BidikNews,NTB - Suasana kebersamaan dalam balutan silaturrahmi terlihat dengan jelas ketika warga masyarakat dari berbagai suku dan agama tumpah ruah hadir di pendopo Wakil Gubernur NTB pada Selasa, 18 Agustus 2026 untuk menggelar doa bersama dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke- 81 disertai kegiatan lomba-lomba tradisional yang menghibur ditengah kemeriahan HUT kemerdekaan RI.
Kehadiran sekitar 400 lebih warga masyarakat NTB hingga NTT itu guna memenuhi undangan panitia pelaksana dalam rangka Do`a bersama merajut silaturrahmi ditengah kegembiraan masyarakat Indonesia merayakan HUT Kemerdekaannya.
Acara silaturahmi ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, beserta Ketua TP PKK NTB yang turut menyapa masyarakat.
Hadir pula sejumlah kepala OPD pemprov NTB anggota DPRD organisasi social kemasyarakatan Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL) DR. H. Muhammad Irwan dan Rukun Keluarga Dompu Pulau Lombok (RKDPL) Drs. H. Syaiful Insan bersama dan tokoh masyarakat lainnya.
Senyum bahagia Gubernur Miq Iqbal dan Wakil Gubernur Umi Dinda tergambar jelas ketika menyaksikan warga NTB dari berbagai elemen berkumpul bersatu dalam bingkai kebersamaan yang indah di halaman pendopo Wakil Gubernur NTB untuk merajut silaturrahmi mempererat rasa persaudaraan.
Dalam kesempatan itu, dihadapan ratusan warga masyarakat yang hadir Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri yang akrab disapa Umi Dinda menyampaikan empati mendalam bagi saudara-saudara kita di NTT yang terdampak musibah gempa bumi. 
Gubernur NTb DR. H. lalu Muhammad Iqbal dan wagub NTB HJ. Indah Damayanti Putri tersenyum bahagia sembari menyapa warga masyarakat
“Alhamdulillah, Pemprov NTB telah mengirimkan tim tanggap darurat dan bantuan ke lokasi bencana. Mari kita doakan agar proses pemulihan di NTT berjalan lancar.” Ucap Umi Dinda.
Selain itu Ummi Dinda juga berpesan kepada peserta lomba, menang atau kalah dalam lomba bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana kita terus merawat kebersamaan, saling mendukung, dan berkolaborasi untuk menyukseskan pembangunan membawa NTB dikenal di kancah global.” Ujarnya.
Dikatakannya, Lebih dari sekadar kemeriahan lomba seperti terompah panjang, lari karung, hingga catur, momen ini juga menjadi wujud nyata solidaritas kita.” Kata Umi Dinda.
salah satu mata lomba yang diadakan di pendopo wakil Gubernur NTB
Masyarakat pada umumnya, kerap menyebut Pendopo Kepala daerah sering disebut sebagai tempat yang “sakral” karena tidak semua orang bisa masuk dan keluar ditempat kediaman Gubernur dan wakil Gubernur.
Lain halnya di NTB, dimana pendopo Gubernur dan wakil Gubernur bisa dijadikan sebagai tempat untuk berkumpul dan bersatu merajut kebersmaan dalam berbagai kegiatan mul;ai dari tempat pertemuan para pejabat penting hingga kegiatan social maupun keagamaan.
Meski demikian tidak berarti masyarakat bisa bebas masuk dan keluar mengingat keselamatan dan kehormatan pejabat perlu dijaga bersama.
Pewarta: Dae Ompu

0 Komentar