FGD MoRA The AIR Funds UIN Mataram Desain Konten Tata Kelola Quran Smart Learning

Ketua tim Periset Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag. 
BidikNews.net,Mataram - Tim Periset MoRA The AIR Funds UIN Mataram baru saja menggelar agenda akademik berupa Focus Group Discussion (FGD) Desain Konten Tata Kelola Quran Smart Learning (QSL) pada hari Jum’at (31/7). 

Kegiatan strategis ini dapat terlaksana berkat fasilitasi dan dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Pertemuan ini dirancang sebagai wadah sinergi mutakhir untuk merumuskan standarisasi konten tata kelola, kurikulum pembelajaran QSL, serta instrumen pendukung lainnya.

Sesuai dengan jadwal undangan yang telah diedarkan, pukul 08.00 WITA para peserta yang terdiri dari delegasi pondok pesantren mulai tiba di Hotel Fave Mataram untuk melakukan proses registrasi. Suasana ruang pertemuan tampak kondusif, para pendidik yang siap bertukar gagasan demi kemajuan literasi Qur'ani. Setelah seluruh peserta terdata dengan lengkap dan ruangan terisi sesuai dengan kuota yang direncanakan, acara FGD dibuka oleh bapak Ahmad Nurjihadi anggota periset sekaligus pembawa acara. 

Sesi pertama FGD dibuka dengan pemaparan dari Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag. selaku ketua tim, yang mengawali penyampaiannya dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan partisipasi aktif para ustadz serta ustadzah perwakilan dari kedua pondok pesantren mitra. 

Dalam presentasinya, beliau menjabarkan secara filosofis mengenai visi besar QSL, yaitu mencetak generasi Qur’ani yang tidak sekadar mampu membaca atau menghafal teks, tetapi juga memiliki kapasitas mendalam untuk memahami pesan-pesan komunikasi di dalam Al-Qur'an serta mengamalkannya dalam realitas kehidupan sehari-hari. Visi ini menjadi bintang pengarah bagi seluruh proses pengembangan konten tata kelola yang dibahas dalam forum tersebut agar tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual yang kuat.

Ketika FGD berlangsung
Memasuki sesi kedua, fokus diskusi bergeser pada aspek metodologis yang dipresentasikan oleh Dr. M. Firdaus mengenai prinsip-prinsip utama pembelajaran QSL. Beliau memaparkan lima pilar metodologi QSL, meliputi pendekatan berbasis korpus Al-Qur’an, orientasi berbasis kompetensi, integrasi harmonis antara tata bahasa Arab dan teks Al-Qur’an, serta sistem pembelajaran yang dilakukan secara berjenjang dan terukur. 

Lebih lanjut, sesi ini mengupas teknik pembelajaran spesifik dari level 1 hingga level 5, di mana level awal berfokus pada penguasaan leksikon lewat teknik PAHR (Pecah, Artikan, Hitung, Rangkai), yang kemudian secara gradual naik ke tingkat morfologi, sintaksis, hingga tingkat pemahaman analitis yang lebih kompleks di level tertinggi.

Akurasi capaian belajar kemudian dibahas pada sesi ketiga yang dipandu oleh Nurlita Lestariani, M.Pd., yang mengupas sistem evaluasi dalam ekosistem QSL. Dijelaskannya bahwa penjaminan mutu kemampuan peserta diukur melalui ragam asesmen yang komprehensif dan berkelanjutan, bukan sekadar ujian akhir semata. 

Suasana FGD yang sangat kondusif
Ragam instrumen tersebut diawali dengan tes diagnostik pada fase pra-leksikon untuk memetakan kemampuan awal santri, dilanjutkan dengan asesmen proses (formative assessment) guna memantau perkembangan belajar harian, serta diakhiri dengan tes sumatif di setiap akhir level QSL sebagai penentu kelulusan dan kesiapan santri untuk naik ke level berikutnya.

Rangkaian FGD ini dilanjut pada sesi keempat dengan demonstrasi dan penjelasan mengenai platform Website QSL yang dioperasikan sebagai pusat data digital program. Platform ini berfungsi sebagai pusat basis data terpadu yang merekam profil pondok pesantren pelaksana, data identitas santri, hingga modul dan materi pembelajaran QSL. 

Tidak hanya itu, website ini juga dirancang untuk merekam setiap hasil tes diagnostik, proses, dan sumatif. Melalui integrasi sistem digital ini diharapkan perkembangan akademik santri terdokumentasi dengan rapi, sehingga mampu menyediakan sumber data yang akurat, valid, dan real-time bagi keperluan evaluasi tata kelola maupun riset lanjutan ke depan. ( Sumber: Tim Periset MoRA The AIR Funds UIN Mataram )

Pewarta: TIm



0 Komentar