Dosen PGSD Unram Latih Guru SD, Padukan Kecerdasan Buatan dan Kearifan Lokal dalam Bahan Ajar Digital

Dosen PGSD Unram dan Guru SD berpose bersama usai pelatihan
Pelatihan penyusunan bahan ajar digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dipadukan dengan Mengintegrasikan kearifan lokal, budaya, nilai-nilai, serta tradisi daerah setempat ke dalam materi ajar agar pembelajaran lebih kontekstual bagi siswa (etnopedagogi) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran interaktif yang sarat akan nilai kearifan lokal. 

BidikNews,Mataram – Sebanyak 10 guru SDN 54 Mataram mengikuti pelatihan penyusunan bahan ajar digital berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang dipadukan dengan Etnopedagogi. 

Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli 2026 ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang digagas tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Mataram (Unram), bertajuk “Penguatan Identitas Lokal Melalui Bahan Ajar Digital: Integrasi AI dan Etnopedagogi bagi Guru SD”.

Program ini digagas untuk menjawab kesenjangan yang selama ini dihadapi guru sekolah dasar di Kota Mataram. Potensi sejarah dan budaya, dinilai belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber belajar di sekolah. Di sisi lain, bahan ajar yang digunakan guru masih didominasi buku teks umum, sementara survei awal tim pengabdi menunjukkan tingkat penguasaan guru terhadap teknologi Generative AI masih belum optimal. 

Ketua tim pengabdian, Nurwahidah, M.Pd., mengatakan kegiatan ini dirancang agar guru tidak sekadar menjadi peserta pelatihan, melainkan berperan aktif menghasilkan menghasilkan bahan ajarnya sendiri. “Guru kami dampingi mulai dari menentukan tema budaya lokal, menyusun instruksi atau prompt untuk AI, sampai merakit hasilnya menjadi bahan ajar yang siap dipakai di kelas. Jadi produk akhirnya benar-benar menjadi milik guru dan bisa terus mereka kembangkan sendiri,” ujarnya.

Suasana pelatihan pada, 28 Juli 2026 berlangsung lancar
Antusiasme  disampaikan para guru peserta. Salah seorang guru peserta pelatihan mengaku terbantu dengan adanya kegiatan semacam ini dan berharap ada keberlanjutannya. “Semoga kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkala, supaya kebutuhan referensi dan informasi bagi guru terus bertambah,” ujar salah satu peserta.

Tim pengabdi berharap program ini dapat memperkuat kompetensi digital guru sekaligus melestarikan identitas budaya lokal agar terus hidup dan dikenal generasi muda melalui pembelajaran di sekolah. Sebagai tindak lanjut, tim akan melakukan pemantauan implementasi bahan ajar di kelas selama tiga bulan ke depan untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatannya.

Pewarta: TIM














0 Komentar