Kepala BIB Daerah NTB : Realisasi Inseminasi Buatan Sapi Capai 103,70% Sampai November 2022


BidikNews, Mataram
- Layanan inseminasi buatan pada sapi betina sebagai bagian dari program Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi NTB sangat menggembirakan. Target Pelayanan IB yang dilakukan BIB Daerah NTB tahun 2022 sebanyak 126.503 dosis, yang terealisasi sampai bulan Nopember 2022 sebanyak 131.184 akseptor (103,70%)

Sedangkan dari target pelayanan kelahiran 69.283 ekor, yang terealisasi sampai bulan Nopember 2022 sebanyak 90.289 ekor (130,32 ℅), suatu capaian yang cukup menggembirakan terhadap upaya BIB daerah dalam melaksanakan program inseminasi buatan.

Hal tersebut terungkap ketika Kepala BIB Daerah NTB, Muhammad Nur saat dihubungi media ini di kantor BIB NTB beberapa waktu lalu.

Muhammad Nur menjelaskan, Realisasi layanan inseminasi buatan (IB) pada sapi betina sebagai bagian dari program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan RI tercatat telah mencapai 131.184 akseptor (103,70%) persen dari target 126.503 dosis sampai  November 2022. 

Dari jumlah layanan IB tersebut sampai bulan November 2022 menghasilkan layanan kelahiran sebanyak  90.289 ekor (130,32 ℅) dari target 69.283 ekor kelahiran.

Keberhasilan program ini kata Muhammad Nur, sudah dilaporkan ke Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan RI. Ia mencatat realisasi IB di Provinsi NTB menunjukkan hal yang positif. Dan ia berharap ke depannya tidak bisa lepas dari komitmen dan upaya berbagai pihak

Muhammad Nur juga mengungkapkan, bahwa Potensi pengembangan ternak yang akhir-akhir ini mendapat respon yang kuat terhadap masyarakat yaitu peningkatan produksi dan kualitas ternak sapi khususnya melalui Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik. 

Dari tahun ke tahun pengembangan ternak melalui IB ini terus mengalami perkembangan yang menggembirakan karena masyarakat langsung dapat melihat secara nyata hasil yang diperoleh dari ternaknya, misalnya performan yang lebih baik dan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan ternak sapi yang dihasilkan dari kawin alami.

Potensi sumber daya ini sebut Muhammad Nur, perlu terus ditingkatkan sesuai dengan potensi wilayah dan kemampuan daya dukung lahan. Faktor–faktor yang mempengaruhi populasi ternak adalah kelahiran ternak, kematian ternak, pemotongan tercatat dan tidak tercatat, pengeluaran ternak keluar daerah dan pemasukan ternak dari daerah lain.

Peternakan Rakyat Hasilkan Kontribusi Meningkatnya Ekonomi


Pada bagian lain, Muhammad Nur juga menyorot Sistim Peternakan Rakyat di NTB khusus di Kabupaten Dompu. Diktakannya, sistim peternakan rakyat di NTB khususnya dikabupaten dompu merupakan sebuah pilihan yang mengadopsi pola semi intensif dan mampu memberikan kontribusi terhadap meningkatnya ekonomi masyarakat. Skala usaha pemeliharaan yang ada adalah antara 5 - 10 ekor dan bahkan lebih untuk masing2 kepemilikan/ KK. 

Pola pemeliharaan yg dilakukan seiring dengan tumbuhnya  kesadaran masyarakat untuk menyiapkan pakan Hijauan dengan memanfaatkan luasan lahan sebagai areal penanaman Hiajaun Pakan Ternak (HPT), sehingga diharapkan ketersediaan pakan akan tercukupi sepanjang tahun.

Rata2 lahan yang dimanfaatkan untuk penanaman HPT dengan skala pemeliharaan sampai 50 ekor berdasarkan diskusi dengan beberapa peternak di Desa Doromelo Kecamatan Menggelewa Kabupaten Dompu dapat mencapai  5 petak atau lebih kurang 1,5 Ha.

Dengan pengaturan intensitas dan interval pemotongan yang teratur pada jenis rumput gajah dan rumput raja akan menghasilkan produksi yang optimal dalam mencukupi kebutuhan ternak.

Muhammad Nur juga tidak menampik jika, Tingkat penerapan tekhnologi pengolahan pakan juga masih sangat minim dilakukan para petani ternak. Hal ini juga mempengaruhi produktivitas ternak yang ada. Masyarakat masih menerapkan pemberian pakan berupa hijauan secara langsung dan tidak mengolah pakan yang melimpah untuk penyediaan sepanjang tahun.

Pewarta : Kiki Amelia

Editor    : BN/007

0 Komentar