuk mengeluarkan segala potensi dan kemampuan yang melekat di dalam diri, mencurahkan kreatifitas dengan menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang unik didasarkan pada ide-ide menjadi sesuatu yang bernilai secara ekonomi. Kreativitas muncul secara otomatis dari dalam diri, menghasilkan berbagai karya cipta berupa barang maupun jasa.  Ide-ide yang dituangkan telah menghadirkan sifat kemandirian diri. 

Kemandirian berekonomi, sejatinya menjadi prinsip utama yang harus dimiliki oleh manusia sebagai pelaku ekonomi. Bekerja adalah wujud dari kemandirian berekonomi sekaligus memajukan dan memberdayakan diri (individu). Melalui bekerja dan berusaha, akan memiliki penghasilan dan pendapatan, sebagiannya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ada yang ditabung. Manusia yang bekerja secara mandiri menjadi pemimpin dirinya sendiri, terbebas dari tekanan dan pengaruh orang lain. 

Kemandirian dalam berekonomi adalah tuntutan pada era  persaingan yang sangat ketat ini.  Setiap diri harus mampu menghadirkan kemandirian tanpa bergantung pada orang lain. Bekerja mandiri semata-mata bukan untuk menghasilkan pendapatan (uang). Bekerja adalah sarana untuk mengaktualisasikan diri secara optimal dan memiliki nilai-nilai imaniah yang kuat.  Bekerja mandiri merupakan implementasi dari tujuan manusia dihadirkan ke bumi sebagai hamba Allah yang beribadah kepada-NYA.  

Kemandirian berekonomi merupakan wujud untuk menempatkan diri sebagai insan yang mulia, insan yang memiliki harkat dan martabat lebih baik dari makhluk lainnya. Kemandirian  berekonomi merefleksikan bahwa hasil yang diperoleh dari cucuran keringat sendiri adalah yang terbaik, diperoleh dari hasil pengembangan ide, kreativitas dan karya tangan sendiri. 

Bekerja mandiri, merupakan kemenangan diri mengalahkan ego dan gengsi diri. Rasa malu untuk melakukan yang baik telah dikalahkan, rasa malas yang bersemayam dalam diri telah dikikis, egoistis telah disingkirkan dan tumbuh kesadaran bahwa diri  harus tampil optimal, menjadi sosok yang bermanfaat dan memiliki kualitas yang lebih dibanding menganggur. 

Kemandirian berekonomi, telah melahirkan tekad diri menjadi sosok yang memiliki tangan di atas lebih baik dibanding tangan di bawah. Dari hasil pekerjaan memiliki komitmen untuk berbagi pada sesama, tidak dinikmati sendiri. Bekerja mandiri telah mampu menciptakan nilai tambah bagi keluarga dan orang lain, mampu meringankan beban orang lain dengan membagi rejeki yang diperoleh. 

Kemandirian berekonomi menjadi cikal bakal hadirnya kreatifitas-kreatifitas yang menjadi lapangan usaha baru perekonomian. Mampu menghadirkan lembaga-lembaga ekonomi baru, menghadirkan para pelaku ekonomi memiliki spesialisasi usaha yang dikembangkan secara mandiri sekaligus kreatifitas berekonomi. Kemandirian ekonomi merupakan saat terbaik untuk menjadi pemimpin diri sendiri, dan harapan mencapai masa depan cerah Insyaa Allah akan dirasakan. 

DR. H. Muhammad Irwan Husain, MP adalah Dosen FEBI Universitas Mataram



0 Komentar